4 Poin Krusial yang Diputuskan pada Kongres Tahunan PSSI 2021

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 30 Mei 2021, 10:15 WIB
Menpora RI, Zainudin Amali, Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, foto bersama saat Kongres PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). Kongres tersebut akan membahas kepastian Liga 1 dan 2 musim 2021-2022. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - PSSI telah merampungkan Kongres Tahunan 2021 yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). Terdapat sejumlah keputusan krusial yang ditetapkan pada kongres berdurasi hampir tiga jam tersebut.

Kongres Tahunan PSSI 2021 dibuka secara seremonial oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Kongres tersebut juga dihadiri Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, dan Ketua Umum KONI, Marciano Norman.

Advertisement

Kongres tahun ini kembali digelar secara tatap muka dengan menegakkan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta kongres diwajibkan untuk melakukan swab test untuk bisa menghadiri kegiatan tersebut.

Sebanyak 87 voters menjadi peserta pada Kongres Tahunan PSSI 2021. Mereka berasal dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, Asosiasi Futsal Indonesia, Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia, dan Asosiasi Pelatih Indonesia.

Tak banyak drama yang terjadi dalam Kongres Tahunan PSSI 2021. Hal itu terjadi karena seluruh peserta menyetujui sejumlah keputusan yang diambil dalam kegiatan tersebut.

Bola.com mencatat ada empat keputusan krusial yang didapat dari Kongres Tahunan PSSI 2021. Berikut ini adalah empat putusan krusial yang dihasilkan pada kegiatan tahunan tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 5 halaman

Sistem Baru Liga 1

Pemain Bali United, Fadil (kanan), berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)

Kongres Tahunan PSSI 2021 memutuskan format anyar Liga 1 2021/2022. Kompetisi elite di Indonesia itu bakal menggunakan format series dan akan dimulai pada 10 Juli 2021.

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, menyebut Liga 1 2021/2022 akan diselenggarakan sebanyak 6 series. Nantinya, kompetisi itu akan digelar lengkap dengan sistem promosi dan degradasi.

"Liga 1 2021-2022 tetap menggunakan kompetisi penuh dengan 306 pertandingan. Akan tetapi, sistemnya yang dibedakan. Kalau tadinya home and away masing-masing, sekarang bubble to bubble dengan konsep kurang lebih seperti Piala Menpora 2021," kata Iwan Budianto.

"Satu setengah bulan dijadikan dalam satu kota, bertanding di beberapa stadion, kemudian dikembalikan ke home ground masing-masing untuk latihan selama satu bulan, untuk menghindarkan kejenuhan. Kemudian kembali lagi ke dalam sistem bubble. Jumlahnya ada enam series. Kotanya berubah-ubah," ucap Iwan Budianto.

3 dari 5 halaman

Pengesahan Nama Baru

Raffi Ahmad dalam preskon Rans Cilegon FC di Kemayoran. Adrian.putra / Fimela

PSSI merestui pergantian nama ratusan klub Liga 2 dan Liga 3 dalam Kongres Tahunan PSSI 2021. Iwan Budianto, memastikan klub-klub yang sudah mendapatkan restu dipersilakan untuk menggunakan nama baru.

"Ada beberapa penambahan klub dan ada persetujuan pengubahan nama. Itu jumlahnya ratusan jadi enggak mungkin kami sebut satu persatu, saya rasa ada Liga 3 dan Liga 2. Liga 1 enggak ada," kata Iwan Budianto.

Dengan demikian, RANS Cilegon FC, Muba BaBel United, Dewa United, dan PSG Pati sudah bisa menggunakan namanya. Adapun untuk Bhayangkara Solo FC dan Persikabo 1973 batal digunakan.

Iwan Budianto menyebut, kedua klub tersebut batal berganti nama, karena tidak mengirimkan surat resmi kepada PSSI. Keduanya dipastikan akan menggunakan nama lama yakni Bhayangkara FC dan Tira Persikabo.

"Ada dua klub liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama yaitu Bhayangkara FC jadi Bhayangkara Solo. PS Tira jadi PS Tira Persikabo," jelas Iwan.

"Akan tetapi, sampai akan dinaikkan sebagai agenda kongres tak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kita tahu mereka tidak jadi berubah nama," lanjutnya.

4 dari 5 halaman

Padatnya Program Timnas

Timnas Indonesia Vs Afghanistan. (Twitter PSSI).

Timnas Indonesia memiliki agenda yang padat sepanjang 2021. PSSI menyebut, Timnas Indonesia akan berlaga pada ajang bergengsi mulai dari senior hingga kelompok umur.

PSSI terus berkomunikasi dengan AFC terkait jadwal pasti turnamen yang akan diikuti Timnas Indonesia. Hal itu dilakukan untuk bisa memiliki persiapan yang cukup.

"Pada Oktober ada Piala AFC U-23 yang saat ini lagi proses komunikasi dengan AFC. Kemudian November ada SEA Games dan Desember ada Piala AFF untuk Timnas Indonesia senior," ucap Iwan Budianto.

5 dari 5 halaman

Nasib Kompetisi Lain

Gelandang Tira Persikabo, Safira Ika, berebut bola dengan bek Persib Bandung Putri, Desy Amelia, pada laga Liga 1 Putri di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12). Persib Putri juara Liga 1 Putri 2019.(Bola.com/Yoppy Renato)

PSSI memutuskan untuk meniadakan kompetisi Liga 1 Putri pada musim ini. Hal itu dikarenakan situasi pandemi COVID-19 yang membuat penyelenggaraan tidak akan maksimal.

"Liga 1 Putri ditiadakan tahun ini. Akan tetapi, kalau Piala Pertiwi tingkat Asprov kami mulai pada Agustus 2021," ujar Iwan Budianto.

Namun, PSSI tetap akan menggelar Elite Pro Academy (EPA) untuk kelompok umur. Adapun Liga 3 rencananya digelar Juli sampai November 2021.

"EPA digelar Juli sampai Agustus untuk U-20, U-18, dan U-16. Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13 akan dimulai Agustus sampai Desember. Untuk Liga 3 tingkat provinsi bulan Juli sampai Oktober, kemudian di tingkat regional digelar November, Desember tingkat nasional sampai final untuk promosi ke Liga 2," ucap Iwan Budianto.

Berita Terkait