Provinsi Lampung Siap Bangun Akademi Sepak Bola, Rahmad Darmawan Siap Berbakti

oleh Nandang Permana diperbarui 06 Nov 2020, 11:15 WIB
Rahmad Darmawan saat mendampingi Tira Persikabo melawan Kalteng Putra di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019). (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan menegaskan kesiapannya untuk berbakti kepada kampung halamannya, Lampung, untuk mengembangkan sepak bola di sana.

"Tergantung saya sebagai apa? Aaya juga terikat suatu pekerjaan profesional. Tapi, kalau hanya advisor atau direktur teknik yang tidak terlalu menyita waktu tidak masalah. Memang tujuan saya ingin memberikan hal positif," kata Rahmad kepada Bola.com, Jumat (6/11/2020).

Advertisement

Beberapa waktu lalu, pria yang pernah melatih Arema FC dan Sriwijaya FC ini diundang Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi untuk mempresentasikan pembangunan SSB.

Menurut pelatih yang akrab dipanggil RD ini memaparkan sebuah rancanangan SSB modern kepada gubernu yang tertarik melakukan pembinaan usia dini.

"Saya presentasikan kepada bapak gubernur terkait SSB, diklat yang modern. Saya sampaikan, jangan hanya mau mendirikan sekolah sepak bola, tanpa membangun infrastruktur. Persoalan utama di sepak bola Indonesia itu infrastruktur untuk latihan," ujarnya.

"Saya sampaikan juga kebutuhan empat lapangan latihan yaitu dua lapangan rumput biasa dan dua lapangan sinstetis dengan gedung pendukung lainnya untuk para siswa. Jadi, para siswa bukan hanya berlatih sepak bola, tapi juga mendapat pendidikan umum dan pendidikan agama," kata Rahmad Darmawan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Potensi Lampung

Rahmad Darmawan sedang berbicang dengan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. (Bola.com/Nandang Permana)

Lampung menurut RD, sangat berpotensi untuk melakukan pembinaan sepak bola. Selain memilih lahan, pemerintah daerah sangat antusias. Hal itu kata RD terlihat dari respons Gubernur yang langsung memerinahkan jajarannya untuk segera bergerak.

"Kalau sudah berdiri, meski ini proyek jangka panjang, karena untuk meraih hasilnya tentu harus melalui proses pembinaan. Bisa dimulai dari kompetisi di asprov PSSI Lampung, yang diikuti oleh 14 kabupaten dan diselengarakan pada akhir pekan. Tentu ini akan berdampak positif terhadap sektor lainnya seperti ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah dan juga pariwisata," tuturnya.

"Dan yang paling penting adalah bisa menyelamatkan anak muda dari pergaulan negatif. Selama ini di Lampung anak mudanya belum mempunyai tempat yang layak untuk menyalurkan cita-citanya sebagai pesepak bola. Dampak positifnya akan terasa bagi anak muda, jika SSB di Lampung ini segera dibangun. Dan bisa ditawarkan untuk kegiatan lainnya, misal TC Timnas," kata RD.

Berita Terkait