Kiat Hendri Susilo Agar Pemain Persiraja Cerdas dan Tampil Sempurna di Pertandingan

oleh Gatot Susetyo diperbarui 24 Jun 2020, 13:09 WIB
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Banda Aceh - Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, punya jurus jitu agar para pemainnya tampil sempurna di pertandingan, baik dari sisi fisik maupun taktik. Bagaimana caranya?

"Sebelum pertandingan, saya jarang mengadakan pertemuan. Semua program dan taktik permainan saya lakukan dengan praktik langsung saat latihan di lapangan. Tujuannya agar anak-anak benar-benar paham taktik yang akan diterapkan, maka itu harus dilakukan berulang-ulang," tuturnya kepada Bola.com, Selasa (23/6/2020).

Advertisement

Pelatih asal Kota Batu ini terkadang juga menjelaskan taktik dengan alat seadanya yang ditemui di lapangan. Bisa batu atau gelas bekas air mineral.

"Bagi saya alat hanya sarana. Yang penting bagaimana penjelasan saya bisa dipahami para pemain. Saya belum selesai latihan, bila anak-anak benar-benar bisa melakukan pola yang saya ingin terapkan. Tapi jika mereka sudah paham, kami cukup latihan 20 menit," katanya.

Mantan striker Pelita Jaya dan Timnas Indonesia itu juga ingin Feri Komul dan kawan-kawan tampil cerdas dan berani. Para pemain Persiraja Banda Aceh harus cerdas memahami taktik dan strategi, serta berani mempresentasikan pola permainan di depan rekan setimnya.

"Saya ingin pemain Persiraja cerdas. Makanya, saya tuntut semua pemain harus bisa dan berani menjelaskan taktik di depan teman-temannya. Mereka secara bergiliran, saya tunjuk untuk presentasi. Nah, dari situ, saya tahu seberapa besar pemahaman dan daya tangkap pemain," ujarnya.

 

Kabar gembira bagi Sahabat Bola.com yang berstatus penggila sepak bola dan gim FIFA 20. Saksikan keseruan acara BOLA Esports Challenge bersama Andritany Ardhiyasa dan Rezaldi Hehanusa, 25 - 26 Juni 2020. Caranya mudah, cukup KLIK TAUTAN INI ya.

2 dari 2 halaman

Pemain Harus Pandai Bicara

Tim Persiraja. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Presentasi ini, lanjut Hendri Susilo, sebagai pengalaman bila si pemain nantinya jadi pelatih ketika gantung sepatu.

"Rata-rata kelemahan pemain Indonesia pemalu dan tak pandai bicara. Malu bisa disebabkan si pemain memang tak punya pengetahuan mendalam, atau tak mampu menjelaskan apa yang ada di otaknya," kata Hendri Susilo. 

"Makanya, saya tuntut semua pemain harus pandai dan berani bicara. Jadi kalau nanti mereka jadi pelatih punya ilmu bagaimana penjelasannya bisa dipahami dan diterapkan pemainnya di lapangan," jelasnya.