3 Kunci Persiraja untuk Menghadang PSBS di Semifinal Pegadaian Liga 2: Awas! Ledakan Pemain Buangan

oleh Hendry Wibowo diperbarui 25 Feb 2024, 08:00 WIB
Persiraja Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persiraja Banda Aceh akan menghadapi laga berat melawan PSBS Biak pada leg pertama semifinal Pegadaian Liga 2 2023/2024 di Stadion Langsa, Aceh, Minggu (25/02/2024).

Beban tuan rumah memang berat, karena dari statistik dua babak awal penyisihan, rapor Persiraja masih di bawah PSBS. Itu bila dilihat dari jumlah kemenangan maupun produktifitas gol.

Advertisement

Namun Lantak Laju, julukan Persiraja, harus memaksimalkan jatah kandang ini untuk membuka kans promosi ke Liga 1 2024/2025.

Pasalnya, leg kedua yang digelar di markas PSBS, 29 Februari nanti, diprediksi bakal lebih berat lagi. Kubu Persiraja harus mengoptimalkan tenaga, spirit, dan dukungan suporter untuk menundukkan PSBS.

Tapi klub asal Aceh ini punya tiga senjata untuk menghadang PSBS. Yuk kita telisik apa saja keunggulan Lantak Laju.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

 

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

1. Motivasi Pemain Buangan

Suasana pertandingan PSIM Yogyakarta menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Rabu (17/1/2024). (Bola.com/Ana Dewi)

Pada Liga 1 2021/2022 lalu, Persiraja terdegradasi ke Liga 2 bersama Persela dan Persipura. Ini jadi pengalaman pahit, setelah mereka berjuang mati-matian naik kasta pada 2020.

Memori kelam ini memantik semangat manajemen untuk mengembalikan Persiraja ke kasta tertinggi lagi. Peluang telah terbuka. Kini mereka sedang berjuang di babak semifinal.

Upaya kembali ke habitat Liga 1 telah dilakukan dengan merekrut pemain berkualitas. Mereka mendatangkan Andik Vermansyah, Nurhidayat Haji Haris, dan Ferdinand Sinaga.

Yang menarik, ketiga sosok ini boleh dikata pemain 'buangan'. Seperti kita ketahui, Andik Vermansyah sempat tak dilirik klub Liga 1 usai habis kontrak bersama Bhayangkara FC.

Nurhidayat Haji Haris yang pernah digadang-gadang pemain masa depan Indonesia saat sukses sebagai kapten tim Timnas U-19 cukup lama istirahat dari menggocek bola karena berbagai masalah pribadi.

Ferdinan Sinaga yang ditengarai sudah habis ketajamannya dipinjamkan Persebaya ke Persiraja. Tapi ketiganya malah meledak bersama Persiraja.

Andik Vermansyah dan Ferdinan Sinaga jadi tukang gedor utama tim. Nurhidayat juga tak kehilangan ketangguhannya sebagai bek handal.

 

 

 

3 dari 4 halaman

2. Selalu Lepas dari Krisis

Di sepak bola Indonesia, Persiraja dikenal sebagai tim yang memiliki mental dan spirit bertanding militan. Karakter pantang menyerah ini membuat Persiraja selalu mampu lepas dari situasi kritis.

Pada semifinal Liga 2 2019 lalu di Bali, Persiraja menjadi tim terakhir yang merebut tiket promosi ke Liga 1 2020, setelah menyingkirkan Sriwijaya FC. Mereka pun menyusul Persik dan Persita.

Padahal secara tim, materi pemain Persiraja berada di urutan terbawah setelah Persik, Persita, dan Sriwijaya FC.

Tampaknya situasi itu kembali dialami Persiraja saat bentrokan dengan PSBS. Mukhlis Nakata dkk. tak diunggulkan bisa mengalahkan PSBS.

Patut kita tunggu apakah Persiraja mampu melepaskan diri dari tekanan pada dua leg babak semifinal Pegadaian Liga 2 2023/2024 ini.

 

 

4 dari 4 halaman

3. Nakata Jadi Ruh Persiraja

Kapten Persiraja Banda Aceh, Muchlis Nakata. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Pada pentas Liga 2 2019 lalu, Persiraja tak diperkuat pemain kategori bintang. Namun setelah kompetisi kasta kedua usai dan Persiraja promosi ke Liga 1 2020 muncul pemain yang bersinar. Salah satunya adalah Assanul Rijal.

Pada Pegadaian Liga 2 episode kali ini, nama Assanul Rijal tak ada dalam tim lagi. Namun Persiraja masih memiliki ruh sekaligus kapten tim abadi yakni Mukhlis Nakata.

Meski Persiraja merombak skuadnya, gelandang berusia 35 tahun ini masih loyal. Satu pemain lainnya warisan skuad Liga 2 2019 lalu adalah Defri Rizki.