10 Pesepak Bola Terbaik Satu Dekade Terakhir Bagian 1: Hebatnya Robert Lewandowski dan Neymar

oleh Ario Yosia diperbarui 16 Okt 2020, 10:10 WIB
Ilustrasi - Neymar, Gareth Bale, Robert Lewandoski (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah mendominasi persaingan elite sepak bola dunia selama satu dekade terakhir. Keduanya mengoleksi sembilan trofi Liga Champions di antara mereka. Itu belum dihitung rentetan gelar kompetisi dan turnamen domestik bersama klubnya.

Tetapi sementara duo legendaris ini telah menarik perhatian semua orang, ada beberapa pemain terkenal lainnya yang juga meninggalkan kesan yang cukup bagi penggemar selama dekade terakhir.

Advertisement

Tidak cukup sukses di level klub, tetapi para pemain pun juga harus tampil gemilang di tim nasional. Oleh karena itu, wajar apabila para pemain dianggap yang terbaik karena memiliki prestasi yang sama baiknya di level klub maupun tim nasional.

Pemain-pemain di masa lalu model, Pele, Johan Cruyff, Michel Platini, Diego Maradona, Ruud Gullit, akan selalu dikenang sepanjang masa dengan raihan gelar sepanjang kariernya.

Lantas, siapa saja pesepak bola terbaik dalam dekade terakhir ini?  Berikut bagian kedua 10 pemain terbaik satu dekade terakhir:

Video

2 dari 6 halaman

10. Robert Lewandowski

Penyerang Polandia, Robert Lewandowski berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bosnia dan Herzegovina dalam pertandingan UEFA Nations League di Wroclaw, Polandia, Rabu (14/10/2020). Polandia menang 3-0 atas Bosnia dan Herzegovina. (AP Photo/Czarek Sokolowski)

Sosok Robert Lewandowski telah terbukti mampu bermain konsisten bermain di level elite. Bersama Borussia Dortmund, sang striker berhasil menjadi penyerang papan atas dan mencetak 103 gol dari 187 kali penampilannya.

Menyeberang ke Bayern Munchen, bomber asal Polandia itu semakin menggila. Bersama Bavarians, Lewandowski mengecap sukses besar dan baru saja mengantarkan timnya meraih treble musim 2019-2020.

Robert Lewandowski baru saja dianugerahi gelar pemain terbaik UEFA. Catatan golnya pun semakin menanjak, bersama Die Roten ia telah mengoleksi 251 gol dari 294 kesempatannya.

3 dari 6 halaman

9. Neymar

Pemain Brasil Neymar (tengah) berebut bola dengan pemain Peru Renato Tapia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 di National Stadium, Lima, Peru, Selasa (13/10/2020). Brasil menang 4-2 dengan lewat hattrick dari Neymar. (Daniel Apuy, Pool via AP)

Neymar muda memesona banyak orang ketika bermain di Santos. Ia mampu melesakkan 70 gol dari 134 penampilannya.

Sang penyerang pun menjadi perebutan dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Blaugrana berhasil memenangkan persaingan tersebut, dan langsung merasakan dampak kehadirannya.

Bersama Lionel Messi dan Luis Suarez, Neymar menjadi salah satu trisula menakutkan di eranya bersama Barcelona. Trio MSN membius dunia.

Trisula tersebut juga yang mampu memberikan Barcelona treble winners keduanya pada 2015. Yang mengejutkan Neymar pindah ke Paris Saint-Germain dan menjadi pemain termahal dunia seharga 222 juta euro. 

4 dari 6 halaman

8. Gareth Bale

Pemain Timnas Wales, Gareth Bale, tampak serius mengikuti latihan jelang laga UEFA Nations League di Hensol, South Wales, Senin (31/8/2020). Wales akan berhadapan dengan Finlandia. (AFP/Geoff Caddick)

Terlepas konfliknya dengan Real Madrid dua musim terakhir. Gareth Bale pantas didapuk sebagai salah satu pemain terbaik dalam dekade terakhir.

Gareth Bale mulai meledak bersama Tottenham Hotspur, dan memukau penikmat sepak bola dunia ketika mencetak hattrick kala bersua dengan Inter Milan di Liga Champions 2010.

Penampilannya terus meroket dan kemudian ditebus Real Madrid pada 2013 seharga 101 juta euro. Harga yang menjadikannya pemain termahal saat itu.

Di musim-musim awalnya, penyerang asal Wales sukses besar bersama Los Blancos.

Bersama Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema, Real Madrid memiliki trio BBC yang menjadi saingan trio MSN milik Barcelona. 

Gareth Bale dikenang sebagai spesialis laga final, dan telah membantu El Real meraih empat trofi Liga Champions.

5 dari 6 halaman

7. Luis Suarez

Striker Uruguay, Luis Suarez, membawa bola usai mencetak gol ke gawang Ekuador pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Casa Blanca, Rabu (14/10/2020). Ekuador menang dengan skor 4-2. (Rodrigo Buendia/Pool via AP)

Musim panas ini Barcelona secara mengejutkan menyingkirkan salah satu pemain terbaiknya, Luis Suarez. Tandem dari Lionel Messi ini begitu krusial perannya sejak awal kedatangannya ke Blaugarana.

Bomber asal Uruguay itu merupakan pemain yang berhasil memutus dominasi Messi dan Ronaldo dalam persaingan El Pichichi (Top Scorer La Liga).

Kariernya begitu memesona di Spanyol. Suarez telah melesakkan 405 gol dan 236 assists selama 615 kali penampilannya di berbagai ajang internasional.

Bersama Barcelona, Suarez juga mendapatkan kesuksesan yang besar. Tercatat Suarez berhasil menyabet empat gelar La Liga plus treble winners di musim 2014-2015. Fans Barcelona akan merindukan kepergian sang striker.

6 dari 6 halaman

6. Dani Alves

Pemain Brasil, Neymar dan Dani Alves saat mengikuti sesi latihan jelang laga kualifikasi piala dunia 2018 di Barranquilla, Kolombia, Senin (4/9/2017). Brasil akan berhadapan dengan Kolombia. (AFP/Luis Acosta)

Ia menjadi pemain pertama yang berhasil meraih 40 trofi mempertegas betapa spesialnya Dani Alves.

Lebih dari 25 trofinya diraih selama sedekade terakhir. Di usianya yang kini memasuki 37 tahun Alves masih menjadi bagian dari Timnas Brasil.

Dani Alves pun menunjukkan bahwa dia merupakan pemain kelas atas dan tidak masalah main di mana pun. Setelah sukses bersama Barcelona, Alves berkelana ke Juventus dan Paris Saint-Germain. Di dua klub terakhir ia juga menikmati kesuksesan

Bersama negaranya pun Dani Alves baru saja menjadi MVP di Copa America 2019. Dani Alves juga dipuja karena perannya sebagai kapten tim yang mengantarkan Brasil juara di Stadion Maracana.

Sumber: Sportskeeda

Berita Terkait