Taufiq Kasrun Kenang Pengalaman Berlatih di Belanda dan Nyaris Berkostum Persija

oleh Abdi Satria diperbarui 09 Apr 2021, 13:15 WIB
Ilustrasi - Konten Youtube Taufiq Kasrun (Bola.com/Adreanus Titus/ Foto: Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Taufiq Kasrun merupakan pilar penting Tim Nasional Indonesia U-23 yang berlatih ke Belanda pada 2006. Program latihan ini merupakan bagian persiapan skuad Garuda Muda menghadapi Asian Games 2006 dan kualifikasi Olimpiade 2008.

Selama enam bulan di negeri Kincir Angin, Taufiq Kasrun dan kawan-kawan ditangani Foppe de Haan, pelatih yang sukses membawa Belanda juara Piala Eropa U-21 pada 2006. Ia didampingi pelatih lokal, Bambang Nurdiansyah.

Advertisement

Dalam channel Youtube Omah Balbalan, Taufiq Kasrun menceritakan pengalamannya selama menimba ilmu sepak bola di Belanda. Terutama soal adaptasi dengan cuaca dan makanan. Soal cuaca misalnya, Taufiq beserta pemain lainnya tetap berlatih keras ditengah temperatur udara yang minus.

Lidah orang Indonesia juga tak terbiasa dengan menu yang disediakan. Setiap hari mereka hanya menyantap roti, spaghetti dan steak tanpa nasi. Seluruh pemain pun wajib menjaga berat badan dan kondisinya karena secara berkala tim melakukan pemeriksaan kondisi pemain.

"Awalnya kesulitan juga. Sampai sempat berpikir suasana seperti ini berat. Alhamdullah setelah dijalani akhirnya bisa juga," kata Taufiq yang kemudian diplot sebagai kapten tim.

Seperti diketahui, Timnas U-23 gagal berprestasi di Asian Games 2006. Taufiq enggan mengungkap secara gamblang penyebab antiklimaksnya penampilan tim kala itu di Doha. Ia hanya menunjuk faktor home sick yang melanda mayoritas pemain serta perubahan fisik anggota skuad Garuda.

"Kami sempat satu bulan melakukan persiapan di Doha. Di sana menu yang disediakan hampir sama dengan Indonesia seperti nasi dan makanan berlemak. Mungkin itu penyebabnya," kata Taufiq.

Sepulang dari Doha, Taufiq kembali memperkuat Persela Lamongan meski banyak mendapat tawaran tim lain yang ingin memakai jasanya. Pada musim 2007/2008, Taufiq berhasil meloloskan Persela ke Liga Super Indonesia musim berikutnya.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Nyaris Berskostum Persija

Taufiq Kasrun. (Istimewa)

Usai musim itu, Taufiq Kasrun mengaku mendapat tawaran dari manajemen Persija Jakarta jelang musim 2008. Dengan pertimbangan ingin meningkatkan kariernya, Taufiq pergi ke Jakarta. Padahal manajemen Persela ingin mempertahankankannya dengan nilai kontrak yang lebih besar dari musim sebelumnya. Pada saat itu juga, Taufiq mau menikah.

Di Persija, Taufiq sempat mengikuti latihan di bawah penanganan pelatih Danurwindo. Setelah lima hari latihan, Taufiq memutuskan pulang ke Lamongan karena tak kunjung mendapat kejelasan. Saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Taufiq mengaku sempat mendapat telepon dari Ferry Indrasjarief yang saat itu menjadi wakil manajer Persija yang meminta bersabar satu atau dua hari ke depan.

Tapi, Taufiq menolak secara halus. Pada momen itu, turut ada telepon dari Harry Ruswanto dari manajemen Persitara Jakarta Utara yang memberikan jaminan kontrak langsung. Harry pun menjemput Taufiq dan membawanya ke Persitara. Di klub ini, Taufiq mengalami masa sulit karena gajinya tertunggak berbulan-bulan.

Pada akhir musim, ia pun kembali ke Persela yang memintanya kembali. Taufiq berkostum Persela pada musim 2009-2012. Selepas musim 2012 yang berakhir di peringkat empat klasemen, Taufik hengkang ke Sriwajaya FC pada 2013. Tapi, ia hanya setengah musim bermain di tim asal Palembang itu dan kembali ke Persela sampai 2017.

Selepas dari Persela, Taufiq kemudian berturut berkostum Kalteng Putra, Persiraja Banda Aceh, Persiba Balikpapan dan PS Hizbul Wathan Sidoarjo. Kini, jelang musim 2021, Taufiq mengungkapkan sudah dihubungi oleh tim yang ingin memakai jasanya.

Namun, ia menegaskan, bisa saja ia pensiun sebagai pemain bila Persela ingin memakai jasanya sebagai pelatih tim usia muda. Kebetulan, Taufiq sudah mengantongi lisensi kepelatihan B-AFC.

"Sebagai putera asli Lamongan, saya tentu ingin menjadi bagian Persela. Kalau jadi pemain mungkin sulit karena faktor usia. Saya ingin menjadi bagian pembinaan pemain usia muda Persela. Apalagi saya dan keluarga menetap di Lamongan," pungkas Taufiq yang juga membuka usaha toko olahraga di Lamongan ini.

 

Sumber: Youtube Omah Balbalan

Berita Terkait