Profil Kandidat Peraih Golden Boy Award 2020 Bagian 1: Alphonso Davies dan Eduardo Camavinga Curi Perhatian

oleh Rizki Hidayat diperbarui 18 Okt 2020, 16:14 WIB
Alphonso Davies, Mitchel Bakker dan Eduardo Camavinga. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Daftar nominasi Golden Boy Award 2020 telah resmi diumumkan. Dari 20 nama yang menjadi nomine, Alphonso Davies dan Eduardo Camavinga paling mencuri perhatian sepanjang tahun ini.

Golden Boy merupakan penghargaan yang dicetuskan oleh media asal Italia, Tuttosport. Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi pesepak bola yang berlaga di Eropa dan berusia di bawah 21 tahun.

Advertisement

Nantinya, dari 20 nama yang terpilih akan diumumkan satu pemenang. Sang pemenang dari penghargaan tersebut berdasarkan hasil voting yang dilakukan jurnalis media-media yang telah ditentukan.

Nama-nama besar seperti Anthony Martial, Renato Sanches, Kylian Mbappe, Matthijs de Ligt, dan Joao Felix pernah membawa pulang penghargaan Golden Boy dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun ini pun tak kalah menarik, karena banyak nama-nama baru yang sedang naik daun turut masuk dalam nominasi Golden Boy Award 2020. Lantas, siapa saja mereka? Berikut ini adalah ulasannya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 5 halaman

Mitchel Bakker (PSG)

8. Mitchel Bakker (PSG) - Bek berusia 20 tahun ini mulai dipercaya pelatih PSG untuk tampil di beberapa laga. Mitchel Bakker sendiri mampu membuktikan kepercayaan sang pelatih dengan performanya di lapangan. (AFP/Franck Fife)

Paris Saint-Germain terkenal dengan skuad yang bertabur bintang dan mewah. Namun, ada satu nama pemain muda yang berhasil menarik perhatian orang banyak. Dia adalah bek kiri berusia 20 tahun, Mitchel Bakker.

Sejatinya, Mitchel adalah produk asli akademi Ajax Amsterdam. Namun pada 2019, dia memutuskan untuk meninggalkan Ajax dan merantau ke Prancis setelah menolak tawaran perpanjangan kontrak.

Keputusan yang dibuat Mitchel tak lepas dari agennya yaitu Mino Raiola. Namun, Mitchel sempat diprediksi tak mampu menembus tim utama PSG. Pasalnya, posisi bek kiri Les Parisiens sudah diisi oleh Juan Bernat dan Layvin Kurzawa.

Berbekal kecepatan serta memiliki kemampuan teknis bagus ketika mengontrol bola, Mitchel perlahan mulai mencuri hati pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel.

Terbukti pada musim ini, pemain berpaspor Belanda tersebut sudah tampil enam kali bersama PSG, empat diantaranya sebagai starting eleven. Selain itu, dia juga sudah membukukan satu assist di Ligue 1 2020/2021.

3 dari 5 halaman

Eduardo Camavinga (Rennes)

Gelandang Prancis, Eduardo Camavinga membawa bola saat bertanding melawan Ukraina pada laga persahabatan Stade deFrance di Saint Denis, utara Paris, Rabu (7/10/2020). Prancis menang besar 7-1 atas Ukraina. (AP Photo/Francois Mori)

Nama Eduardo Camavinga tentu sudah tidak asing lagi di telinga penggemar sepak bola. Bocah ajaib asal Prancis itu berhasil mencuri perhatian orang banyak berkat performa apiknya bersama Rennes musim lalu.

Camavinga memulai karier sepak bola profesionalnya dengan masuk ke tim U-19 Rennes. Hanya butuh waktu satu tahun, Camavinga langsung promosi ke tim senior Rennes.

Menariknya, dia menjalani laga debut pada usianya yang baru 16 tahun dan menjadi pemain termuda yang bermain untuk Rennes.

Memiliki kemampuan dribble yang mumpuni, pandai mengatur distribusi bola, dan rajin menyuplai peluang membuat pelatih Rennes, Julian Stephan memberi kepercayaan penuh kepada Camavinga untuk bermain reguler di lini tengah Rennes.

Berkat performanya itu, pemain berusia 17 tahun tersebut dipanggil pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps untuk menjadi bagian skuat Les Bleus. Sejauh ini, Camavinga sudah mengantongi dua caps bersama Prancis dan membukukan satu gol.

4 dari 5 halaman

Jonathan David (Lille)

10. Jonathan David (Lille) - Wonderkid asal Kanada ini resmi bergabung dengan Lille pada bursa transfer musim ini. Jonathan David dilabuhkan dengan transfer mencapai 30 juta euro. (AFP/Denis Charlet)

Kanada bukanlah negara yang populer di kancah sepak bola Internasional. Namun, belakangan ini, tetangga Amerika Serikat tersebut mulai menghasilkan sederet talenta berbakat kelas dunia. Jonathan David menjadi satu di antara contoh talenta berbakat yang dimiliki Kanada.

Sejatinya, David adalah seorang gelandang serang dengan daya kreativitas yang tinggi. Tetapi, kecepatan dan insting golnya yang tajam membuat David terkadang harus di plot sebagai juru gedor utama atau penyerang sayap.

Terbukti musim lalu bersama KAA Gent, David tampil cukup produktif. Dia berhasil membukukan 18 gol dalam 27 penampilan di kasta elite Belgia dan berhasil menyabet gelar top skorer.

Torehan impresifnya itu membuat klub Ligue 1, LOSC Lille rela menggelontorkan dana sebesar 27 juta euro untuk memboyong pemain berusia 20 tahun itu pada bursa transfer musim panas 2020/2021.

 

5 dari 5 halaman

Alphonso Davies (Bayern Munchen)

1. Alphonso Davies (Bayern Munchen). Pemain berusia 19 tahun ini tampil cemerlang bersama Bayern Munchen pada musim 2019/2020. Berkat penampilan apiknya, tidak heran bila Davies menjadi kandidat peraih Golden Boy 2020. (AFP/Ben Stansall)

Satu lagi talenta Kanada yang berhasil menjelma sebagai salah satu pesepak bola top Eropa adalah Alphonso Davies. Yap, pemain kelahiran Ghana ini menjadi salah satu pemain kunci Bayern Munchen ketika meraih treble winners musim 2019/20 lalu.

Davies diboyong Munchen dari klub MLS, Vancouver pada tahun 2019 dengan mahar 10 juta euro. Dengan harga yang sangat murah, pemain berusia 19 tahun ini tampil di luar ekspektasi penggemar Munchen.

Terutama ketika dirinya diplot oleh Hansi Flick untuk menggantikan posisi David Alaba yang harus bergeser ke posisi bek tengah. Dengan kecepatan yang ia miliki, Davies mulai menggeser secara permanen bek sayap andalan Munchen tersebut.

Bahkan, Davies sampai mendapat julukan Road Runner oleh rekan setimnya di Munchen berkat kemampuan berlarinya yang mencapai 36,5 kmph. Selain itu, Davies juga mengalami peningkatan nilai pasar yang melejit tajam yang berada di angka 80 juta euro.

Sumber: Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Hendra Wijaya/Editor: Serafin Unus Pasi/Published: 16/10/2020)