Liga Champions: Bomber Inter Milan Akui Bayern Munchen Emang Sulit Banget untuk Dikalahkan

oleh Aryo Atmaja diperbarui 08 Sep 2022, 18:15 WIB
Inter Milan harus mengakui ketangguhan Bayern Munchen dalam duel matchday 1 Grup C Liga Champions 2022/2023, Kamis (8/9/2022). Main di hadapan pendukungnya sendiri Inter justru menyerah dua gol tanpa balas. (AP/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Inter Milan bertekuk lutut saat menjamu Bayern Munchen dalam laga pertama Grup C Liga Champions 2022/2023. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Nerazzurri dipermalukan 0-2 oleh tamunya di Giuseppe Meazza, Kamis (8/9/2022) dini hari WIB.

Inter Milan tak dapat berbuat banyak sepanjang laga meski punya peluang. Gol pertama Bayern datang dari aksi Leroy Sane di babak pertama (25'). Selanjutnya, winger Jerman itu memaksa Danilo D'Ambrosio melakukan gol bunuh diri di babak kedua (66').

Advertisement

Dengan kekalahan ini Inter sementara duduk di peringkat ketiga klasemen Grup C Liga Champions tanpa poin. Nerazzurri berada di bawah Bayern dan Barcelona yang sama-sama mengumpulkan tiga poin.

Striker Inter Milan, Edin Dzeko menerima kekalahan timnya atas Bayern Munchen dalam pertandingan Liga Champions. Dzeko menganggap Bayern lebih baik daripada timnya.

2 dari 5 halaman

Lawan Lebih Kuat

Pemain Bayern Munchen Leroy Sane merayakan setelah pemain Inter Milan Danilo D'Ambrosio mencetak gol bunuh diri untuk membawa Bayern memimpin 2-0, pada pertandingan sepak bola Liga Champions, grup C antara Inter Milan dan Bayern Munchen, di stadion San Siro, Italia, Rabu , 7 September 2022. (AP Photo/Luca Bruno)

Edin Dzeko mengakui Inter sangat kerepotan melawan raksasa asal Jerman itu. Dia menyebut Bayern lebih baik daripada timnya.

“Itu adalah pertandingan yang sulit, tetapi kami memperkirakannya," kata Dzeko kepada Inter TV.

"Kami tahu bahwa Bayern adalah salah satu tim terkuat di Liga Champions, dan mereka membuktikannya hari ini,” ujar dia.

3 dari 5 halaman

Punya Peluang

Penyerang Inter Milan, Edin Dzeko berebut bola dengan penyerang Bayern Munchen, Leroy Sane selama pertandingan Grup C Liga Champions di stadion San Siro, Italia, Kamis (8/9/2022). Dengan hasil ini Bayern Munchen berada di peringkat kedua dengan 3 poin sedangkan Inter Milan berada diperingkat ketiga dengan 0 poin. (AP Photo/Luca Bruno)

Meski begitu, bukan berarti Inter Milan tidak memberikan sebuah perlawanan. Anak asuh Simone Inzaghi sempat mendapat peluang untuk mencetak gol.

"Kami memiliki peluang dan bisa mencetak gol dan mengubah permainan, tetapi sayangnya kami tidak dapat melakukannya," lanjut eks pemain AS Roma.

"Pada periode pembukaan, umpan terakhir kami agak hilang. Kemudian, di awal babak kedua, kami memiliki beberapa peluang tetapi tidak dapat mencetak gol,” tuturnya.

4 dari 5 halaman

Lupakan Kekalahan

Penyerang Bayern Munchen, Thomas Mueller menembak ke gawang saat bertanding melawan Inter Milan selama pertandingan Grup C Liga Champions di stadion San Siro, Italia, Kamis (8/9/2022). Bayern Munchen menang atas Inter Milan 2-0. (AP Photo/Luca Bruno)

Dezko juga meminta rekan-rekannya untuk segera melupakan kekalahan dan menatap pertandingan berikutnya. Inter selanjutnya akan menghadapi Torino pada ajang Serie A.

"Ini masih awal dari musim ini, dan kami harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada Torino," pungkasnya.

 

5 dari 5 halaman

Kalah Kelas

Ekspresi pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi saat timnya dikalahkan AC Milan dalam Derby Della Madoninna Serie A Liga Italia 2022/2023, Sabtu (3/9/2022). (AP Photo/Luca Bruno)

Sementara itu, Simone Inzaghi mengakui Inter Milan membuat terlalu banyak kesalahan defensif dan tidak cukup menutup peluang Bayern Munchen dalam kekalahan kandang di Liga Champions. Menurutnya, untuk bisa menang lawan Munchen haruslah sempurna.

Simone Inzaghi tanpa malu-malu mengakui kalau timnya kalah kelas. Ia sadar tim besutannya haruslah sempurna untuk mengalahkan Bayern Munchen.

"Dua puluh menit pertama kami agak terlalu tegang, kemudian kami menghadapi tim yang sangat intens, luar biasa, salah satu yang terbaik di Eropa saat ini," kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia.

"Kami melakukan lebih baik setelah itu, menciptakan peluang, tetapi juga membuat terlalu banyak kesalahan teknis.

"Dzeko dan Correa memiliki peluang untuk kembali, tetapi Inter Milan harus sempurna untuk melawan tim dengan level ini dan kami tidak melakukannya."

Sumber: Inter.it

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, 8/9/2022)

Berita Terkait