Wawancara Samsul Arifin: Penundaan Kompetisi dan Potensi PSS di Liga 1

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 07 Jul 2021, 08:45 WIB
Wawancara Eksklusif - Samsul Arifin (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Sleman - Kompetisi sepak bola Indonesia kembali terganggu oleh meningkatnya angka kasus COVID-19. Kick-off Liga 1 musim 2021/2022 yang seharusnya digelar pada Jumat (9/7/2021) urung dilaksanakan dan ditunda setidaknya hingga akhir Juli 2021.

PSSI maupun operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru, menunda Liga 1 menjadi akhir Juli atau Agustus mendatang. Tentu ini menjadi sebuah pukulan telak bagi klub yang sudah melakukan persiapan dengan matang.

Advertisement

Satu di antaranya adalah PSS Sleman, tim besutan Dejan Antonic yang telah berlatih selama dua bulan terakhir. Skuad PSS juga telah menjalani pemusatan latihan hingga ke Bekasi dan melakoni beberapa laga uji coba dengan tim kasta kedua.

Alhasil, PSS pun meliburkan segala aktivitas latihan sejak adanya keputusan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali, setidaknya hingga 20 Juli mendatang.

Satu pemain PSS Sleman yang tengah naik daun, Samsul Arifin, memiliki pandangan tersendiri mengenai kondisi persepakbolaan nasional yang masih terganggu COVID-19.

Sementara di sisi lain, pemain asal Pasuruan tersebut menjadi andalan di sektor kiri pertahanan PSS, seperti yang diperlihatkannya di Piala Menpora 2021. Ia menjadi satu di antara beberapa kunci permainan PSS yang melaju hingga semifinal.

Berikut petikan wawancara Bola.com dengan Samsul Arifin, megnenai beberapa hal terkait kariernya yang tengah moncer di PSS Sleman maupun tentang sikapnya terkait tertundanya Liga 1 dan PPKM yang tengah diterapkan oleh pemerintah.

Video

2 dari 3 halaman

Aktivitas Tim yang Diliburkan dan Liga 1 yang Tertunda

Bek kiri PSS Sleman, Samsul Arifin dalam sesi latihan di lapangan Yogyakarta Internasional School (YIS), Sleman. (Dok PSS Sleman)

Apa kabar Samsul Arifin, sejak kapan aktivitas latihan tim PSS diliburkan?

Alhamdulillah kabar baik. Saya masih di mes karena tim diliburkan, tapi tidak bisa pulang ke rumah masing-masing. Enggak tahu sampai kapan, tergantung keputusan manajemen. Kami sudah libur sejak pemberlakuan PPKM, kebetulan Sabtu kemarin (3/7/2021) latihan terakhir.

Apa saja aktivitas Anda selama tim diliburkan saat ini?

Kami masih latihan sendiri. Saya sering jogging di jalan kampung sekitar mes. Ada yang melakukannya di halaman mes, atau main polo air di kolam renang dalam komplek mes.

Saya biasanya jogging ditemani sama Dwi Rafi Angga. Kalau enggak ya sendiri. Intensitas pagi-sore, hanya 20 menit saja muter keliling kampung.

Apa pendapat Anda tentang penundaan Liga 1 2021/2022 karena pandemi COVID-19?

Buat saya sangat disayangkan. Kami menjalani latihan fisik secara intens dan TC di Cikarang, tapi setelah uji coba justru mendapat kabar itu (ditunda). Sayang sekali, kondisi PSS sudah mulai bagus, tapi mau bagaimana lagi karena PPKM darurat ya harus patuh dengan aturan.

Pelaksanaan kompetisi masih belum jelas, bagaimana mengobati kangen dengan keluarga di kampung halaman?

Kompetisi masih tarik-ulur begini, ya tentu kangen keluarga karena enggak bisa pulang. Tapi, profesi saya seperti ini, jadi ya harus profesional. Ini hal yang lumrah, yang penting masih bisa berkomunikasi melalui video call.

3 dari 3 halaman

Potensi di Liga 1

PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bagaimana Anda melihat potensi dari PSS di Liga 1 nanti, setelah tampil apik di pramusim termasuk Piala Menpora lalu?

Saya melihat potensi PSS cukup besar dan terbuka untuk berprestasi. Serangkaian uji coba dilakukan untuk mencari rotasi dan secara individu kami berkembang dari sisi fisik.

Apa yang diinstruksikan pelatih kami mengerti. Meski hasilnya kalah, itu sebagian dari proses, bukan mencari pemain inti atau hasil. Ada penilaian sendiri dari sisi pelatih.

Anda mulai mendapatkan kepercayaan pelatih untuk menempati pos bek kiri, apa motivasi dan kuncinya?

Saya belum memberikan apa-apa untuk PSS, dan itu membuat saya harus bertahan. Kemudian belum sempat main sama sekali, saya tetap fokus untuk main bagus dan kerja keras.

Akhirnya mendapatkan kesempatan bermain dan saya lakukan dengan konsentrasi. Kuncinya saya bekerja keras setiap latihan dan terus menjalankan apa yang diinginkan pelatih.

Saya yakin terhadap diri saya sendiri. Toh diberi kesempatan atau tidak itu urusan pelatih, yang penting saya fokus saja.

Menurut Anda, PSS sudah mengalami peningkatan sejauh mana sebelum tampil di Liga 1 nanti?

Saya optimistis walau hasil uji coba kemarin belum bagus. Ini bukan segi hasilnya, tapi ada peningkatan secara individu dan secara tim. Meski belum kedatangan pemain asing, komunikasi sangat baik dan setiap individu sangat optimistis, walau liga ini tertunda lagi.

Semua pemain profesional menjaga kondisi dengan latihan. Penundaan ini bukan sebuah halangan untuk tetap latihan maksimal.

Berita Terkait