BRI Liga 1: Buntut Aksi Protes Suporter hingga Tengah Malam, Persib Tanda Tangani Petisi Bobotoh

oleh Erwin Snaz diperbarui 11 Okt 2021, 14:30 WIB
setelah Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S. Taryono, bernegosiasi dengan bobotoh di Graha Persib, Kota Bandung, Minggu (10/10/2021). (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Jakarta Ratusan bobotoh menggelar aksi untuk Persib Bandung di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (10/10/2021), hingga hampir tengah malam. Bobotoh secara berangsur membubarkan diri pada pukul 23.00 WIB setelah Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S. Taryono menandatangani petisi bermaterai dari bobotoh yang berisikan 5 poin.

Perdebatan alot terjadi saat bobotoh dihadapi langsung oleh Kuswara S. Taryono yang didampingi Kapolrestabes Kota Bandung, Kombes Aswin Sipayung. Perdebatan itu terjadi lantaran petisi yang diajukan bobotoh belum ditandatangani manajemen Persib Bandung dengan alasan belum dibahas dengan seluruh pengurus PT PBB.

Advertisement

Namun, bobotoh tidak mau menerima alasan itu, sehingga memaksa Kuswara harus melakukan komunikasi dengan para petinggi PT PBB lainnya hingga berjam-jam.

Massa bobotoh berangsur membubarkan diri pada pukul 23.00 WIB setelah Kuswara S. Taryono menandatangani petisi bermaterai dari bobotoh.

Sekitar pukul 24.00 WIB, Kuswara S. Taryono pun menjelaskan kepada awak media bahwa aspirasi tersebut pernah disampaikan kepada PT. PBB dan sudah dirapatkan dengan manajemen PT. PBB.

"Pada dasarnya kami melihat sisi positifnya saja, kami berterima kasih kepada Bobotoh, ini sebagai bentuk kecintaan kepada Persib Bandung, menyampaikan kritik, masukan atau apapun," jelas Kuswara.

Salah satu poin dari petisi tersebut adalah manajemen PT PBB harus bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Alberts dalam mengangkat prestasi Persib Bandung

 

2 dari 4 halaman

Persib Sudah Minta Maaf

Aksi protes Bobotoh, fans Persib Bandung pada hari Minggu (10/10/2021). (Erwin Snaz/Bola.com)

Dari lima poin isi petisi tersebut, lanjut Kuswara, terkait poin pertama PT PBB sudah menyampaikan meminta maaf kepada bobotoh atas performa Persib di seri pertama BRI Liga 1 2021/2022.

"Walaupun sebetulnya posisi Persib ini masih berada di peringkat ke lima dan posisinya tidak jauh dengan tim lain yang ada di atasnya, selisihnya (poin) tidak banyak. Namun meski demikian kami tetap menghargai animo dari Bobotoh," kata Kuswara.

"Jadi kami minta maaf. Ini kan Bobotoh mempertanyakan kenapa dari enam pertandingan itu dua menang dan empat seri. Sebetulnya bukan hanya Bobotoh, manajemen juga berharap pada setiap pertandingan menginginkan poin penuh. Tapi namanya sepak bola, ada situasi seperti itu," lanjut Kuswara.

Kuswara menegaskan saat manajemen melakukan evaluasi dengan tim pelatih sudah disampaikan agar pada seri kedua BRI Liga 1, Persib harus bermain secara maksimal. "Soal komposisi dan lain-lain kami serahkan kepada pelatih karena itu kan ranahnya pelatih," cetus Kuswara.

Menurut Kuswara, sesuatu yang baik akan manajemen sampaikan kepada yang kompeten menanganinya. Mengenai permintaan "Rene Out", Kuswara menyebutkan pada dasarnya manajemen memberi kesempatan lebih dulu kepada pelatih Robert Alberts.

"Karena masih dalam proses, masih panjang, dan perlu konsentrasi tim ini untuk menghadapi seri kedua, tentunya dengan pertimbangan terukur. Saya kira itu barangkali poin-poinnya dan harapan kami, tadi sudah disampaikan pada perwakilan, harmonisasi ini harus terus dijaga," ujarnya.

"Jadi saya mengimbau kepada Bobotoh untuk bersabar, mendukung, dan santun dalam menyampaikan apapun sebagai bentuk dukungan terhadap Persib. Karena tim ini juga perlu support, perlu dorongan," tambah Kuswara.

Disinggung terkait poin dua mengenai Rene Out yang membuat diskusi dengan bobotoh sempat deadlock, Kuswara mengaku bahwa kaitan dengan pelatih ada kontrak yang sudah ditandatangani sebelumnya oleh Persib dan pelatih.

"Intinya poin kedua, sesuai dengan apa yang kami sudah sampaikan pada saat konferensi pers. Bobotoh supaya bersabar dulu, tim ini masih perlu konsentrasi menjelang seri kedua. Nanti juga kami akan melakukan evaluasi dari seri kedua ini," tegas Kuswara.

"Itu yang menjadi salah satu poin pentingnya. Bobotoh mengusulkan, kami tahu, tapi kami harus berpikir, mempertimbangkan secara menyeluruh dan komprehensif. Jadi ada catatan," jelas Kuswara.

Catatan khusus poin kedua itu lanjut Kuswara salah satunya akan dilakukan evaluasi setelah seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. "Jadi usulan Bobotoh kami tampung. Intinya kami juga akan melihat dan melakukan evaluasi tapi kaitannya itu hasil dari series kedua," ucap Kuswara. 

 

3 dari 4 halaman

Lima Poin Petisi Bobotoh untuk Persib

Ratusan bobotoh kembali melakukan aksi di depan Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (10/10/2021). (Bola.com/Erwin Snaz)

1. Manajemen PT PBB harus bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Alberts dalam mengangkat prestasi Persib!

2. Menyikapi poin pertama, tidak ada negoisasi lagi, #ReneOut!

3. Seluruh jajaran manajemen PT PBB, tak terkecuali pelatih, tak layak mempolarisasi dan mengkotak-kotakkan bobotoh berdasar kategori!

4. Menuntut keseriusan dan kesungguhan manajemen PT PBB, dalam mewujudkan #PersibJuara diakhir musim ini!

5. Tagar #MenangBersama wajib diganti dengan #PersibJuara!

 

4 dari 4 halaman

Yuk Tengok Posisi Persib

Berita Terkait