Naturalisasi Shayne Pattynama Bikin Stok Bek Sayap Kiri Timnas Indonesia Melimpah, Siapa yang Dipilih Shin Tae-yong?

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 27 Jan 2023, 09:00 WIB
Timnas Indonesia - Pratama Arhan dan Shayne Pattynama (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Naturalisasi Shayne Pattynama membuat stok bek sayap kiri Timnas Indonesia melimpah. Siapa yang akan dipilih oleh Shin Tae-yong sbeagai pemain utama?

Selain Pattynama, Shin Tae-yong juga memiliki Pratama Arhan hingga Edo Febriansyah di pos fullback dan wingback kiri Timnas Indonesia.

Advertisement

Biasanya, Shin Tae-yong memprioritaskan Arhan lebih dulu. Sementara, Edo sebagai pelapis. Arsitek asal Korea Selatan itu sebenarnya juga sempat percaya terhadap Alfeandra Dewangga.

Namun, Dewangga kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia sejak uji coba FIFA Matchday ketika dua kali melawan Curacao pada akhir September 2022.

2 dari 8 halaman

Peluang Debut Shayne Pattyanama

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Shayne Pattynama berpose di depan fotografer setelah Pengambilan Sumpah Janji Setia Pewarganegaraan Republik Indonesia yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementetian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Selasa (24/01/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dewangga juga tidak dipanggil Shin Tae-yong ketika Timnas Indonesia berkancah di Piala AFF 2022.

Pattynama kemungkinan telah tersedia untuk dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia pada FIFA Matchday 20-28 Maret 2023 asalkan perpindahan asosiasinya di FIFA dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI telah rampung.

Pattynama bermain untuk Viking FK di Eliteserien atau divisi teratas Liga Norwegia sejak 2021.

3 dari 8 halaman

Kiprah Profesional

Shayne Pattynama (paling kiri) jadi pilar penting Viking FK yang nyaman di papan atas klasemen sementara Eliteserien musim ini (Dok. Viking FK)

Karier junior Pattynama dimulai di SV Lelystad '67 pada 2004-2007 sebelum pindah ke Akademi Ajax Amsterdam pada 2007-2010 dan ke Utrecht pada 2010-2017.

Kiprah profesional pertamanya diawali dengan Jong Utrecht, peserta Eerste Divisie yang juga klub usia muda FC Utrecht.

Shayne Pattynama dua musim bermain di Jong Utrecht. Dia bermain dalam 41 pertandingan. Pada 2019, ia hengkang ke SC Telstar, klub Eerste Divisie lainnya.

 

4 dari 8 halaman

Karier Shayne Pattynama

Ilustrasi - Shayne Pattynama (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Di SC Telstar, Shayne Pattynama hampir berkancah selama dua musim. Di sana, ia membukukan 45 pertandingan. Dia lalu pindah ke Viking FK pada April 2021.

Selama kurang lebih empat musim di Eerste Divisie, Shayne Pattynama mampu menorehkan enam gol dan enam assists.

Pada musim pertanya dengan Viking FK, Shayne Pattynama bermain 24 kali di Liga Norwegia 2021. Namun, hanya tujuh kali ia bermain sejak menit awal.

 

 

5 dari 8 halaman

Bicara Persaingan

Shayne Pattynama (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya di Viking (Dok. Viking)

Meski jumlah starternya tidak terlalu banyak, Shayne Pattynama masih bisa produktif sebagai bek sayap. Dia mendulang dua gol dan lima assists.

Dalam musim pertamanya di Liga Norwegia, Shayne Pattynama berhasil membawa Viking FK ke peringkat ketiga dan lolos ke Kualifikasi UEFA Conference League

Jumlah penampilannya meningkat dalam musim kedua ketika Pattynama membukukan 18 partai, dengan 14 di antaranya sebagai starter bersama Viking FC.

 

6 dari 8 halaman

Bicara Persaingan

indonesia - Shayne Pattynama, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Transfermarkt mendata bahwa Shayne Pattynama tidak hanya bisa bermain sebagai bek sayap kiri saya. Pesepak bola kelahiran Lelystad, Belanda itu juga mampu beraksi menjadi gelandang sayap kiri.

"Persaingan di Timnas Indonesia itu tentu sangat positif. Jadi, wajar jika satu posisi ada kompetisi antarpemain. Akan tetapi, itu positif," jelas Pattynama.

"Saya ingin bermain dalam skuat inti karena itu merupakan kehormatan. Tentu saja, saya ingin menjadi bek kiri," ucap Pattynama.

7 dari 8 halaman

Pratama Arhan Sulit Bersaing di Liga Jepang

Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan saat mengikuti latihan resmi menjelang laga Grup A Piala AFF 2022 antara Timnas Indonesia melawan Timnas Thailand yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (28/12/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lantas, bagaimana dengan Pratama Arhan dan Edo Febriansyah?

Pratama Arhan masih sulit bersaing di kasta kedua Liga Jepang atau J2 League bersama Tokyo Verdy.

Sejak bergabung pada musim lalu, Arhan baru sekali bermain untuk Tokyo Verdy di Liga Jepang dengan catatan 45 menit penampilan.

Di Timnas Indonesia, Arhan telah beraksi 27 kali sejak Mei 2021 dengan perolehan tiga gol dan delapan assist serta dua kartu kuning.

 

8 dari 8 halaman

Edo Febriansyah Spesialis Pelapis di Timnas Indonesia

Edo Febriansyah. Bek kiri berusia 25 tahun milik Rans Nusantara FC ini hanya diturunkan sebagai pemain pengganti oleh pelatih Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia memetik kemenangan 2-1 ats Kamboja. Dengan cederanya Pratama Arhan saat menghadapi Kamboja, STY bisa saja memasukkan Edo Febriansyah menjadi starter untuk menghadapi Brunei Darussalam sebagai solusi ketidakhadiran Pratama Arhan jika belum pulih dari cedera. (Bola.com/Abdul Aziz)

Sementara, Edo Febriansyah menjadi pilihan utama RANS Nusantara FC di BRI Liga 1 musim ini. Bek berusia 25 tahun itu tampil 14 kali dengan rangkuman tiga gol, dua assist, dan empat kartu kuning.

Namun, Edo hanya menjadi spesialis pelapis di Timnas Indonesia sejak debut pada November 2021. Mantan pemain Persita Tangerang itu mengumpulkan sembilan laga dengan dua assist dan satu kartu kuning.

Berita Terkait