Persib dan Febri Hariyadi Kompak Bantah Rumor soal Muangthong United

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 01 Jun 2020, 13:30 WIB
Striker Semen Padang, Riko Simanjuntak, berusaha menghadang gelandang Persib, Febri Hariyadi, pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu, (9/9/2017). Persib ditahan imbang 2-2 oleh Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung dan pemainnya, Febri Hariyadi kompak membantah rumor Muangthong United. Sang gelandang tidak akan pergi menuju klub Thailand tersebut.

"Tidak ada informasi Febri Hariyadi akan ke Muangthong sampai saat ini," ujar Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan pengelola Persib.

Advertisement

Media Thailand, THsport mengabarkan bahwa Febri Hariyadi dalam radar Muangthong. Peserta Thai League 1 atau kasta teratas Liga Thailand tersebut membutuhkan tambahan pemain setelah menjual dua pemainnya belum lama ini.

Muangthong terpaksa melepas Sarach Yooyen ke BG Pathum United dan Adisorn Promrak ke Port FC. Kabarnya, empat kali juara Thai League 1 ini tengah dilanda krisis finansial.

Muangthong juga membutuhkan Febri untuk melengkapi kuota pemain asing Asia Tenggara. Saat ini, armada Alexandre Gama tersebut telah memiliki kiper Timnas Vietnam, Dang Van Lam dan bek Timnas Filipina, Daisuke Sato.

Video

2 dari 2 halaman

Febri Juga Menyanggah

Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi, melakukan selebrasi usai membobol gawang Persipura Jayapura pada laga Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (18/5). Persib menang 3-0 atas Persipura. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Selain dari Persib, sanggahan juga datang dari Febri Hariyadi. Pemain berkaki kidal itu mengatakan bahwa pendekatan dari Muangthong hanya isapan jempol belaka.

"Hanya rumor saja," kata Febri kepada Bola.com, Minggu (31/5/2020).

Saat ini, kompetisi di Thailand dan di Indonesia sama-sama ditangguhkan karena virus corona. Namun, Negeri Gajah Putih bakal selangkah lebih maju. Thai League 1 direncanakan akan kembali bergulir pada September mendatang.

Sementara itu, kepastian kompetisi di Tanah Air besar kemungkinan akan dibatalkan dan diganti turnamen atau kompetisi dengan format baru.

Berita Terkait