5 Pemain dengan Nilai Pasar Tertinggi yang Tak Lagi Gabung di Timnas Indonesia: Dari Andritany hingga Saddil Ramdani

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 15 Mar 2022, 11:30 WIB
Ilustrasi - Pemain Indonesia Non Timnas dengan Nilai Taksiran Harga Termahal Versi Transfermark (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Nilai pasar pesepak bola kini menjadi satu di antara tolok ukur untuk menilai seberapa berharga sang pemain, begitu pun di Indonesia. Biasanya pemain asing, naturalisasi, dan pemain yang tengah menonjol di Timnas Indonesia memiliki nilai pasar yang tinggi. Namun, tak sedikit pula pemain yang tak lagi berstatus Timnas Indonesia masih memiliki nilai pasar yang bersaing.

Jika dikategorikan khusus untuk pemain Indonesia, situs Transfermarkt yang menjadi acuan untuk nilai pasar seorang pesepak bola, menempatkan sejumlah pemain naturalisasi di posisi teratas. Sebut saja Marc Klok, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, dan Ezra Walian.

Advertisement

Selain pemain naturalisasi, sejumlah pemain lokal juga bersaing dengan nilai pasar yang tinggi, mulai dari Asnawi Mangkualam yang kini tengah berkarier di Korea Selatan maupun Evan Dimas yang merupakan langganan Timnas Indonesia sejak 2014.

Namun, sejumlah pemain yang sudah jarang mendapatkan panggilan memperkuat Timnas Indonesia, terutama mereka yang belum pernah tampil lagi membela Tim Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong, masih tetap bisa bersaing dengan mereka yang masih kerap mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia.

Berikut lima pesepak bola lokal yang tak lagi berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia tapi masih tetap bersaing dalam hal nilai pasar menurut situs Transfermarkt:

2 dari 6 halaman

Andritany Ardhiyasa (Rp4,7 Miliar)

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa meneriaki rekannya saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (12/9/2021). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Kiper andalan Persija Jakarta ini merupakan kiper yang sempat sulit tergeser dari Timnas Indonesia di level senior. Namun, belakangan ini namanya sulit menembus Timnas Indonesia lagi sejak ditangani oleh Shin Tae-yong.

Andritany terakhir kali membela Timnas Indonesia di era kepelatihan Simon McMenemy di fase kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, kini Andritany tersisihkan setelah Shin Tae-yong lebih memilih kiper-kiper yang lebih muda, seperti Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Riyandi.

Namun, sebagai kiper yang masih diandalkan di bawah mistar gawang Persija Jakarta, Andritany masih memiliki nilai pasar yang cukup tinggi. Adik dari bek Bhayangkara FC, Indra Kahfi, itu punya nilai pasar mencapai 300 ribu euro atau sekitar Rp4,7 miliar.

 

3 dari 6 halaman

Ricky Fajrin (Rp4,7 Miliar)

Bek Bali United, Ricky Fajrin, menggiring bola saat melawan Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Pakansari, Bogor, Kamis (15/8). Bali menang 2-1 atas Tira Persikabo. (Bola.com/Yoppy Renato)

 

Bek serbabisa milik Bali United ini merupakan andalan Stefano Cugurra di lini pertahanan Serdadu Tridatu. Ricky Fajrin bisa bermain sebagai stoper maupun bek sayap kiri.

Namanya melesat setelah menjadi bagian dari Timnas Indonesia asuhan Luis Milla pada 2017. Ricky Fajrin kala itu membela Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Sayangnya, setelah perginya Luis Milla pada Agustus 2018, Ricky Fajrin seakan sulit untuk kembali menembus Timnas Indonesia. Namun, permainannya yang apik di lini pertahanan Bali United membuat nilai pasarnya tetap stabil.

Seperti halnya Andritany, Ricky Fajrin juga punya nilai pasar sebesar 300 ribu euro, yang artinya juga berkisar di angka Rp4,7 miliar.

