34 dari Total 42 Venue Olimpiade Tokyo 2020 Tanpa Penonton, Penyelenggara Kehilangan Potensi Pendapatan Rp11,9 Miliar

oleh Hendry Wibowo diperbarui 09 Jul 2021, 19:00 WIB
Kedatangan Tim Bulutangkis Indonesia di Tokyo pada Jumat (09/07/2021) pagi waktu setempat dan disambut langsung oleh pihak KBRI. (Foto Dubes RI di Tokyo)

Bola.com, Jakarta - Semua venue Olimpiade 2020 yang terletak di Tokyo, Jepang telah diputuskan tidak boleh dihadiri penonton lantaran angka positif COVID-19 sedang tinggi di negara tersebut.

Mengutip Asahi Shimbun, tiga prefektur selain Tokyo yang juga akan menggelar Olimpiade 2020: Kanagawa, Chiba, dan Saitama turut diberlakukan peraturan sama yaitu penonton dilarang hadir di venue.

Advertisement

Keputusan ini memengaruhi 34 venue dari total 42 tempat pertandingan cabang olahraga pada event Olimpiade 2020.

"Sangat disesalkan bahwa kami menyelenggarakan Olimpiade dalam format terbatas, menghadapi penyebran infeksi virus corona," kata Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto kepada Reuters, seperti dikutip dari Antara.

"Saya meminta maaf kepada mereka yang sudah membeli tiket dan semua orang yang ada di daerah setempat," tambahnya.

Masih menurut Asahi Simbun, keputusan larangan penonton menyaksikan Olimpiade 2020 membuat penyelenggara ditaksir kehilangan potensi pendapatan sebesar 90 miliar yen atau setara Rp 11,9 miliar.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Pilihan Minim Risiko

Seorang pria yang mengenakan masker pelindung untuk membantu mengekang penyebaran virus corona berjalan di depan logo Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Selasa (22/6/2021). Ibu kota Jepang mengkonfirmasi lebih dari 430 kasus virus corona baru pada hari Selasa. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Olimpiade dapat dilihat sebagai kesempatan bagi Jepang untuk berdiri di panggung global setelah negara tersebut mengalami musibah gempa bumi dahsyat satu dekade lalu.

Namun ajang olahraga multievent itu terpaksa ditunda satu tahun karena pandemi COVID-19, dan mengalami pembengkakan anggaran dalam jumlah yang teramat besar. 

Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa mengatakan penyelenggara telah setuju untuk mengadakan Olimpiade tanpa penonton di Tokyo, dan akan memutuskan kebijakan lainnya sesuai dengan situasi di daerah setempat untuk venue yang berlokasi di luar wilayah ibu kota. 

Dalam beberapa pekan terakhir, banyak ahli kesehatan yang berpendapat bahwa menggelar Olimpiade tanpa penonton akan menjadi pilihan yang paling tidak berisiko di tengah kekhawatiran publik terkait kedatangan ribuan atlet dan ofisial yang dapat memicu munculnya gelombang baru infeksi virus corona. 

 

Sumber: Asahi Shimbun 

Berita Terkait