6 Faktor yang Membuat Benfica Unbeaten dan Lolos ke 16 Besar Liga Champions: Padahal Enggak Ada Darwin Nunez Lho

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 27 Okt 2022, 08:45 WIB
Benfica - Ilustrasi Logo Benfica (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Lisbon - Dua tim menjadi kuda hitam di babak penyisihan Liga Champions 2022/2023. Keduanya adalah Benfica dan Club Brugge.

Benfica lolos ke babak 16 Besar setelah melewati persaingan ketat di Grup H bersama PSG dan Juventus.

Advertisement

Di atas kertas, PSG dan Juventus lebih diunggulkan lolos ke babak 16 Besar. Namun, Benfica membalikkan prediksi itu dengan mengamankan satu tempat di babak 16 Besar Liga Champions sekaligus membuat malu Juventus.

Capaian Benfica cukup mengejutkan. Sebab, pada awal musim ini, Benfica harus membangun ulang tim seusai ditinggal bomber tajam Darwin Nunez.

Selain itu, Benfica juga melepas pelatih Nelson Verissimo yang mengantar mereka lolos ke perempat final Liga Champions musim lalu.

Benfica bukan hanya lolos ke babak 16 Besar Liga Champions, akan tetapi belum pernah tersentuh kekalahan di semua ajang. Benfica kini berada di puncak klasemen Liga Portugal dengan 28 poin dari 10 laga.

Lantas, apa yang membuat Benfica tampil luar biasa?

2 dari 7 halaman

Memilih Pelatih yang Tepat

Performa Juan Cuadrado di laga ini bisa dibilang mengecewakan. Dia bertanggung jawab terhadap hadiah penalti yang berbuah gol untuk Benfica. Selain itu sang pemain juga terlalu mudah kehilangan bola. (AP/Armando Franca)

Verissimo meninggalkan tim yang kuat untuk Benfica. Keputusan memilih Roger Schmidt sebagai pelatih baru adalah langkah brilian. Schmidt adalah figur yang tepat untuk Benfica.

Musim 2021/2022, Schmidt membawa PSV Eindhoven juara KNVB Beker. Selain itu, PSV juga dibawa menjadi juara Super Cup. Sebelum itu, Schmidt karier cukup apik di China bersama Beijing Guoan.

Schmidt pernah bekerja di RB Salzburg dan meraih juara Bundesliga Austria musim 2013/2014. Schmidt punya andil pada karier gemilang pemain top seperti Sadio Mane, Peter Gulacsi, Hakan Calhanoglu, hingga Cody Gakpo.

3 dari 7 halaman

Kebijakan Transfer yang Cerdas

Liverpool berhasil memenangkan perburuan Darwin Nunez pada bursa transfer musim panas ini. Penyerang asal Uruguay tersebut direkrut dari Benfica. Liverpool merekrut dengan nilai transfer 85 juta poundsterling atau setara Rp1,5 triliun. Pembelian Nunez ini memecahkan rekor transfer The Reds. (AFP/Carlos Costa)

Benfica mengantongi dana hingga 80 juta euro (Rp1,2 triliun) seusai melepas Darwin Nunez ke Liverpool. Kantung mereka makin penuh karena mendapat tambahan dana dengan melepas Roman Yaremchuk, Everton, Jota, hingga Carlos Vinicius.

Benfica punya dana besar. Akan tetapi, Schmidt memilih untuk belanja pemain dengan cermat. Tidak ada belanja dengan nilai gila-gilaan untuk membangun skuad. Pembelian termahal mereka adalah David Neres dengan mahar 15 juta euro (Rp233 miliar).

Schmidt belanja sesuai kebutuhan tim. Neres langsung jadi andalan di lini serang. Lalu, ada Enzo Fernandes dan Fredrik Aursnes yang jadi tumpuan di lini tengah. Peminjaman pemain senior Julian Draxler dari PSG juga membawa dampak cukup besar.

