Sindiran Petinggi Arema dan Pelita Jaya: Indonesia Lebih Butuh Naturalisasi Wasit Ketimbang Pemain

oleh Iwan Setiawan diperbarui 07 Des 2023, 12:00 WIB
Wasit Syzmon Marciniak meninjau layar Video Assistant Referee (VAR) pada laga laga lanjutan Grup F Liga Champions 2023/2024 antara PSG melawan Newcastle United di Parc des Princes, Paris, Prancis, Rabu (29/11/2023) dini hari WIB. (AFP/Alain Jocard)

Bola.com, Jakarta Program naturalisasi yang dilakukan PSSI masih berlangsung.

Bek kiri kelahiran Belanda, Justin Hubner yang resmi jadi Warga Negara Indonesia. Dari segi kualitas, kemampuan Justin tak perlu diragukan. Saat ini, dia bermain di klub Inggris, Wolverhampton U-21.

Advertisement

Namun, ada pula yang menganggap PSSI sudah terlalu banyak melakukan naturalisasi pemain. Bahkan setelah Justin Hubner, sudah ada sederet nama yang jadi target naturalisasi. Mantan Wakil Manajer Arema FC, Lalu Mara Satriawangsa termasuk kurang setuju dengan banyaknya pemain yang dinaturalisasi.

Naturalisasi itu jalan pintas. Kalau terlalu banyak pemain naturalisasi, kasihan pemain lokal. Kesempatan bermain untuk Timnas Indonesia hilang,” katanya. Selain itu, dia melihat banyak pihak yang terlibat dalam pembinaan pemain muda di Indonesia juga bakal kecewa.

 

2 dari 4 halaman

Efek Instan

Pemain naturalisasi Indonesia, Justin Hubner memberikan keterangan kepada media setelah pengambilan sumpah WNI yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham), Jakarta Timur, Rabu (06/12/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Keberadaan pemain naturalisasi di Indonesia juga belum memberikan efek instan.

Timnas Indonesia senior masih belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan kualifikasi kedua Piala Dunia 2026. Kalah 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 dari Filipina.

“Untuk apa orang-orang gila bola bikin SSB kalau ujungnya pakai pemain naturalisasi. Saya bukannya menentang program naturalisasi. Tapi, tidak semua harus dinaturalisasi. Sepak bola itu butuh proses, bukan jalan pintas,” lanjut pria yang pernah jadi Manajer Pelita Jaya itu.

 

3 dari 4 halaman

Lebih Baik Naturalisasi Wasit

Foto ilustrasi saat wasit Liga Inggris Kevin Friend melihat Video Assistant Referee (VAR). Keputusan wasit yang menganulir gol di pertandingan pekan ke-6 Liga Inggris 2022/2023 melalui VAR menuai banyak kontroversi. (AFP/Daniel Leal)

Lalu Mara justru memberikan komentar unik soal naturalisasi. Dia lebih setuju jika PSSI melakukan naturalisasi untuk wasit. Saat ini, kinerja wasit di kompetisi Liga 1 dan 2 banyak disorot. Keputusan kontroversial masih sering terjadi.

“Pertandingan di Indonesia sekarang disiarkan langsung. Jadi, semua bisa menilai kualitas wasit. Dari pengalaman saya, salah satu penyebab terhambatnya sepakbola Indonesia juga karena wasit. Penting bagi PSSI utnuk membangun wasit berkualitas. Kalau dirasa perlu, bisa menggunakan wasit asing. Atau sekalian naturalisasi wasit. Itu lebih perlu sepertinya,” tegasnya. 

  

4 dari 4 halaman

Wasit Lokal

Selain itu, wasit Indonesia tidak ada yang terpilih untuk bertugas di Piala Asia 2023. Turnamen yang akan berlangsung di Qatar Januari 2024 tersebut Padahal Indonesia punya lima wasit berlisensi FIFA, yakni Thoriq Alkatiri, Yudi Nurcahya, Aprisman Aranda, Fariq Hitaba, dan Sanche Lawita.

Berita Terkait