Liga Italia: Awali Musim dengan Sempurna, Juventus Dilarang Jemawa!

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, enggan terlalu gembira dengan hasil pertandingan pertama tim asuhannya di Liga Italia musim ini.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Agustus 2023, 11:45 WIB
Selebrasi pemain Juventus Adrien Rabiot saat melawan Udinese di lanjutan Liga Italia 2023/2024 (Dok Juventus)

Bola.com, Jakarta - Juventus mengawali kampanye Serie A Liga Italia 2023/2024 dengan hasil sempurna setelah mampu menumbangkan Udinese. Namun, pelatih Massimiliano Allegri menepis anggapan timnya sudah menjadi favorit untuk Scudetto musim ini.

Juventus meraih kemenangan telak 3-0 pada laga giornata pertama Serie A Liga Italia musim ini. Bertanding di markas Udinese, Senin (21/8/2023) dini hari WIB, Bianconeri mengawali kampanye musim ini dengan sempurna.

Advertisement

Tiga gol kemenangan Juventus dicetak oleh Federico Chiesa pada menit kedua, Dusan Vlahovic lewat eksekusi penalti pada menit ke-20, dan ditutup gol Adrien Rabiot pada masa injury time babak pertama.

Hasil positif itu membuat Massimiliano Allegri meraih 250 kemenangan dalam 380 pertandingan menangani Juventus. Memang torehan itu masih jauh dari pemegang rekor, Giovanni Trapattoni, dengan 319 kemenangan dalam 596 laga.


Masih ada yang Perlu Diperbaiki

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri melambaikan tangan sebelum pertandingan Liga Italia 2022/2023 antara Juventus melawan Sassuolo di stadion Juventus, Turin pada 15 Agustus 2022. Allegri tercatat menjadi salah satu pelatih paling boros di bursa transfer, yaitu 1,08 miliar Euro. Pada periode pertamanya di Juventus, Allegri mendapat kucuran dana besar. Dia bisa merekrut Cristiano Ronaldo seharga 117 juta euro dan Gonzalo Higuain senilai 90 juta euro. Allegri juga mengeluarkan banyak uang saat bekerja di AC Milan. Pembelian termahalnya di San Siro adalah Zlatan Ibrahimovic pada 2011 seharga 24 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)

 

Setelah pertandingan usai, Massimiliano Allegri mengatakan Juventus masih dalam proses adaptasi dengan pendekatan gaya bermain yang baru diusungnya.

Namun, dirinya menyoroti performa timnya saat unggul dan kemudian mengendurkan permainan pada babak kedua.

"Ada dua area di mana kami perlu meningkatkan diri. Di babak kedua, kami harus lebih banyak bergerak dan mengontrol bola, meskipun harus diakui itu sangat panas," kata Allegri kepada DAZN.

"Yang kedua adalah ketika kami melakukan kesalahan, kami harus bertahan lebih baik di daerah kami sendiri," lanjutnya.


Menepis Anggapan Favorit Scudetto

Selebrasi pemain Juventus saat melawan Udinese (Dok Juventus)

 

Juventus tidak berpartisipasi dalam turnamen internasional apa pun dan sangat ingin menebus kesalahan di luar lapangan musim lalu yang mendominasi fokus mereka saat ini.

Meskipun semua itu kini telah terangkat dari pundak mereka, Allegri terus menegaskan mereka tidak berada dalam persaingan perebutan Scudetto, apalagi menjadi salah satu tim yang diunggulkan.

"Tersingkir dari Liga Champions merupakan sebuah kehilangan besar bagi klub ini setelah 12 tahun," jelas Allegri.

"Kami akan merindukannya. Saya tidak akan menyangkalnya, karena semua orang mengatakan bermain sekali seminggu adalah sebuah keuntungan, tetapi kami menikmati bermain melawan tim-tim terbaik di Eropa."

"Meskipun mengalami tahun yang sulit, segalanya jelas berbeda dengan cara ini dan kami akan memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja secara individu dengan para pemain serta pergerakan tim," lanjutnya.


Enggan Jemawa

Massimiliano Allegri. (AFP/Marco Bertorello)

Dalam kesempatan yang sama, Federico Chiesa mengomentari taktik 'modern' yang diterapkan Juventus, yang tidak terlalu defensif dan lebih proaktif, meskipun Allegri tetap skeptis dengan hal tersebut.

"Kami perlu memanfaatkan karakteristik para pemain kami sebaik mungkin. Itu berarti tekanan tinggi untuk mendukung para penyerang dan ada banyak hal yang harus dipelajari," ujar Allegri.

"Kami telah meraih satu kemenangan. Mari kita tetap berpijak di bumi dan tidak berpikir bahwa kami telah menyelesaikan segalanya."

"Saya tidak setuju dengan perdebatan semacam itu. Kami harus lebih terorganisasi dan menutup ruang-ruang kosong, juga saat kami melakukan tekanan," pungkas Allegri.

Sumber: DAZN

Disadur dari: Bola.net (Yoga Radyan, published 21/8/2023)


Persaingan di Serie A Liga Italia

Berita Terkait