Mauricio Souza Soroti Kesalahan Wasit: BRI Liga 1 Harus Pakai VAR

oleh Wahyu Pratama diperbarui 11 Jul 2023, 11:00 WIB
Dua pemain PSM Makassar, Yuran Lopes (tengah) dan Safrudin Tahar memprotes keputusan wasit pada laga pekan pertama BRI Liga 1 2023/2024 antara Persija Jakarta menghadapi PSM Makassar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2023). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Surabaya - Maraknya kesalahan yang dilakukan pengadil lapangan dalam beberapa laga terakhir BRI Liga 1 2022/2023, menarik perhatian pelatih Madura United Mauricio Souza.

Dalam pertandingan Persebaya Surabaya vs Barito Putera misalnya wasit Thoriq Alkatiri memilih mengabaikan pelanggaran Bagas Kaffa di kotak terlarang. Padahal jersei Song Ui-yong jelas-jelas ditarik dari belakang.

Advertisement

Laga Borneo FC Samarinda dan Bali United juga tak luput dari kesalahan. Elias Dolah terkapar terkena tendangan Siverio dan wasit Abdul Aziz sama sekali tak memberikan hukuman baik kartu merah atau tendangan penalti.

Beberapa laga di pekan kedua juga tak luput dari kesalahan perangkat pertandingan. Paling parah saat gol Dendy Sulistyawan dianulir hakim garis karena dianggao offside pada laga Bhayangkara FC vs RANS Nusantara FC.

Pelatih asal Brasil itu lantas menilai sudah saat sepak bola tanah air menggunakan video assistant referee (VAR). Dengan bantuan teknologi, wasit bisa meninjau kembali keputusannya yang nyeleneh.

"Untuk bisa lebih besar lagi, kami harus pakai VAR dalam liga ini. Dalam pekan ini, kami melihat banyak kesalahan. VAR akan banyak bantu wasit agar membuat keputusan benar dalam laga," ujarnya.

 

2 dari 5 halaman

Tolak Permintaan Maaf Wasit

Pemain Persik merayakan gol kedua. Namun akhirnya harus mengakui keperkasaan Madura United 3-2 di Stadion Gelora Ratu Pemelingan Pamekasan, Minggu (9/7/2023). (Bola.com/Gatot Sumitro)

Pelatih jebolan Botafogo ini juga menyebut pertandingan berakhir setelah wasit meniupkan peluit panjang. Kontroversi apapun di dalam lapangan tak akan mengubah hasil pertandingan.

Itu sebabnya, Souza tak akan mau memaafkan wasit yang bermasalah. Hukuman yang diberikan kepada mereka tak berarti apapun bagi klub.

"Pasti bisa lebih baik ke depannya. Jadi percuma wasit minta maaf. Karena apa yang bisa bantu liga lebih kuat lagi adalah harus ada VAR," tandasnya.

 

3 dari 5 halaman

VAR Siap Digunakan Di Putaran Kedua

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir ditemani wakil ketua umum PSSI 1, Zainudin Amali (kiri) dan wakil ketua umum PSSI 2, Ratu Tisha memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers mengenai pembentukan yayasan PSSI dan perwasitan Indonesia di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (22/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebelumnya, Ketum PSSI Erick Thohir menyebut penggunaan VAR akan bisa digunakan di putaran kedua musim ini. Beberapa persiapan pun terus dimatangkan sebelum teknologi ini diaplikasikan.

Baru-baru ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selamu operator kompetisi, telah menggelar VAR Education. Sebanyak 42 wasit menerima materi pengenalan teknologi tersebut.

Beberapa materi dalam agenda tersebut yakni VAR Protocol Basics, Var New Way to Decide, VAR Line, Intervention Challenges, Intervention Hand Ball, hingga Intervention Fouls.

4 dari 5 halaman

Persebaya Protes soal Wasit Thoriq Alkatiri

Wasit asal Jawa Barat ini tampak mengeluarkan kartu merah dari saku celana nya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di tempat terpisah, Persebaya Surabaya masih menunggu keputusan PSSI soal sanksi kepada keputusan kontroversi wasit. Seperti diketahui, Persebaya sempat dirugikan saat menjamu Barito Putera.

Duel pekan kedua BRI Liga 1 2023/2024 itu berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (8/7/2023). Thoriq Alkatiri yang menjadi pengadil dalam laga itu mendapat sorotan dari publik.

Penyebabnya, wasit berlisensi FIFA itu dianggap membuat keputusan kontroversial. Satu momen krusial menjadi sorotan yakni saat pemain belakang Barito Putera, Bagas Kaffa, menarik kaus pemain asing Persebaya, Song Ui-Young, hingga terjatuh di dalam kotak penalti.

Thoriq Alkatiri memilih tidak memberikan hadiah penalti meski insiden itu terjadi di depan matanya. Dia juga tidak menganggap tindakan Bagas Kaffa itu sebagai pelanggaran. Sontak saja, para pemain Persebaya melancarkan protes.

“Hal-hal seperti ini harus cepat ditindak. Persebaya yang berpeluang dapat tiga poin malah hanya dapat satu poin. Jangan sampai kejadian serupa menimpa klub-klub lainnya,” kata Yahya

“Kami akan lihat tindakannya untuk wasit bakal seperti apa. Berani tidak menindak perangkat pertandingan yang salah? Kalau tidak tegas, takut ada gejolak lagi,” imbuh pria berusia 40 tahun tersebut.

“Masak wasit FIFA seperti itu? Mungkin dilarang memimpin pertandingan dalam jangka waktu tertentu. Biar jadi pelajaran,” imbuh Yahya Alkatiri.

5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 2023/2024

Berita Terkait