 

4 dari 6 halaman

Riko Simanjuntak (Rp4,3 Miliar)

Persija yang lebih mendominasi permainan kembali mendapatkan peluang menciptakan gol pada menit ke-20 melalui Riko Simanjuntak yang mendapatkan umpan dari Osvaldo. Namun, eksekusinya masih belum tepat sasaran. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

 

Pemain yang awalnya dikenal sebagai pesepak bola mungil yang mampu melakukan akselerasi luar biasa di Semen Padang pada Liga 1 2017 itu kemudian menjadi andalan Persija Jakarta dan turut berkontribusi besar dalam keberhasilan Macan Kemayoran menjuarai Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.

Kecemerlangan itu membuat Riko Simanjutak pun masuk dalam skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Sayangnya, kala itu Tim Garuda tidak bisa berbicara banyak di level Asia Tenggara.

Namun, perannya untuk Persija tak perlu lagi diragukan. Hingga saat ini, Riko Simanjutak bisa dibilang merupakan pemain dengan kemampuan mencatatkan asssit yang luar biasa ketimbang mencetak gol atas namanya sendiri di Persija.

Sempat memiliki nilai pasar mencapai 350 ribu euro atau sekitar Rp5,4 miliar, kini nilai pasar Riko Simanjuntak sedikit merosot ke angka 275 ribu euro atau sekitar Rp4,3 miliar.

 

5 dari 6 halaman

Septian David Maulana (Rp4,3 Miliar)

Pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana menggiring bola saat melawan Barito Putera dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (20/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Seperti halnya Ricky Fajrin, Septian David Maulana merupakan pemain yang namanya melesat ketika memperkuat Timnas Indonesia asuhan Luis Milla, baik di SEA Games 2017 maupun di Asian Games 2018.

Kala itu, Septian David masih bermain di Mitra Kukar dan biasa diberi kepercayaan mengisi posisi sayap kiri. Namun, Luis Milla berhasil memaksimalkan potensinya untuk menjadi gelandang serang Tim Garuda di SEA Games 2017.

Pemain berusia 25 tahun itu kini bermain bersama PSIS Semarang dan juga tetap menjadi andalan di lini tengah tim. Nilai pasarnya pun sama seperti Riko Simanjuntak saat ini, yaitu 275 ribu euro atau sekitar Rp4,3 miliar.

 

6 dari 6 halaman

Saddil Ramdani (Rp3,9 Miliar)

Saddil Ramdani (kiri) beraksi ketika Sabah FC menang 3-0 atas Kuching City FC dalam laga uji coba pada Minggu (28/3/2021). (Doc: Facebook Sabah Football Club).

 

Satu lagi pemain yang bisa dibilang memiliki nasib yang tak terlalu berbeda dengan Ricky Fajrin maupun Septian David Maulana. Saddil Ramdani mulai tersingkirkan dari Timnas Indonesia dan tak pernah lagi dipanggil memperkuat Tim Garuda sejak kehadiran Shin Tae-yong.

Saddil Ramdani pun mencoba peruntungannya untuk berkarier di Malaysia bersama Pahang dan kemudian Sabah FA. Pemain sayap yang dikenal punya kecepatan kaki yang luar biasa, kemampuan cutback yang sulit diduga, serta akurasi dan kekuatan tembakan jarak jauh yang sangat baik ini memang memiliki nilai yang cukup tinggi.

Saddil saat ini memiliki nilai pasar sekitar 250 ribu euro atau sekitar Rp3,9 miliar. Nilai tersebut tergolong masih menjadi yang tertinggi dalam karier pemain asal Sulawesi Tenggara itu, di mana ia juga pernah memiliki nilai Rp200 ribu euro atau sekitar Rp3,1 miliar ketika masih memperkuat Pahang.

Sumber: Transfermarkt

Berita Terkait