Ini Berkah Terselubung yang Dirasakan Bambang Pamungkas Selama Pandemi COVID-19

oleh Abdi Satria diperbarui 26 Des 2020, 10:00 WIB
Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Makassar - Pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia jadi alasan utama pihak kepolisian belum mengeluarkan izin buat PT Liga Indonesia Baru kembali menggelar kompetisi Shopee Liga 1.

Ketidakpastian ini disikapi secara beragam oleh pelaku dan insan sepak bola di Tanah Air. Termasuk di antaranya Bambang Pamungkas, legenda Persija Jakarta dan Tim Nasional Indonesia yang kini berstatus manajer tim Macan Kemayoran.

Advertisement

Dalam channel Youtube milik pemain Persija, Marc Klok, Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, menjadikan kondisi ini sebagai berkah terselubung buat dirinya bersama keluarga.

"Saya mengambil sisi positifnya saja. Kompetisi tertunda karena COVID-19 membuat saya mendapatkan waktu lebih banyak berkumpul dengan keluarga dan menjalankan hobi saya di luar sepak bola," ujar Bepe.

Bambang mengungkapkan selama berkarier selama 20 tahun di sepak bola profesional, sejatinya ia selalu merindukan bisa berkumpul dengan keluarga tanpa memikirkan sepak bola.

Dia merujuk aktivitasnya ketika masih aktif sebagai pemain dan kemudian menjadi manajer. Dimana hari-harinya lebih banyak untuk melakukan aktivitas di lapangan untuk berlatih, bandara, hotel dan bertanding.

"Dalam periode itu, dalam hati kecil saya terdalam, sejatinya saya sadar, bahwa saya dan keluarga butuh waktu yang lebih banyak untuk berkumpul bersama," papar Bepe.

Bahkan ketika masih aktif sebagai pemain, keluarga pun ikut terlibat mendukung aksi Bambang di lapangan hijau. Bepe mengungkap dua sosok yang paling rajin melontarkan kritik terkait penampilannya yakni sang ayah, H. Misranto dan istri tercinta, Tribuana Tungga Dewi.

"Meski saya bermain bagus dan mencetak gol, usai laga, keduanya langsung menelpon saya dan melontarkan kritik. Bagi saya, apa yang mereka lalukan adalah bentuk cinta dan perhatian agar saya bisa tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya," terang Bepe.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Memasak, Membaca dan Menulis Buku

Seorang penonton menunjukan tanda tangan yang didapatkannya dari sang idola, Bambang Pamungkas, pada buku biografi milik sang pemain. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selain bisa berkumpul dengan keluarga, Bambang Pamungkas mengaku bisa melakukan hobinya di luar sepak bola selama pandemi virus corona. Adalah memasak, membaca dan menulis buku. Aktivitas ini merupakan bagian dari prinsip hidup Bepe yang ingin selalu melakukan hal positif dan berguna buat orang lain.

"Saya ingin apa yang saya lakukan jadi inspirasi buat orang lain. Karena bagi saya, kesuksesan itu adalah bagaimana orang lain berhasil berkat mengambil sisi baik dari saya," tutur Bepe.

Itulah mengapa, di luar kehidupan sepak bola, Bepe sesekali menyempatkan diri menjadi motivator dan pembicara publik untuk menginspirasi orang lain terutama para pemain muda.

"Semua orang termasuk pesepak bola pasti mengalami periode baik dan buruk dalam perjalanan hidupnya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya," tegas Bepe.

Pada kesempatan itu, Bepe juga menjelaskan alasan dirinya enggan berkomentar banyak di media atau sekadar memenuhi permintaan wawancara.

Bepe mengaku sejak 2003, ketika dirinya berada pada periode puncak karier, ia memutuskan menjaga diri dari publikasi yang berlebihan.

"Pujian bagi saya justru berbahaya karena membuat kita terlena dan puas sehingga kehilangan fokus pada impian. Padahal, sejak kecil saya sudah membangun impian yang besar," pungkas Bepe.

Berita Terkait