Komdigi Mengakui Koneksi Internet di 15.000 Desa Masih Lambat

Situasi ini menjadi tantangan utama bagi pemerintah seiring cepatnya perkembangan akses internet di seluruh negeri.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Agustus 2025, 19:20 WIB
Ilustrasi jaringan internet. Kredit: Pete Linforth via Pixabay

Bola.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 15.000 desa di Indonesia yang tidak memiliki akses internet yang memadai.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah, terutama saat penetrasi internet di negara ini terus berkembang dengan pesat.

Advertisement

Meutya Hafid menyebutkan bahwa saat ini, tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80 persen, yang setara dengan 229 juta pengguna.

Namun, angka tersebut tidak merata di seluruh wilayah. Di daerah-daerah terpencil seperti Maluku dan Papua, penetrasi internet baru mencapai sekitar 59 persen, sementara di kawasan perkotaan sudah mencapai 83 persen dan di pedesaan hanya 77 persen.


Ketimpangan dalam Akses Internet

Ilustrasi internet, digital, gaya hidup digital. Kredit: Nattanan Kanchanaprat via Pixabay

Meutya Hafid mengatakan jika dilihat dari skala provinsi, seluruhnya sudah terpenuhi 100 persen. Tetapi, di tingkat kecamatan turun, dan di pedesaan turun lagi yaitu 77 persen.

"Data menunjukkan masih ada kurang lebih 15 ribu desa yang belum memiliki koneksi internet yang baik. Ini PR besar kami," kata Meutya saat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Bali, Kamis (28-8-2025).

Dia menekankan bahwa ketimpangan dalam akses internet ini perlu segera diatasi agar Indonesia dapat bersiap menghadapi kemajuan dalam ekonomi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

"Kalau kita bicara masa depan, ini harus kita benahi karena digitalisasi dan adopsi AI membutuhkan konektivitas yang merata," tegasnya.

 

Sumber: merdeka.com