Sempat Terlantar karena Ruangan RS Penuh, Begini Kondisi Terbaru Legenda Bulutangkis Verawati Fajrin yang Berjuang Lawan Kanker

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 20 Sep 2021, 19:10 WIB
Legenda bulutangkis, Verawaty Fajrin, mengenang kesuksesannya di Asian Games 1978 ketika turut dalam pawai obor di Banjarmasin. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Jakarta - Legenda bulutangkis Indonesia, Verawati Fajrin, akhirnya mendapatkan perawatan maksimal setelah terlantar di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. Rosiana Tendean menyebut sahabatnya itu sudah mendapatkan kamar di RS Dharmais.

Sebelumnya, nama Verawati Fajrin viral karena kesulitan mendapatkan kamar di RS Dharmais. Rosiana Tendean sampai harus meminta bantuan sana-sini agar Verawaty Fajrin bisa mendapatkan perawatan maksimal.

Advertisement

Verawaty Fajrin diketahui sedang berjuang melawan kanker paru-paru yang telah dideritanya sejak Maret 2020. Rosiana Tendean menyebut, pemerintah sudah bergerak cepat dengan membantu Verawaty Fajrin untuk menerima perawatan terbaik di rumah sakit.

"Hari ini mantan juara dunia tunggal putri bulutangkis tahun 1980 itu sudah dirawat di ruang VIP RS Dharmais. Semoga kondisi kesehatannya bisa membaik," kata Rosiana Tendean dalam keterangan tertulisnya.

"Terima kasih kepada pemerintah dan berbagai pihak yang telah membantu dan memberi perhatian kepada Verawati," ucap Rosiana Tendean yang berpasangan dengan Verawaty Fajrin dalam mempersembahkan medali emas SEA Games 1987 itu.

Verawaty Fajrin merupakan legenda bulutangkis Indonesia dengan segudang prestasi. Verawaty Fajrin pernah bermain di nomor tunggal putri, ganda putri, hingga ganda campuran.

2 dari 3 halaman

Gerak Cepat Pemerintah

Legenda bulutangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, sedang berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak Maret 2020. (dok. Istimewa)

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga diketahui turun tangan langsung agar Verawaty Fajrin mendapatkan perawatan maksimal di RS Dharmais, Jakarta. Hal itu diketahui dari laporan yang diberikan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto.

Kemenpora bergerak cepat mencarikan ruangan VIP untuk Verawaty Fajrin. Hal inilah yang membuat Verawaty Fajrin bisa langsung mendapatkan perawatan maksimal.

"Alhamdulillah, sejam yang lalu saya dapat info dari Pak Dirut RS Dharmais, yang mengabarkan bahwa mba Verawaty sudah bisa rawat jalan," tulis Gatot dalam pesan whatsapp ke Linda Agum Gumelar.

"Mengenai kekuarangannya akan menjadi tanggung jawab kami dari Kemenpora," ucap Gatot.

3 dari 3 halaman

Daftar Prestasi Verawaty Fajrin

Legenda bulutangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, sedang berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak Maret 2020. (dok. Istimewa)

Tunggal Putri

  1. Juara Kejuaraan Dunia 1980
  2. Juara SEA Games 1981
  3. Juara Indonesia Open 1982

Ganda Putri

  1. Juara Belanda Terbuka 1977 berpasangan dengan Imelda Wigoena
  2. Juara Denmark Terbuka 1977-1978 berpasangan dengan Imelda Wigoena
  3. Medali Emas Asian Games 1978 berpasangan dengan Imelda Wigoena
  4. Juara All England 1979 berpasangan dengan Imelda Wigoena
  5. Juara Kanada Terbuka 1979 berpasangan dengan Imelda Wigoena
  6. Medali Emas SEA Games 1981 berpasangan dengan Imelda Ruth Damayanti
  7. Juara Indonesia Terbuka 1986 berpasangan dengan Ivanna Lie
  8. Juara China Terbuka 1986 berpasangan dengan Ivanna Lie
  9. Juara Chinese Taipei Terbuka 1986 berpasangan dengan Ivanna Lie
  10. Medali Emas SEA Games 1987 berpasangan dengan Rosiana Tendean
  11. Juara Indonesia Terbuka 1988 berpasangan dengan Yanti Kusmiati

Ganda Campuran

  1. Juara Malaysia Terbuka 1986 berpasangan dengan Bobby Ertanto
  2. Juara World Cup 1986 berpasangan dengan Eddy Hartono
  3. Juara Malaysia Terbuka 1988 berpasangan dengan Eddy Hartono
  4. Juara Malaysia Terbuka 1989 berpasangan dengan Eddy Hartono
  5. Juara Indonesia Terbuka 1989 berpasangan dengan Eddy Hartono
  6. Juara World Grand Prix Final berpasangan dengan Eddy Hartono
  7. Juara Belanda Terbuka 1989 berpasangan dengan Eddy Hartono
  8. Juara SEA Games 1989 berpasangan dengan Eddy Hartono