BRI Liga 1: Terpuruk di Zona Degradasi, Arema FC Dapat Dukungan Doa dari Eks Pemain Singo Edan Asal Nigeria

oleh Gatot Sumitro diperbarui 20 Feb 2024, 16:30 WIB
Arema FC menggelar latihan di Lapangan ARG, Lawang, Kabupaten Malang, Senin (8/1/2024). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Kediri - Prestasi Arema FC yang masih terpuruk di zona degradasi BRI Liga 1 2023/2024 menarik empati Bamidele Frank Bob Manuel.

Pria yang karib disapa Bobby ini adalah mantan striker Arema pada pertengahan musim 2001. Sosok asal Nigeria ini memperkuat Singo Edan hingga 2002 dan menjadi idola Aremania serta publik Malang.

Advertisement

"Arema adalah klub pertama saya di Indonesia. Jadi saya punya kesan mendalam dengan klub ini. Saya sangat prihatin atas prestasi mereka pada musim ini," ujar Bobby.

"Arema FC tak pantas berada di posisi sekarang ini. Namun, saya yakin tim ini bisa lepas dari jerat degradasi," lanjutnya.

 

 
2 dari 5 halaman

Motivasi untuk Bangkit

Charles Lokolingoy mencoba menghentikan pergerakan Rifad Marasabessy dalam latihan Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bobby memiliki keyakinan seperti itu karena pengalamannya memperkuat Singo Edan membuatnya memahami benar jiwa fanatisme yang dimiliki setiap penggawa Arema FC.

"Selama main di Arema dulu, saya tahu betapa besar kecintaan para pemain kepada klub ini," ujar Bobby.

"Saya kira ini menjadi sebuah motivasi yang bagus agar Arema bisa lolos dari jurang degradasi pada musim ini," lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Mengenang Ketika Dipinang Arema

Eks pemain Arema, Bamidele Frank Bob Manuel. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Selain membahas mengenai kondisi Arema FC saat ini, Bobby mengenang bagaimana dirinya dulu bergabung bersama Singo Edan yang kala itu dimanajeri oleh Iwan Budianto.

"Bos Iwan yang mengajak saya ke Arema. Saat itu saya ada di Singapura. Setelah bergabung bersama Arema, saya menemukan atmosfer yang luar biasa dari Aremania ketika bermain di stadion," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Betah di Indonesia

Setelah gantung sepatu, Bobby menikahi wanita asal Medan dan berdomisili di Tangerang sejak 2017. Kini ia tengah mengajukan proses kewarganegaraan Indonesia.

"Setelah lama berkarier di Indonesia, saya merasa cocok dengan kehidupan di sini. Saya bertekad untuk menghabiskan sisa hidup saya di negara ini. Saya mencintai Indonesia, seperti saya mencintai Nigeria, tanah kelahiran saya," tuturnya.

"Saya melatih akademi sepak bola di Tangerang. Saya suka menangani pemain muda. Saya masih memiliki lisensi C CAF. Saya akan kursus lagi agar bisa melatih klub di Indonesia," pungkasnya.

5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait