Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) tengah menghadapi periode sulit dengan banyaknya pemain utama yang absen. Pelatih MU, Ruben Amorim, mengakui kehilangan tiga pemain penting, Bruno Fernandes, Amad Diallo, dan Bryan Mbeumo, sudah memberikan dampak besar terhadap kreativitas tim, terutama selama periode Natal 2025.
MU tanpa Amad dan Mbeumo dalam laga melawan Aston Villa, Newcastle United, dan Wolves karena keduanya dipanggil ke Piala Afrika 2025.
Sementara itu, Bruno Fernandes mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada babak pertama saat melawan Aston Villa, hingga akhirnya absen di dua pertandingan berikutnya. Dalam tiga laga itu, Setan Merah hanya mampu mengumpulkan empat poin.
Mereka juga mencatatkan angka expected goals (xG) yang rendah, yakni total 3,6, dengan hanya 0,8 xG saat ditahan imbang Wolves, tim yang saat itu belum meraih kemenangan di Premier League musim ini, dan baru meraih kemenangan pertama pada pekan ke-20 saat melawan West Ham United.
Hasil tersebut berpotensi merugikan United dalam persaingan menuju zona Liga Champions.
Tanpa Pemain Kunci, Tim Mana pun di Dunia Akan Kesulitan
Ruben Amorim mengakui absennya ketiga pemain tersebut terjadi di waktu yang bersamaan dan sulit dihindari. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu bukanlah alasan semata atas performa tim.
“Saya tidak suka membicarakan itu, terdengar seperti alasan. Ini adalah nasib buruk kehilangan Amad, Bryan, terutama, dan Bruno pada saat yang sama," kata Amorim.
"Mereka memiliki kreativitas lebih dalam menciptakan peluang dibandingkan pemain lain di tim. Jika Anda kehilangan ketiganya secara bersamaan, tim mana pun di dunia akan kesulitan,” lanjutnya.
Pelatih asal Portugal itu menambahkan bahwa data statistik pun memperjelas betapa vitalnya peran ketiga pemain tersebut.
“Anda punya semua datanya dan bisa merasakan bahwa tiga pemain ini menciptakan sebagian besar peluang bagi kami," ujar Amorim.
"Dan jika Anda kehilangan bukan satu, tapi ketiganya sekaligus, tentu saja kami akan kesulitan. Lalu tambahkan situasi bola mati. Siapa yang mengeksekusi bola mati? Amad, Bryan, dan Bruno. Jadi semuanya saling berkaitan dan kami harus mengakui hal itu,” lanjutnya.
Ruben Amorim juga menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memahami penyebab penurunan kualitas permainan tim.
“Dan sekarang kami semakin dekat untuk memiliki ketiga pemain ini kembali. Hal terpenting adalah memahami mengapa kami kesulitan dalam tiga pertandingan terakhir dalam hal kreativitas dan kualitas permainan. Menurut saya, itu sudah sangat jelas.”
Ruben Amorim Bela Keputusan Pergantian Pemainnya
Keputusan Ruben Amorim dalam melakukan pergantian pemain kembali menjadi sorotan setelah hasil imbang melawan Wolves.
Saat para pendukung di Stretford End mendesak tim untuk menyerang, Amorim justru mengganti Ayden Heaven dengan Leny Yoro 15 menit sebelum laga berakhir, sebuah keputusan yang dinilai terlalu berhati-hati.
Menanggapi kritik tersebut, Amorim membela pendekatannya. “Hal pertama yang Anda bicarakan adalah bahwa kami menciptakan peluang dan mencetak gol lebih banyak dibandingkan sebagian besar tim. Itu benar,” ujarnya.
“Lalu saya memahami tim ini lebih dari siapa pun. Terkadang Anda memiliki para pendukung yang tidak sejalan dengan keputusan Anda. Terkadang Anda harus melakukan apa yang menurut Anda benar, dan kadang itu sulit untuk mereka pahami.”
Ia juga menjelaskan alasannya lebih memilih menjaga keseimbangan tim. “Tapi ketika saya melihat lapangan, saya bisa memahami pemain mana yang kelelahan, pemain mana yang akan sangat kesulitan jika harus terus-menerus menghadapi situasi satu lawan satu."
"Saya hanya mencoba melindungi tim dan berusaha memenangkan pertandingan. Dan terkadang itu adalah pergantian terbaik,” lanjutnya.
Amorim menyadari bahwa keputusannya tidak selalu benar, namun ia menegaskan bahwa tim tetap menunjukkan progres, terutama dalam menyerang.
“Terkadang itu adalah pergantian yang salah. Tapi saya hanya mencoba melakukan yang terbaik. Anda juga mengatakan bahwa hanya ada satu tim yang mencetak gol lebih banyak dari kami,” ujar Amorim.
“Kami menciptakan banyak peluang. Kami memiliki jumlah tembakan lebih banyak dibandingkan siapa pun. Jadi jika ada satu hal yang benar-benar berbeda dibandingkan musim lalu, itu adalah cara kami menyerang. Saya pikir kami perlu meningkatkan cara kami bertahan.”
Dengan absennya tiga pemain kunci tersebut, MU kembali menghadapi tantangan besar. Namun Amorim optimistis, dengan kembalinya Bruno Fernandes, Amad, dan Bryan Mbeumo, kualitas permainan Setan Merah akan kembali meningkat.
Sumber: Manchester Evening News