Cerita Marwal Iskandar, Tinggalkan PSM untuk Gabung di Persikabo Malah Jadi Legenda Persikota

oleh Abdi Satria diperbarui 03 Okt 2020, 06:45 WIB
Marwal Iskandar. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Sosok Marwal Iskandar termasuk gelandang bertahan papan atas yang pernah beredar di Liga Indonesia. Pencapaian terbaiknya adalah membawa Persipura juara Liga Super Indonesia 2005.

Ia pun menjadi satu-satunya pemain yang pernah membela enam klub besar eks Perserikatan. Selain Persipura, Marwal Iskandar pernah berkostum PSM Makassar, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan PSMS Medan.

Advertisement

Meski begitu, Marwal menunjuk Persikota Tangerang sebagai tim yang meninggalkan banyak kenangan pada perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

Di Persikota, prestasi terbaik Marwal adalah membawa tim bayi ajaib menembus semifinal Liga Indonesia 1999-2000. Sayangnya, langkah mereka terhenti setelah kalah adu penalti 3-4 dari PK Bontang di Stadion Gelora Bung Karno, 20 Juli 2000.

Dalam channel YouTube Benteng Mania, Marwal mengungkapkan musim 1999/2000 adalah kesempatan paling besar buat Persikota membuat kejutan. Di mana langkah skuad Persikota yang ditangani Sutan Harhara sebagai pelatih kepala dan Rahmad Darmawan (asisten) terbilang mulus.

Setelah bertengger di peringkat tiga Wilayah Barat, Persikota mencuri perhatian dengan menduduki puncak klasemen Grup B 8 Besar. Padahal di grup itu bercokol Persija Jakarta, Arema Malang, dan Pelita Solo.

"Kekuatan utama Persikota saat itu adalah kekompakan. Baik dari seluruh elemen tim serta militansi suporter. Kondisi ini membuat pemain selalu merasa nyaman saat bertanding dan tampil dengan kemampuan terbaik dalam setiap laga," kata Marwal.

Bagi Marwal, menjadi pilar dan kemudian melegenda di Persikota tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Apalagi, ia meninggalkan PSM untuk memenuhi ajakan manajemen Persikabo Bogor.

Tetapi, setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, ia bertanya ke supir taksi, jarak cengkareng ke Bogor. "Supirnya bilang jauh. Saya pun berinsiatif minta diantar dulu ke lapangan Argo Pantes. Kebetulan, Persikota sedang menggelar seleksi pemain. Saya pun langsung bergabung," kenang Marwal Iskandar.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Berharap Persikota Kembali Ke Kasta Tertinggi

Pelatih PSPS Riau, Marwal Iskandar saat memimpin timnya melawan Persebaya pada laga 8 Besar Liga 2 Grup Y di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (18/11/2017). Persebaya Menang 1-0. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Marwal tak butuh waktu lama untuk memikat Persikota yang saat ditangani Andi Lala dan Rahmad Darmawan. Apalagi, ia memiliki modal yang baik yakni membawa PSM meraih runner-up Liga Indonesia 1995-1996, dan bersama tim Sulawesi Selatan menembus semifinal cabang sepak bola di PON 1996.

Permainnya yang agresif dan tanpa kenal lelah sebagai gelandang jangkar juga dibutuhkan Persikota. Persikota pun akhirnya menjadi tim pertama Marwal Iskandar di luar Makassar.

"Setelah dinyatakan lolos seleksi saya kembali ke Makassar untuk mengurus surat rekomandasi dari PSM. Meski terbilang klub baru, Persikota saat itu dikelola dengan profesional. Alhamdulillah manajemen PSM yang saat dikelola Pak Nurdin Halid melepas saya ke Persikota," terang Marwal.

Selain menjadi klub pertama yang ia bela diluar Makassar, Persikota juga menjadi klub yang dibelanya dengan durasi lama. Marwal baru meninggalkan klub Kota Tangerang itu pada 2001.

Itulah mengapa, Marwal memiliki ikatan kuat dengan Persikota, terutama dengan suporternya, Benteng Mania. Sebagai mantan pemain, Marwal berharap Persikota yang kini berstatus tim Liga 3 bisa kembali ke kasta tertinggi.

"Fokus dulu promosi ke Liga 2. Saya yakin itu bisa tercapai kalau dukungan pemerintah maksimal. Karena Liga 3 kan masih bisa menggunakan dana daerah. Pemain bagus, pelatih andal serta suporter militan bakal lebih solid bila mendapat sokongan dana yang bagus pula," pungkas Marwal.

Berita Terkait