Plus Minus Timnas Indonesia Setelah Ditekuk Afghanistan pada Uji Coba Jelang Piala AFF 2020

oleh Abdi Satria diperbarui 17 Nov 2021, 14:19 WIB
Penyerang Persib Bandung, Ezra Walian pun tak ketinggalan. Sejumlah peluang yang dimiliki Ezra masih mampu diamankan barisan pertahanan Afghanistan. (Dok.PSSI)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menyerah 0-1 dari Afghanistan pada laga uji coba di Stadion Gloria, Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam WIB. Bagi skuad asuhan Shin Tae-yong tersebut, hasil itu kekalahan kedua dari tim yang sama.

Sebelumnya, Timnas Indonesia juga menyerah dari Afghanistan dengan skor 2-3 di Lapangan Latihan JA Sports Center and Shooting Club, Dubai, 25 Mei lalu.

Advertisement

Meski kembali menelan kekalahan dari Afghanistan, penampilan Timnas Garuda dinilai menunjukkan perkembangan signifikan. Terutama di lini belakangnya yang baru kebobolan pada menit ke-85.

Striker Timnas Afghanistan, Omid Popalzay, memanfaatkan kelemahan koordinasi bek Indonesia untuk memperdaya kiper M. Riyandi. Pada uji coba pertama, Timnas Indonesia tertinggal tiga gol lebih dulu. Di mana dua gol awal Afghanistan tercipta pada babak pertama.

Dihubungi Bola.com, Rabu (17/11/2021), pengamat sepak bola asal Makassar, Tony Ho, menilai Shin Tae-yong mampu meningkatkan kualitas penampilan timnya. Terutama pada fisik dan pemahaman dalam bermain.

Tony merujuk kemampuan para pemain yang terlihat kuat saat beradu fisik. Pemahaman bermain terkait three moment yakni menyerang, transisi dan bertahan sudah berhasil dijalankan oleh Timnas Indonesia.

"Mereka juga mampu melakukan serangan balik yang cepat sehingga mampu melahirkan peluang," terang Tony.

 

2 dari 4 halaman

Lini Belakang Goyah

Ricky Kambuaya tidak ketinggalan dengan melakukan percobaan setelah kerja sama rapi rekan-rekannya di lini tengah. Di dekat kotak penalti, pemain Persebaya Surabaya melepas tembakan keras dengan kaki kirinya di menit ke-70. Lagi-lagi, tembakannya belum menemui sasaran. (Dok. PSSI)

Sayangnya, lini depan gagal memanfaatkan peluang di depan mata menjadi gol. Seperti yang didapatkan oleh Withan Sulaiman, Dedik Setiawan, dan Ezra Walian.

Sebaliknya, lini belakang yang awalnya sangat solid jadi goyah setelah Elkan Baggott tak bisa melanjutkan pertandingan pada pertengahan babak kedua karena cedera di area kepala.

Momen itu bisa dimaksimalkan Afghanistan. Kurang koordinasi antara Victor Igbonefo dan Fachrudin Ariyanto membuat Omid Popalzay bisa menjebol gawang Timnas Indonesia.

 

3 dari 4 halaman

Komunikasi Belum Efektif

Jelang berakhirnya babak pertama, Afghanistan gencar melakukan serangan. Beruntung, jantung pertahanan Timnas Indonesia yang dikawal Pratama Arhan masih sigap menghalaunya. (Dok. PSSI)

Pada kesempatan sama, Tony Ho juga menyoroti komunikasi antarpemain di lapangan yang dinilainya belum efektif. Ia merujuk gol Afghanistan yang sejatinya bisa digagalkan kalau komunikasi pemain lini belakang terjalin baik.

Belum lagi pembacaan arah bola dan pergerakan pemain lawan yang kurang optimal. "Saya yakin coach Shin Tae-yong sudah memiliki catatan khusus untuk memperbaiki kelemahan timnya untuk menghadapi ujicoba selanjutnya," tambah Tony Ho.

Selepas duel melawan Afghanistan, Ezra Walian dan kolega akan melanjutkan uji coba di Turki menghadapi Mynmar pada 25 November dan klub Antalyanspor, tiga hari kemudian.

 

4 dari 4 halaman

Kans di Piala AFF 2020

Timnas Indonesia - Ilustrasi Piala AFF, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Elkan Baggott, Asnawi Mangkualam, Syahrian Abimanyu (Bola.com/Adreanus Titus)

Dilain pihak, Tony Ho enggan berkomentar banyak terkait peluang Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020 di Singapura. Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada satu grup dengan Vietnam, Malaysia, Laos dan Kamboja.

Menurut pria yang sudah mengantongi lisensi pelatih Pro-AFC itu, Indonesia justru wajib mewaspadai kebangkitan Kamboja dan Laos, dua lawan pertama yang dihadapi skuad Garuda di ajang antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Khususnya Kamboja yang ditangani oleh eks bintang timnas Jepang, Keisuke Honda. "Kalau Indonesia mengalahkan Laos dan Kamboja dengan mendominasi pertandingan, kita boleh berharap bisa berbuat banyak saat menghadapi Vietnam dan Malaysia," pungkas Tony Ho.

Berita Terkait