Honda Terpuruk di MotoGP, Jorge Lorenzo Singgung karena Depak Dani Pedrosa

oleh Hendry Wibowo diperbarui 14 Sep 2023, 19:57 WIB
Sebelum memulai kariernya sebagai test rider di tim KTM pada 2019, Dani Pedrosa merupakan sosok pembalap hebat di MotoGP. The Little Samurai pernah menjadi tiga kali runner-up pada 2007, 2010, dan 2012. Peran Pedrosa dalam memajukan RC16 juga sangat diakui. (AFP/APA/Erwin Scheriau)

Bola.com, Jakarta - Jorge Lorenzo punya analisis menarik soal keterpurukan Honda di ajang MotoGP saat ini.

Juara dunia MotoGP tiga kali itu mengaitkan kesulitan Honda dengan fakta mereka tidak memperkerjakan Dani Pedrosa sebagai pembalap penguji usai memutuskan tidak lagi jadi rider full season pada musim 2018.

Advertisement

Jorge Lorenzo menyayangkan sikap Honda saat itu. Karena Dani Pedrosa sudah mengabdi untuk mereka selama 18 tahun.

Kesimpulannya, Dani Pedrosa adalah sosok yang tepat untuk mengembangkan motor Honda. Terbukti Pedrosa justru menjadi pembalap penguji KTM.

Kini pabrikan asal Austria itu jadi salah satu penantang kuat Ducati di MotoGP 2023.

"Melihat apa yang terjadi Honda kurun waktu 4-5 tahun terakhir, termasuk cedera Marc Marquez, situasi bakal lebih baik, jika mereka punya Dani sebagai pembalap penguji," kata Jorge Lorenzo.

2 dari 3 halaman

Pembalap yang Cocok Jadi Test Rider

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, ketika mengumumkan pensiun dari MotoGP di Valencia, Spanyol, Kamis (14/11/2019). (AFP/Jose Jordan)

Jorge Lorenzo turut membeberkan alasan kenapa Honda seharusnya menggunakan jasa Dani Pedrosa sebagai pembalap penguji. 

"Dari sudut pandang teknik, kepintaran, dan level perasaan terhadap motor, Pedrosa adalah pembalap yang super sensitif," ujar Lorenzo.

"Tipe pembalap seperti ini membantu tim untuk menilai bagian mana motor yang positif atau negatif."

"Dia telah membuktikannya di KTM dan Honda begitu kehilangan sosoknya," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Runner-Up MotoGP Tiga Kali

Dani Pedrosa sampai saat ini berstatus pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di MotoGP tapi tidak pernah merasakan titel juara dunia.

Total ia mengemas 31 kemenangan, tapi prestasi terbaiknya hanya runner-up musim 2007, 2010, dan 2012.

Terbaru Dani Pedrosa mentas pada balapan MotoGP Misano di Sirkuit Misano, San Marino, akhir pekan lalu. Pada balapan hari Minggu, ia masih bisa finis posisi empat. 

Sumber: GPOne