Jika Kompetisi Tak Kunjung Bergulir, Arema FC Khawatirkan Prestasi Timnas Indonesia di SEA Games

oleh Iwan Setiawan diperbarui 12 Feb 2021, 13:30 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyapa Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Pertemuan antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Menpora, dan Polri pada Rabu (10/2/2021) lalu di Jakarta masih belum membuahkan hasil. Harapan mendapat izin keramaian dari Polri untuk menggelar kompetisi belum diberikan.

Meski begitu, semua paparan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sedang dikaji lebih dalam oleh Kepolisian. Arema FC sebagai peserta kompetisi berharap izin itu segera turun. Bukan sekedar membuat klub eksis kembali, tetapi efeknya juga sampai ke timnas.

Advertisement

"Kompetisi itu muaranya ke timnas. Adapun pada 2021, satu agenda yang belum delay adalah SEA Games 2021 di Vietnam. Kalau tidak ada kompetisi, saya khawatir timnas jadi bulan-bulanan di ajang itu," kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Dia melanjutkan, kompetisi di Asia Tenggara semuanya masih berjalan di tengah pandemi virus corona. Hanya Indonesia yang hampir setahun berhenti.

"Vietnam yang jadi tuan rumah SEA Games justru terus berjalan kompetisinya. Kalau kasus corona tinggi, pertandingannya digelar tanpa penonton," lanjutnya.

"Kalau sedang rendah, digelar dengan kehadiran penonton. Yang paling dekat, Malaysia, musim 2020 lalu juga dituntaskan. Musim ini juga akan berjalan meski sempat delay," sambung GM Arema FC itu. 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Tak Maksimal Tanpa Kompetisi

Pemain Timnas Indonesia berjalan menuju lapangan saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saat ini, Timnas Indonesia menggelar pemusatan latihan di Jakarta untuk persiapan SEA Games. Bagi manajemen Arema, sebagus apapun pelatih dan program pemusatannya, itu tidak akan maksimal tanpa adanya kompetisi.

"Beda ceritanya jika timnas ke luar negeri ikut kompetisi di sana. Kalau pemusatan latihan hanya beberapa pekan, atau ke luar negeri beberapa pekan dengan uji coba, rasanya tidak maksimal. Karena setelahnya pemain kembali tidak merasakan kompetisi. Di klub juga masih vakum latihan," tegas Ruddy.

Beda ceritanya jika izin keramaian dari Polri sudah dikantongi, klub bakal membuat rencana latihan kembali. Setelahnya, ada ajang pemanasan untuk persiapan kompetisi, sehingga kondisi semua pesepak bola Tanai Air kembali terjaga.

"Sepak bola ini bukan olahraga instan. Butuh persiapan. Toh kalau izin keluar sekarang, itu juga untuk rencana kompetisi setelah Hari Raya Idulfitri. Namun klub bisa melakukan persiapan sebelumnya," imbuhnya.