Curhat Boaz Solossa soal Cedera Parah pada Final Piala AFF 2004: Sempat Ingin Lanjut Main

oleh Hery Kurniawan diperbarui 18 Apr 2023, 20:30 WIB
Boas Solossa, Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Boaz Solossa tak melulu mengalami karier yang indah di Timnas Indonesia. Pemain yang kini berusia 37 tahun itu mendapatkan dua cedera parah saat membela Tim Garuda.

Cedera yang pertama terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2004. Saat itu, Boaz yang masih beruisa 18 tahun mendapatkan tekel keras dari bek Timnas Singapura, Baihakki Khaizan.

Advertisement

Akibatnya, Boaz Solossa mengalmi dislokasi pada pergelangan kaki kanannya. Boaz pun tak bisa melanjutkan laga. Hasilnya, Timnas Indonesia kalah 1-3 di kandang sendiri dari Singapura.

"Pas ditekel saya lompat, saya mendarat, lalu saya merasa, oh ini sudah tidak bisa lanjut," katanya dalam podcast di kanal Youtube Sport77 Official.

"Kakak Ortizan sempat bilang 'ayo bisa' saya merasa ankle saya sudah tidak bisa lagi saat itu," sambung Boaz Solossa. 

2 dari 3 halaman

Menahan Sakit

Boaz Solossa merayakan gol Hansamu Yama saat melawan Thailand pada leg pertama Final Piala AFF 2016. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Boaz Solossa kemudian menceritakan saat itu ia mendapatkan pertolongan dari tim medis Timnas Indonesia. Ada satu masseur yang mencoba membenarkan kondisi pergelangan kaki Boaz.

"Datang medis, dia minta saya tahan sakit dan gigit handuk. Baru ankle saya dimasukin, masuk memang tapi tidak bisa untuk kembali main," kenangnya.

Sosok yang akrab disapa Bochi itu sempat berdiri setelah proses perawatan itu selesai. Penonton yang hadir langsung di GBK saat itu sempat bersorak. Namun, ia memang tak lagi sanggup bermain pada laga itu.

"Saya sempat berdiri dan semua penonton tepuk tangan, tapi saya pikir, saya tidak bisa ini lanjut main," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Yakin Juara

Pemain Indonesia, Stefano Lilipaly, Boaz Solossa, dan Andik Vermansah, merayakan kemenangan atas Vietnam dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2004 memang tampil luar biasa sejak awal. Mereka bahkan menyandang status sebagai favorit juara.

Keyakinan untuk juara juga hadir dalam diri Boaz Solossa. Apalagi setelah Tim Garuda bisa bermain imbang 0-0 melawan Singapura pada fase grup.

"Sudah pasti juara, saya berpikir waktu penyisihan kita draw lawan Singapura, ini bermain di kandang kita, saya yakin pasti juara," tandasnya.

Namun, Timnas Indonesia pada akhirnya harus kalah 1-3 di GBK. Saat menjalani leg kedua di Singapura, tim asuhan Peter Withe pun kembali menelan kekalahan kali ini dengan skor 1-2.

Berita Terkait