5 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kekalahan Inter Milan atas Real Madrid: Diambang Turun ke Liga Europa

oleh Hendry Wibowo diperbarui 04 Nov 2020, 08:45 WIB
Penyerang Real Madrid, Rodrigo, mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020). Real Madrid menang dengan skor 3-2. (AP/Bernat Armangue)

Bola.com, Madrid - Real Madrid membungkam keraguan atas kiprah mereka di pentas Liga Champions 2020/2021. Pada matchday ketiga Grup B, Real Madrid menang dengan skor 3-2 atas Inter Milan.

Pada duel yang digelar di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB, Real Madrid unggul dua gol lebih dulu. Karim Benzema dan Sergio Ramos mencetak gol pada menit 25 dan 33.

Advertisement

Namun, Inter Milan mampu bangkit dan menyusul ketinggalan. Lautaro Martinez mencetak gol pada menit ke-35. Setelah itu, ada gol yang dicetak Ivan Perisic pada menit ke-68.

Real Madrid menunjukkan mental yang kuat. Pada menit ke-80, dua pemain pengganti, Vinicius Junior dan Rodrygo, berkolaborasi untuk mencetak gol. Rodrygo membawa Real Madrid menang 3-2.

Real Madrid meraih kemenangan pertama di Liga Champions 2020/2021. Lantas, pelajaran apa yang bisa dipetik dari laga Real Madrid vs Inter Milan?

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 6 halaman

Real Madrid Punya Lucas Vazquez

Selebrasi Sergio Ramos dan Lucas Vazquez saat Real Madrid menekuk Inter Milan di Liga Champions (AP)

Ketika Dani Carvajal cedera, lalu disusul Alvaro Odriozola, dan Nacho, fans Real Madrid mulai rindu pada kehadiran Achraf Hakimi. Awal musim lalu, bek kanan asal Maroko dijual ke Inter Milan dengan harga 40 juta euro.

Banyak yang menilai Zinedine Zidane membuat blunder dengan melepas Achraf Hakimi. Sebab, dia tampil begitu bagus bersama Dortmund selama dua musim terakhir.

Hakimi pemain top. Akan tetapi, Real Madrid punya banyak opsi di posisinya. Selain tiga nama di atas, masih ada Lucas Vazquez yang tampil sangat bagus sebagai bek kanan.

Kini, fans Real Madrid lebih memilih Hakimi atau Vazquez?

3 dari 6 halaman

Lagi-lagi Sergio Ramos

Bek Real Madrid, Sergio Ramos, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020). Real Madrid menang dengan skor 3-2. (AP/Bernat Armangue)

Sergio Ramos kembali menjadi aktor penting bagi permainan Real Madrid. Pemain 34 tahun itu menyumbang satu gol saat Real Madrid menang atas Inter Milan. Ini adalah gol ke-100 Sergio Ramos untuk Real Madrid.

Sergio Ramos mencetak gol lewat situasi sepak sudut. Mantan pemain Sevilla itu menanduk bola yang dikirim Toni Kroos. Sergio Ramos mampu lepas dari kawalan Stefan De Vrij.

Sergio Ramos kini menjadi pemain ke-19 yang mampu mencetak 100 gol atau lebih untuk Real Madrid. Uniknya, dari 19 pemain itu, hanya ada dua pemain belakang yakni Sergio Ramos dan Fernando Hierro.

4 dari 6 halaman

Positif dan Negatif

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memperhatikan pemainnya saat menghadapi Shaktar Donetsk pada laga Liga Champions 2020/2021 di Estadio Alfredo Di Stefano, Rabu (21/10/2020) malam WIB. Real Madrid kalah 2-3 oleh Shaktar Donetsk. (AFP/Gabriel Bouys)

Zinedine Zidane lagi-lagi membuat pergantian pemain yang bertuah. Seperti pada duel lawan Barcelona dan Gladbach. Di laga melawan Inter Milan, ada dua pergantian yang berdampak positif.

Pada menit ke-64, Zidane membuat keputusan memainkan Vinicius Junior dan Rodrygo. Eden Hazard dan Marco Asensio. Kedua pemain pengganti kemudian menjadi aktor gol kemenangan Madrid pada menit ke-80.

Hanya saja, ada catatan negatif dari permainan Madrid. Gawang Thibaut Courtois kembali gagal cleansheet. Real Madrid selalu kebobolan pada enam laga terakhir. Tentu ini bukan kinerja yang bagus.

5 dari 6 halaman

Kolaborasi Ivan Perisic dan Lautaro Martinez

Ivan Perisic usai mencetak gol ke gawang Real Madrid pada matchday 3 Liga Champions 2020/2021, Rabu (04/11/2020) dini hari WIB. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

Inter Milan memang kalah, tetapi bukan berarti tidak ada hal positif yang bisa didapat tim racikan Antonio Conte. Inter Milan tidak bermain buruk, terutama para pemain depannya.

Inter Milan sempat diprediksi akan limbung menyusul absennya Romelu Lukaku. Akan tetapi, duet Ivan Perisic dan Lautaro Martinez mampu tampil padu dan tajam.

Lautaro mencetak satu gol dan satu assist, sedangkan Perisic membuat satu gol. Permainan padu duet ini bakal memberi lebih banyak opsi di lini depan Inter Milan. Conte patut mencoba duo Perisic x Lautaro lagi di laga selanjutnya.

6 dari 6 halaman

Liga Europa?

Pemain Real Madrid, Lucas Vázquez, berebut bola dengan pemain Inter Milan, Ivan Perisic, pada laga Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020). Real Madrid menang dengan skor 3-2. (AP/Bernat Armangue)

Real Madrid hanya mendapat satu poin dari dua laga awal Grup B. Kalah dari Shakhtar dan imbang lawan Gladbach. Setelah hasil buruk itu, banyak yang memprediksi Real Madrid bakal terjerumus ke Liga Europa.

Namun, pada momen yang penting, Real Madrid mampu bangkit dan mendapat poin yang krusial. Real Madrid menang lawan Inter Milan dan kini mendapat empat poin. Madrid berada di posisi kedua klasemen.

Di sisi lain, Inter Milan justru kini dalam posisi sulit. Tim racikan Antonio Conte belum pernah menang pada tiga laga yang dilalui. Namun, Inter masih punya tiga laga untuk bersaing di Grup B.

Saat ini, Gladbach berada di puncak klasemen dengan lima poin, disusul Shakhtar dengan empat poin.

 

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, Published 04/11/2020)

Berita Terkait