Kronologi Toxic Relationship Gareth Bale dan Zinedine Zidane di Real Madrid

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 18 Nov 2020, 10:58 WIB
Gelandang Real Madrid Gareth Bale (kanan) mendapat instruksi dari pelath Zinedine Zidane pada laga melawan Legia Warsawa di Pepsi Arena, Warsawa, Rabu (2/11/2016). (AFP/Janek Skarzynski)

Bola.com, Madrid - Sudah jadi rahasia umum bahwa hubungan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dengan Gareth Bale, tidak baik.

Hal tersebut telah dibantah secara terbuka oleh kedua belah pihak. Tetapi faktanya, Bale dan Zidane belum pernah bertemu langsung di Real Madrid selama lebih dari dua tahun hingga sekarang.

Advertisement

Bale telah meninggalkan Real Madrid dan kembali ke Tottenham Hostpur dengan status pinjaman. Bale tidak ingin terus bekerja dengan pemain Prancis itu, begitu pula Zidane dengan pemain Wales itu.

Hubungan Bale dengan Zidane mulai 'panas' sejak 26 Mei 2018 pada final Liga Champions 2017/2018 kontra Liverpool. Saat itu, Zidane mencadangkan Gareth Bale dan memilih Isco.

Bale yang turun pada menit ke-61, langsung mengamuk dengan membuat dua gol. Real Madrid pun menang 3-1 dan membawa pulang trofi ke-16 mereka. Bale juga menjadi pemain terbaik laga itu.

Bale tidak akan mengatakan bahwa Zidane tidak pernah mempercayainya. Namun, dia terus menjadi cadangan dan hubungan keduanya makin dingin.

"Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo tidak dapat dinegosiasikan. Jika mereka fit mereka akan selalu bermain," kata Zidane, dikutip dari Marca, Minggu (20/9/2020).

Zidane menepati janjinya. Tapi, masalah datang ketika performa Bale menurun dan diganggu cedera. Alhasil, Zidane harus mencari solusi lain.

Bale mengalami cedera pergelangan kaki, sementara Zidane makin pakem dengan platform 4-4-2 yang membuat Isco berkembang pesat.

Pada final Liga Champions 2016/2017, Zidane juga mencadangkan Gareth Bale. Pemain asal Wales itu baru masuk pada menit ke-77 menggantikan Karim Benzema.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pulangkan Saja Aku ke Tottenham..

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memberikan arahan kepada Gareth Bale, saat melawan Real Mallorca pada laga La Liga di Stadion Alfredo Di Stefano, Kamis (25/6/2020). Real Madrid menang 2-0 atas Real Mallorca. (AP/Bernat Armangue)

Namun, apa yang Zidane lakukan setahun kemudian adalah sesuatu yang sulit dimaafkan oleh Gareth Bale.

Bale dinomorduakan ketika final di Kiev dan dia meledak ketika dimasukkan, mencetak tendangan spektakuler dan tendangan jarak jauh yang membantu timnya meraih juara.

"Jika saya tidak bermain, saya harus pergi," kata Bale saat itu.

Gareth Bale masih terus berada di bawah bayang-bayang Cristiano Ronaldo. Tiga hari kemudian, yang membuat Bale senang, sang bos mengundurkan diri dari Real Madrid.

Namun pada 10 Maret 2019, Zidane kembali dan Bale mulai berpikir untuk meninggalkan Real Madrid.

"Saya tidak tahu apakah pikiran Bale ada di Real Madrid," kata Zidane pada April 2019 setelah kalah dari Rayo Vallecano.

Hubungan yang telanjur beku itu sulit mencair. Sampai pada akhirnya, Bale malas-malasan memperkuat Real Madrid pada musim ini. Musim lalu, Gareth Bale hanya tampil dalam 20 laga dengan mencetak 3 gol dan 2 assist di semua ajang.

Pada persiapan pramusim, Real Madrid sudah tak melibatkan Gareth Bale. Hingga akhirnya, Bale pun pulang ke Tottenham Hotspur walau dengan status pinjaman.

 

Sumber: Marca

Berita Terkait