4 dari 7 halaman

Temukan Pengganti Darwin Nunez

Liverpool memang gemar mendatangkan pemain berusia muda. Darwin Nunez menjadi nama terbaru yang direkrut oleh The Reds. Klub besutan Jurgen Klopp tersebut diketahui rela menggelontorkan dana sebesar 75 juta euro untuk mendatangkan sang pemain dari Benfica. Nunez sendiri masih berusia 23 tahun, di mana bakatnya masih sangat bisa dikembangkan. Selain dirinya, berikut deretan pemain U-23 termahal yang pernah dibeli Liverpool. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Darwin Nunez punya dua musim yang luar bisa bersama Benfica. Musim lalu, pemain asal Uruguay itu mencetak 26 gol di Liga Portugal. Namun, Benfica tetap tajam walau tanpa Nunez.

Benfica telah mencetak 24 gol hingga pekan ke-10 Liga Portugal. Di Liga Champions, Benfica tidak pernah gagal mencetak gol dari lima laga yang sudah dimainkan.

Schmidt menutup kepergian Nunez secara kolektif. Tidak ada pencetak gol yang sangat menonjol. Namun, jika harus menyebut satu nama sebagai pengganti Nunez, maka dia adalah Goncalo Ramos yang telah mencetak 10 gol di semua kompetisi.

5 dari 7 halaman

Gaya Bermain

Moise Kean tampil di bawah performa terbaiknya. Meski mampu menyumbang satu gol namun sang bomber nampak kesulitan menembus barisan pertahanan lawan. (AP/Armando Franca)

Di bawah kendali Schmidt, Benfica tampil begitu atraktif. Layaknya pelatih-pelatih asal Jerman, Schmidt meminta pemain Benfica bermain dengan pressing tinggi dan berupaya memenangkan penguasaan bola.

Formasi dasar Benfica di bawah Schmidt adalah 4-2-3-1. Dikutip dari Whoscored, tiga keunggulan utama Benfica adalah menyerang dari sayap, transisi positif, dan memenangkan penguasaan bola dari lawan.

Bukti gaya bermain agresif Benfica bisa dilihat dari jumlah shots yang dilepas sejauh ini. Benfica melepas rata-rata 19.6 shots per laga di Liga Portugal. Di Liga Champions, mereka melepas 12.6 shots per laga. Luar biasa bukan?

6 dari 7 halaman

Tidak Kehabisan Bakat Muda

Benfica bukan hanya cerdas mengelola bursa transfer. Benfica juga punya pembinaan yang bagus. Banyak pemain top lahir dari tim muda Benfica, yang kemudian dilepas dengan harga mahal.

Pada musim 2022/2023, ada nama Antonio Silva yang tampil luar biasa. Ini adalah musim debut Silva di tim senior dan langsung mendapat menjadi pemain inti. Pemain 17 tahun mencetak satu gol ke gawang Juventus.

Selain Silva, Benfica juga punya Goncalo Ramos dan Florentino sebagai perwakilan jebolan akademi yang menjadi pemain inti. Lalu, ada Henrique Araujo yang masih bersaing untuk mendapat tempat di lini depan.

7 dari 7 halaman

Para Pemain Kunci

Schmidt telah memainkan 20 laga sebagai manajer Benfica di semua ajang. Dari laga-laga yang dilewati, ada dua pemain yang selalu dimainkan. Dua pemain itu adalah dua gelandang Enzo Fernandez dan Florentino.

Selain itu, ada nama Joao Mario, Odysseas Vlachodimos, dan Alejandro Grimaldo yang hanya sekali absen. Lalu, ada Rafa Silva, Goncalo Ramos, dan Nicolas Otamendi yang memainkan 18 dari 20 laga Benfica bersama Schmidt.

Duo Ramos yang mencetak 10 gol dan Rafa Silva yang membuat 9 gol menjadi andalan di lini depan. Sedangkan, duet Antonio Silva dan Nico Otamendi membuat gawang Vlachodimos baru kebobolan lima gol dari 10 laga di Liga Portugal.

Sumber: Whoscored, Transfermarkt

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin tayang 26 Oktober 2022)

Berita Terkait