Berkiblat ke Eropa, Musim Liga 1 Bakal Berubah Menjadi Lintas Tahun

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 21 Jun 2020, 16:45 WIB
Shopee Liga 1 - Logo Klub (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kompetisi kasta teratas sepak bola Indonesia kemungkinan akan meninggalkan timeline sepak bola Asia. Mulai musim depan, Liga 1 dapat berlangsung lintas tahun, layaknya di Eropa.

Dalam beberapa tahun kebelakang, Liga Indonesia mengikuti periode kompetisi di Asia, yang berlangsung paling cepat pada Januari dan berakhir Desember di tahun yang sama.

Advertisement

Di Eropa, kompetisi dimulai pada pertengahan tahun dan akan berakhir pada pertengahan tahun depan. Pandemi virus corona memaksa kiblat Liga Indonesia berubah, karena kompetisi sempat vakum dalam waktu yang lama.

Adapun, kompetisi musim ini direncanakan berlangsung lintas tahun, mulai Oktober 2020 sampai Februari 2021. Format kompetisi lintas tahun seperti itu berpeluang dipertahankan untuk musim depan.

"Kompetisi musim ini menjadi lintas tahun. Nanti konsekuensinya untuk kompetisi 2021 menjadi 2021-2022," kata Sudjarno, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) ketika dihubungi Bola.com.

Kendati demikian, format tersebut masih sekadar opsi belaka. Segala perubahan yang terjadi pada Liga 1 harus diputuskan dalam Kongres tahunan PSSI.

"Jadi kami akan mengikuti periode kompetisi di Eropa. Namun, terkait dengan musim itu, harus dibicarakan juga dalam Kongres tahunan PSSI. Keputusan-keputusan seperti itu harus dibahas pada Kongres tahunan PSSI, sebab kompetisi selama ini diamanatkam berlangsung setahun," papar Sudjarno.

Video

2 dari 2 halaman

Risiko Lintas Tahun

Pemain asing Persebaya Surabaya, Aryn Williams. (Bola.com/Aditya Wany)

Jika format Liga 1 diubah menjadi lintas tahun, maka penentuan wakil Indonesia di turnamen antarklub Asia semisal Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC terancam berantakan.

Selama ini, saat kompetisi berakhir pada Desember, wakil Indonesia akan mengikuti LCA dan Piala AFC pada tahun berikutnya. Andai format Liga 1 berubah, klub Indonesia harus menunggu selama minimal enam bulan untuk berkiprah di turnamen antarklub Asia.

Meliputi Konfederasi Sepak Bola Asia, hanya Australia yang memutar kompetisinya lintas tahun. Sebab, sejumlah klub di Negeri Kanguru harus berbagi stadion dengan Liga Rugby Nasional.