Leonardo Spinazzola, Satu di Antara Pemicu Italia untuk Juarai Euro 2020

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 16 Jul 2021, 11:45 WIB
Pemain Italia Leonardo Spinazzola (kiri) dan asisten pelatih Daniele De Rossi usai mengalahkan Inggris pada pertandingan final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, 11 Juli 2021. Bek kiri ini menjadi motor serangan Italia. (FACUNDO ARRIZABALAGA/POOL/AFP)

Bola.com, Roma - Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini mengatakan cedera yang diderita Leonardo Spinazzola menginspirasi mereka untuk meraih gelar Euro 2020.

Bek sayap AS Roma itu mengalami patah achilles ketika Italia melawan Belgia di perempat final.

Advertisement

“Spina adalah full-back terbaik di Euro, dia adalah pemain fundamental untuk kekuatannya, kecepatannya, tekniknya, dan dia tidak pantas mendapatkan cedera serius ini selama pertandingan yang begitu penting,” kata Mancini dikutip dari Tribal Football, Jumat (16/7/2021).

“Itu adalah momen yang sulit bagi kami semua dan sekarang kami memiliki sesuatu yang lebih untuk membuat kami ingin memenangkan Euro ini, melakukannya untuknya, karena saat ini dia tidak dapat melakukan apa-apa lagi untuk tim.”

Rekaman Leonardo Spinazzola dipeluk dan diberi hormat oleh semua rekan satu timnya sudah ditampilkan oleh saluran media sosial Azzurri,.

“Ayo pergi dan angkat trofi dengan kruk. Sangat sempurna," kata Mancini.

Video

2 dari 2 halaman

Performa Sempurna

Leonardo Spinazzola menjadi pemain yang berjasa antarkan Italia sebagai juara Euro 2020 walapun tak dapat tampil di dua laga terakhirnya akibat cidera. Ia berhasil dapatkan dua gelar Star of The Match ketika laga perdana hadapi Turki dan laga 16 besar hadapi Austria. (Foto: AFP/Pool/Andreas Solaro)

Leonardo Spinazzola tak bisa mengikuti Euro 2020 sampai tuntas. Namun, ia mengakui bahwa dia merasa dalam performa terbaik dalam kariernya di Euro 2020.

"Saya menyadari ini adalah tahap terbesar dalam karir saya, jadi tampil seperti itu luar biasa. Saya percaya pada diri saya sendiri, tetapi masih terasa luar biasa berada di sana," katanya.

“Hal yang penting adalah untuk selalu bangkit kembali, tidak pernah berhenti percaya pada diri sendiri, tetapi kemudian Anda membutuhkan sedikit keberuntungan. Insiden, cedera, dan dalam kasus saya, perubahan peran membuat perbedaan besar dalam jalur karier saya," katanya.

“Saya tidak pernah mencetak banyak gol dan saya diberitahu di Siena bahwa untuk bermain di level atas, saya harus menjadi full-back daripada penyerang sayap. Saya hanya tidak memiliki hasrat membara dalam diri saya untuk mencetak gol."

Sumber: Tribal Football

Berita Terkait