Bek Sayap Persib Berharap PSSI dan PT LIB Segera Memastikan Kick-off Lanjutan Shopee Liga 1

oleh Erwin Snaz diperbarui 13 Nov 2020, 18:30 WIB
Bek sayap Persib, Zalnando mengawal pemain Arema, Ridwan Tawainella, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang (12/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Bandung - Bek sayap Persib Bandung, Zalnando berharap PSSI dan PT LIB segera memastikan tanggal lanjutan Shopee Liga 1 2020 yang akan digulirkan pada Februari 2021, termasuk format kompetisi yang akan dipakai nanti.

Pasalnya, hingga saat ini, klub dan pemain belum mendapat kepastian tanggal resmi lanjutan Liga 1 2020.

Advertisement

"Harusnya jelaskan juga tanggal resminya berapa, jadwal resmi kapan, dan formatnya jelas. Jadi kami jelas kapan akan berkumpul untuk latihan. Soalnya hanya dijelaskan awal tahun tapi tidak tahu kapan," ungkap Zalnando, Jumat (13/11/2020).

Zalnando mengaku kecewa dengan keputusan penundaan Liga yang terhenti sejak Maret. Sebagai pemain, dia hanya bisa menerima.

"Tapi kami sikapi dengan positif saja dan Kami dikasih waktu buat persiapan lagi," ujar pemain bernomor punggung 27 di Persib ini.

Setelah Liga 1 ditunda hingga tahun depan, Persib meliburkan tim sampai dua bulan. Pemain yang di luar Bandung pun pulang kampung. Sementara, Zalnando yang asli Bandung, punya aktivitas lain untuk mengisi waktu.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dilarang Tarkam

Striker Persib Bandung, Geoffrey Castillion, berdiskusi dengan sang pelatih, Robert Alberts. (Bola.com/Erwin Snaz)

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts melarang keras pemainnya bermain tarkam selama tim diliburkan dua bulan.

Larangan itu sudah jelas ada dalam kontrak pemain. Intinya, pemain Persib tidak boleh melakukan aktivitas dengan organisasi lain.

"Jadi kami tidak memberi izin mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak dibolehkan dalam kontrak," jelas Robert Alberts, Kamis (5/11/2020) di Bandung.

Namun, menurut Robert, untuk spesial event diperbolehkan. Contohnya melakukan kegiatan amal atau semacamnya.

"Ya, kalau kegiatan amal boleh, apalagi ada manfaatnya, tapi mereka tidak diizinkan untuk melakukan sesuatu dengan organisasi yang lainnya," ungkap pelatih asal Belanda ini.

Tidak hanya tarkam, pemain Persib juga dilarang bermain sepak bola walaupun hanya sekadar fun football.

"Fun football dilarang juga. Semua sudah jelas dalam klausul kontrak para pemain," kata pelatih berusia 65 tahun ini.

 

Berita Terkait