Minimalisir Interaksi dengan Atlet Asing, Kontingen Indonesia di Olimpiade 2020 Ubah Waktu Latihan

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 22 Jul 2021, 17:15 WIB
Ajang Olimpiade Tokyo tinggal menghitung hari. Setelah ditunda selama setahun akibat pandemi Covid-19, pesta olahraga terbesar di dunia itu akan diselenggarakan pada 23 Juli 2021. (Foto:AFP/Kim Kung-Hoon,Pool)

Bola.com, Jakarta - Berbagai cara dilakukan Kontingen Indonesia untuk terhindar dari COVID-19 selama berlaga di Olimpiade 2020. Satu di antaranya adalah meminimalisir interaksi dengan atlet negara lain saat berlatih.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ferry Kono, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan federasi cabang olahraga yang tampil di Olimpiade 2020 terkait perubahan jadwal latihan. Langkah ini dilakukan agar atlet Indonesia tidak berinteraksi atau latihan bersama dengan atlet negara lain.

Advertisement

Perubahan jadwal latihan lantas membuat tim Indonesia mendapatkan waktu yang tidak ideal. Namun, Ferry Kono menyebut para atlet tak masalah dengan perubahan itu karena demi keamanan bersama.

"Jam latihan sudah diatur sedemikian rupa. Sehingga setiap tim Indonesia latihan itu jauh atau tidak bersamaan dengan jadwal negara lain. Walaupun konsekuensinya kita baru dapat jadwal latihan malam hari," kata Ferry Kono kepada Bola.com, Kamis (22/7/2021). 

"Untuk kepentingan keamanan dan keselamatan itu kita lakukan dan tidak ada masalah bagi para atlet. Daripada berlatih pada jam-jam yang kita inginkan dan bertemu dengan atlet negara lain, sejauh ini hal itu yang lebih baik," tegas Ferry Kono

Indonesia mengirimkan 28 atlet untuk berlaga di Olimpiade 2020. Mereka berasal dari cabang olahraga bulutangkis, angkat besi, panahan, atletik, dayung, renang, menembak, dan selancar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Alat Medis Mandiri

Ruangan Komite Olympiade Indonesia (KOI). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Tak hanya perubahan jadwal latihan, KOI juga mendirikan klinik sendiri untuk para atlet di Olimpiade 2020. Langkah ini dilakukan agar para atlet mendapatkan perawatan cepat bila ada sesuatu yang terjadi.

Selain itu, KOI juga membawa alat medis sendiri dari Indonesia. Contohnya adalah alat PCR hingga perlengkapan medis lainnya yang memungkinkan atlet Indonesia bisa mendapatkan perawatan maksimal.

"Kita ada klinik sendiri, membawa PCR sendiri, alat-alat seperti alkohol bahkan sempat tertahan di bandara karena kita yang membawa dalam jumlah besar. Kami khawatir kalau menunggu pembagian dari panitia jumlahnya tidak sesuai yang diinginkan," ucap Sekjen KOI, Ferry Kono.

 

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa pembaca Bola.com saksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streamingnya dengan mengklik tautan ini.