Man City Langgar Ratusan Aturan Keuangan, Konferensi Pers Jose Mourinho Viral Lagi

oleh Hery Kurniawan diperbarui 08 Feb 2023, 07:05 WIB
Dua pelatih, Jose Mourinho (Tottenham Hotspur) dan Pep Guardiola (Manchester City), bersalaman usai laga lanjutan Liga Inggris pekan ke-9 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Minggu (22/11/2020) dini hari WIB. Tottenham menang 2-0 atas City. (AFP/Neil Hall/Pool)

Bola.com, Manchester - Premier League baru-baru ini mendakwa Manchester City dengan kesalahan berat. The Citizen disebut telah melakukan lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan.

Penyelidikan itu dilakukan dalam waktu yang sangat lama, dimulai pada 2009 dan berakhir pada 2018. Berita itu menjadi sangat besar di Inggris, karena belum pernah menghadapi situasi pelanggaran serupa.

Advertisement

Publik seakan diingatkan kembali dengan konferensi pers Jose Mourinho saat masih menjadi pelatih Tottenham Hotspur pada 2020. Saat itu ia menyebut Financial Fair Play (FFP) sudah mati.

Pada 2020, Manchester City sebenarnya sempat mendapatkan hukuman dilarang bermain di ajang Liga Champions karena pelanggaran yang mirip. Namun, hukuman itu dicabut saat itu.

“Saya pikir ini akan menjadi akhir dari Financial Fair Play, karena tidak ada gunanya," kata Mourinho saat itu.

2 dari 5 halaman

Keputusan yang Memalukan

Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Jose Mourinho saat itu dengan berani menyebut keputusan penarikan hukuman untuk Manchester City itu sebagai hal memalukan. Saat itu, City justru hanya diminta membayar denda sebesar 10 juta poundsterling

“Jika City tidak bersalah, keputusan itu memalukan. Jika City bersalah, keputusan itu juga memalukan. Ini adalah keputusan yang memalukan karena jika City tidak bersalah maka Anda tidak akan dihukum dengan 10 juta poundsterling," tegasnya.

Mourinho mempertanyakan denda yang harus dibayar Manchester City saat itu. Ia justru curiga ada sesuatu yang terjadi.

"Jika tidak bersalah, City seharusnya tidak didenda. Jika City bersalah itu juga merupakan aib, dan mereka harus dilarang mengikuti kompetisi," ujar Mou.

3 dari 5 halaman

Bisa Lolos

Jose Mourinho merupakan pelatih yang pernah tercatat mendapatkan pesangon terbesar sebanyak dua kali di dua klub yang berbeda. Pria asal portugal tersebut tercatat mendapatkan pesangon sebesar 18 juta pounds dari Chelsea dan 19,6 juta pounds dari Manchester United. (AFP/Alberto Pizzoli)

Manchester City memang bisa lolos dari hukuman apa pun terkait pelanggaran mereka. Jose Mourinho terheran-heran. 

Mourinho menyebut FFP seharusnya punya peran yang lebih baik. Aturan itu harus ditegakkan dengan setegak mungkin.

"Saya ingin melihat FFP dalam cara yang paling baik," katanya.

“Saya ingin melihat City dianggap tidak bersalah dan tidak membayar satu pound pun, atau dianggap bersalah dan dilarang. Namun, saat ini kita berbicara tentang Man City, di mana di masa lalu klub lain berada dalam situasi yang sama dan Anda tahu hasilnya," tegas Mourinho.

4 dari 5 halaman

Dikecam Predisen La Liga

Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Terbaru presiden La Liga, Javier Tebas pun ikut mengecam tindakan Manchester City. Ia bahkan kaget, pihak Premier League memerlukan waktu yang sangat lama untuk mengetahui kecurangan The Citizen.

Tak hanya Manchester City, Tebas pun menyerang klub lain, yakni Paris Saint-Germain yang ia sebut melakukan pelanggaran serupa.

"Pada 9-5-2017 kami mengecam di Soccerex Manchester pelanggaran @ManCity dan @PSG_espanol dari financial fair play," cuitnya.

"Sungguh luar biasa bahwa @premierleague membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahuinya. Kami mengecam bahwa ada lebih banyak kasus, apakah akan memakan waktu bertahun-tahun juga," sambungnya.

Sumber: Sportbible

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

 

5 dari 5 halaman

Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait