M. Fakhrudin Bicara soal Kariernya sebagai Pelatih dan Kota Sidoarjo

oleh Abdi Satria diperbarui 25 Nov 2020, 20:36 WIB
Eks pemain Arema dan juga Deltras, M. Fakhrudin. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Usai berpertualang dengan 13 klub dan 17 tahun berstatus sebagai pemain, M. Fakhrudin kini meneruskan karier sepak bola dengan menjadi pelatih. Pria kelahiran Sidoarjo, 14 April 1982 ini terakhir tergabung bersama tim pelatih Madura FC yang berkompetisi di Liga 3 Asprov Jawa Timur.

Hanya saja pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membuat kompetisi terhenti dan aktivitas tim vakum."Padahal manajemen Madura FC terbilang profesional memenuhi kebutuhan tim," ujar M. Fakhrudin dalam channel YouTube Omah Balbalan.

Advertisement

Sebelumnya, M. Fakhrudin pernah menangani klub Liga 3 Jawa Timur lainnya, Persekabpas Pasuruan dan tim Porprov Sidoarjo. "Saya sudah memutuskan berkarier di sepak bola. Itulah mengapa saya terus berusaha menambah pengalaman dan ilmu kepelatihan," ujar M. Fakhrudin yang kini sudah mengantongi sertifikat kepelatihan lisensi C-AFC/PSSI ini.

Sebagai putra asli Sidoarjo, M. Fakhrudin juga memiliki kepedulian tinggi pada perkembangan sepak bola di daerah asalnya itu. Di mata seorang pemain yang membawa Arema Indonesia meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2009/2010, Sidoarjo sejak dulu memiliki banyak pemain bertalenta.

Seperti di antaranya Nurul Huda, Uston Nawawi, Sutaji, Rendy Irwan, Lucky Wahyu, dan Hariono. Teranyar adalah Brylian Aldama yang saat ini memperkuat tim nasional Indonesia U-19.

Tak hanya itu, Sidoarjo juga memiliki stadion bertaraf internasional yang kerap dipergunakan untuk laga resmi timnas Indonesia baik junior mau pun senior. "Sayang, Sidoarjo tak punya tim yang bermain di kasta tertinggi," ungkap Fakruddin.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Deltras Sidoarjo

M. Fakhrudin dkk. mewaspadai kebangkitan Laga FC, jelang pertemuan kedua tim di Kediri, Sabtu (4/6/2016). (Bola.com/Robby Firly)

Sejatinya, sepak bola Sidoarjo pernah menggeliat bersama klub Deltras Sidoarjo yang sebelumnya bernama Gelora Dewata. Kehadiran Gelora Dewata jelang Liga Indonesia musim 2001 dengan berpindah markas dari Bali ke Sidoarjo sempat membuat tetangga Surabaya ini bergairah.

Meski tak pernah meraih trofi juara Liga Indonesia, klub yang didirikan oleh mendiang HM. Mislan pada 1989 ini sempat mencuri perhatian dengan mendatangkan sejumlah pemain berkelas baik lokal maupun asing.

Sebut saja Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf, Danilo Fernando, Cristiano Lopez dan Marcio Souza. Namun, setelah terdegradasi pada musim 2011/2012, pamor Deltras terjun bebas.

Kini, mereka berkiprah di Liga 3 zona Jatim. "Kalau Sidoarjo memiliki klub yang main di Liga 1, saya yakin sepak bola daerah ini kembali bangkit," pungkas M. Fakhrudin.

 

Sumber: channel YouTube Omah Balbalan

Berita Terkait