Ahli Gizi Bagi Tips Menu Sahur dan Berbuka untuk Pebulutangkis Pelatnas yang Berpuasa Ramadan

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 17 Apr 2021, 04:30 WIB
Ekspresi Shesar Hiren Rustavito saat tampil di perempat final Thailand Masters 2020, Jumat (24/1/2020). (Humas PBSI)

Bola.com, Jakarta - Ahli Gizi baru pelatnas PBSI, dr. Vetinly dan dr. Paulina Toding, memanggil tim tunggal putra utama pada Jumat (16/4/2021).

Bertempat di ruang rapat Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pemanggilan ini dimaksudkan untuk saling berkonsultasi terkait pemenuhan gizi dan nutrisi para atlet, termasuk saat Ramadan

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, ahli gizi juga memberikan pesan kepada atlet yang akan menjalankan puasa Ramadan di tengah padatnya jadwal latihan.

"Yang perlu diperhatikan atlet agar tetap fit dan imun terjaga saat menjalankan puasa adalah kecukupan kalori, komposisi makanan serta cairan dan elektrolit," kata Vetinly.

"Bagi atlet yang mau tetap berpuasa, harus memperhatikan asupan makan ketika sahur dan berbuka puasa. Tentu saja selain memperhatikan kecukupan kalori, komposisi makanan yg diasup juga perlu diperhatikan. Yang sebaiknya dikurangi adalah makanan yang tinggi akan lemak jenuh. Perbanyak karbo kompleks, serat dan protein," sambungnya..

Vetinly juga membagikan tips menu sahur dan berbuka puasa Ramadan yang bisa dikonsumsi para atlet.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Air Putih untuk Buka Puasa

Ahli Gizi baru pelatnas PBSI, dr. Vetinly dan dr. Paulina Toding, memanggil tim tunggal putra utama pada Jumat (16/4/2021). (Media PBSI)

"Menu sahur sebaiknya adalah lengkap mengandung semua makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) serta micronutrien (vitamin dan mineral)," kata Vetinly. 

"Tentu saja diusahakan karbohidrat berasal dari karbohidrat kompleks dan serat yang cukup agar bisa menyediakan energi yang cukup sepanjang hari. Dan tidak lupa asupan protein juga penting untuk memberi efek kenyang lebih lama," imbuh Vetinly.

Bagaimana untuk menu berbuka? 

"Untuk buka puasa, sebaiknya diawali dengan air putih satu-dua gelas, lalu dilanjutkan dengan karbohidrat sederhana seperti jus buah atau buah kurma. Untuk menu-menu takjil seperti kolak, yang banyak lemak jenuh, santannya bisa diganti dengan susu low fat atau fiber creme," kata dia. 

Berita Terkait