Nostalgia Boy Jati Semusim di Persib, Bak Dapat Hadiah Mobil Mercedes Lalu Hengkang karena Tak Nyaman

oleh Abdi Satria diperbarui 28 Jan 2021, 16:08 WIB
Boy Jati Asmara. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Bandung - Aksi Boy Jati Asmara sebagai striker pernah mewarnai kompetisi sepak bola Tanah Air, termasuk di Persib Bandung. Di lapangan hijau, Boy Jati dikenal sebagai penyerang eksplosif dengan power prima.

Pencapaian terbaiknya adalah membawa PSMS Medan menembus final musim 2007-2008 sebelum takluk ditangan Sriwijaya FC dengan skor 1-3 di Stadion Jalak Harupat Palembang, 10 Februari 2008. Sebelumnya, jelang awal musim itu, Boy dan tim Ayam Kinantan meraih trofi juara Piala Emas Bang Yos 2006.

Advertisement

Di ajang itu, PSMS mengalahkan PSIS Semarang lewat drama adu penalti di Stadion Lebak Bulus Jakarta, 15 Desember 2006. Boy tercatat memperkuat 11 tim dalam 16 musim karier profesionalnya sebagai pemain. Satu musim di antaranya dilakoni Boy dengan berkostum Persib Bandung pada 2005-2006.

Karier singkat di Maung Bandung yang notabene tim kota kelahirannya tentu menimbulkan pertanyaan tersendiri. Terkait hal ini, Boy mengungkap cerita pengalamannya berkostum Persib di channel Youtube Jurnal Opa. Menurut Boy, sejatinya ia tak menyangka bisa mendapat tawaran Persib setelah memperkuat Persipura Jayapura pada musim sebelumnya.

Baginya, tak mudah bagi seorang pemain berkostum Maung Bandung. Apalagi, ketika masih berstatus pemain junior di PS UNI, ia kerap mendengar cerita dari para seniornya betapa sulitnya mendapatkan tempat di Persib.

"Tekanan dan tantangan di Persib sangat tinggi. Kalau tampil bagus, seorang pemain mendapat pujian setinggi langit begitu pun sebaliknya. Alhasil banyak pemain bintang dan berstatus pemain Timnas Indonesia justru meredup di Persib," kenang Boy Jati.

Itulah mengapa, Boy tak pernah bermimpi menjadi pemain Persib. Ia menjadikan Persijatim Jakarta Timur sebagai klub profesional pertamanya setelah berkutat di level junior pada 2004. Termasuk menjadi bagian tim nasional U-19. Boy Jati akhirnya menyetujui tawaran Persib karena ingin merasakan dan membuktikan sendiri cerita para seniornya itu.

"Sebagai pemain asli Bandung, kala itu saya merasa seperti mendapat hadiah mobil mercedez usai resmi berstatus Persib Bandung."

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Tak Nyaman dan Putuskan Tinggalkan Persib

Eks Persib Bandung, Boy Jati Asmara. (Bola.com/Erwin Snaz)

Boy merasakan kerasnya persaingan untuk mendapatkan menit bermain yang banyak di Persib. Dalam semusim, ia tercatat hanya tampil dalam 12 partai dengan koleksi 4 gol.

Di lini depan, ia kerap berduet dengan Ekene Ikenwa, striker berpaspor Nigeria. Sebagai striker yang memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi buat tim, kondisi ini membuat Boy Jati tak nyaman. Meski begitu, Boy terus berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya saat dimainkan.

Namun, jelang musim 2006/2007, Boy akhirnya memutuskan meninggalkan Persib. Ia semakin tak nyaman setelah pengurus Persib berniat menerapkan sistem seleksi untuk menentukan skuad dibawah penanganan pelatih asal Polandia, Marek Janota.

"Saya pergi bukan karena merasa tak mampu bersaing di seleksi. Saya hanya menunjukkan ke pengurus Persib bahwa cara mereka tidak sepenuhnya benar," tegas Boy.

Menurut Boy, seharusnya sistem seleksi tidak diberlakukan buat pemain lama. "Mereka kan punya data base penampilan setiap pemain. Jadi, kalau dinilai berkualitas atau punya prospek untuk apa harus seleksi," papar Boy.

Boy hengkang dan memenuhi tawaran PSMS Medan yang sedang membangun tim dengan bermaterikan mayoritas pemain muda. Saat itu, kisaran usia pemain di PSMS adalah 23-25 tahun.

Boy membuktikan kapasitasnya dengan membawa PSMS lolos ke final musim 2007-2007 dan meraih tiket otomatis ke Liga Super Indonesia musim berikutnya. Sementara Persib hanya bertengger di peringkat lima Wilayah Barat dan tak lolos ke babak 8 Besar.

Berita Terkait