Shin Tae-yong Masih di Indonesia, Bakal Kembali ke Korea Selatan pada Akhir Januari 2025: Mau Bersama Keluarga dan Istirahat

Shin Tae-yong sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia per 6 Januari 2025.

BolaCom | Ario YosiaMuhammad Adi YaksaDiperbarui 18 Januari 2025, 04:15 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia Vs Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (20/03/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Shin Tae-yong sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia per 6 Januari 2025. Namun, ia belum kembali ke Korea Selatan.

Shin Tae-yong masih berada di Indonesia. Beberapa foto dan video aktivitasnya sedang main golf hingga makan beredar di media sosial.

Advertisement

Shin Tae-yong baru akan pulang ke Negeri Ginseng pada akhir Januari 2025. Dia ingin berkumpul bersama keluarga, yang kerap ditinggalkannya semasa melatih Timnas Indonesia pada 2020-2025.

"Coach Shin Tae-yong pulang ke Korea Selatan pada akhir bulan ini," ujar penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo, kepada Bola.com, Selasa (14/1/2025).

"Betul, mau sama keluarga dulu dia. Mau istirahat sepertinya," kata Jeong Seok-seo, yang biasa dipanggil Jeje itu.


Kompensasi PHK

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan penerjemahnya Jeong Seok-seo saat menonton laga Grup H Piala Dunia FIBA 2023 antara Kanada melawan Latvia di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (29/08/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara itu, persoalan pergantian kompensasi STY seiring pemecatannya masih belum tuntas. PSSI masih melakukan pembicaraan intens berkaitan dengan hal tersebut dengan perwakilan legal sang pelatih.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa PSSI akan menyelesaikan persoalan kompensasi dengan baik. "Kami ingin persoalan kompensasi diselesaikan dengan baik. Sejak saya memimpin PSSI, saya ingin federasi jadi organisasi yang bertanggung jawab." katanya.


Tawar-Menawar

Kabarnya ada sejumlah poin yang masih mengantung berkaitan dengan proses negosiasi kompensasi. PSSI ingin ada titik tengah berkaitan dengah hal ini, yang sifatnya win win solution.

Satu hal yang menjadi perhatian PSSI adalah Shin Tae-yong dinilai tidak memenuhi beberapa Key Performance Indicator setelah kontraknya diperpanjang selama tiga tahun pada Juni 2024. Namun, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, PSSI ingin berdiskusi dengan jalan kekeluargaan, mengingat mereka juga mengapreasiasi apa yang dilakukan STY buat Timnas Indonesia lima tahun terakhir.

Sebelumnya, di kesempatan berbeda, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, sempat mengungkapkan bahwa pihaknya harus merogoh kocek hingga puluhan miliar untuk membayar penalti pemutusan kontrak Shin Tae-yong.

"Cukup besar angkanya, tapi kami berkomitmen menyelesaikannya dengan baik," ujarnya.

Berita Terkait