Data Berbicara: Viktor Gyokeres Memang Kesulitan Beradaptasi di Arsenal dan Liga Inggris

Jika The Gunners sedang terbang tinggi di Premier League dan Liga Champions, justru sang mesin gol, Viktor Gyokeres, menjadi anomali di Stadion Emirates.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 13 Januari 2026, 08:00 WIB
Penyerang Arsenal asal Swedia #14, Viktor Gyokeres, merayakan gol kelima timnya dari titik penalti dalam pertandingan Premier League antara Arsenal dan Leeds United di Stadion Emirates, London, pada 23 Agustus 2025. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal masih nyaman bercokol di puncak klasemen sementara Premier League dan Liga Champions musim ini. Jika The Gunners sedang terbang tinggi, justru sang mesin gol, Viktor Gyokeres, menjadi anomali di Stadion Emirates.

Penyerang Timnas Swedia tersebut didatangkan Tim Meriam London dari Sporting CP dengan banderol 64 juta poundsterling (Rp 1,4 triliun). Arsenal dan suporternya berekspektasi tinggi kepada Gyokeres.

Advertisement

Apalagi dia datang ke The Gunners dengan reputasi sebagai mesin gol Sporting, yakni mencetak 97 gol dan 28 assist dari 102 penampilan diseluruh ajang. Berbekal catatan itu, Viktor Gyokeres diharapkan menjadi kepingan terakhir dalam puzzle strategi Mikel Arteta.

Namun sejauh ini, kenyataan di Premier League belum seindah bayangan. Penampilan anonim Gyokeres saat menghadapi Liverpool di Stadion Emirates, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, menjadi simbol masalah tersebut.

Bermain selama 64 menit, dia hanya menyentuh bola delapan kali dan tidak melepaskan satu pun tembakan. Lebih mengkhawatirkan lagi, di liga domestik sang bomber baru mencetak satu gol dari permainan terbuka dalam 15 laga terakhir, sejak pertengahan September.

Dengan 19 penampilan di Premier League, datanya kini cukup untuk menarik kesimpulan awal. Angka-angka di balik performanya justru menjadi sinyal kekhawatiran bagi Arsenal.

 


Masalah Utama: Pergerakan yang Tumpul

Viktor Gyokeres dari Arsenal (kiri) beraksi dalam North London Derby pertama yang digelar di luar Inggris antara Arsenal dan Tottenham dalam ajang Hong Kong Football Festival di Stadion Kai Tak, Hong Kong, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Chan Long Hei)

Aspek paling membuat frustrasi dari permainan Gyokeres adalah pergerakannya di kotak penalti lawan. Berkali-kali dalam laga Arsenal, umpan silang melintas berbahaya di depan gawang lawan, tetapi Viktor Gyokeres tidak berada di posisi yang tepat untuk menyambarnya menjadi gol.

Sering kali Gyokeres terlihat terlambat bereaksi atau berdiri terlalu dekat dengan bek lawan saat umpan silang dilepaskan. Padahal, Arsenal memiliki deretan pengumpan kelas atas seperti Bukayo Saka, Declan Rice, dan Leandro Trossard. Masalahnya, Gyokeres gagal memanfaatkan peluang tersebut dengan timing dan insting yang dibutuhkan.

Legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker, yang dikenal sebagai predator di kotak penalti lawan, ikut mengkritisi gaya main Viktor Gyokeres.

"Dia menunggu bola dikirim, lalu baru menyerang ruang. Itu justru yang dilakukan bek. Sebagai striker, Anda harus berjudi, bergerak sebelum bola dilepas, mencuri langkah dari bek. Saya jarang melihat dia melakukan itu," kata Lineker.

Kekurangan tersebut terlihat jelas dalam beberapa laga terakhir. Saat melawan Aston Villa pada 31 Desember 2025, Gyokeres gagal membaca umpan silang rendah Declan Rice.

Melawan Brighton (27/12/2025), dia nyaris diam ketika Saka menusuk dari sisi kanan. Adapun ketika menghadapi Liverpool, responsnya kembali terlambat ketika Rice mengirim umpan silang berbahaya dari kiri.

 


Bukan Gara-gara Taktik

Pertandingan yang berlangsung di Old Trafford itu menjadi laga debut Viktor Gyokeres di Liga Inggris bersama Arsenal. (AP Photo/Dave Thompson)

Apakah permasalahan yang dialami Viktor Gyokeres karena taktik di Arsenal? Indikasinya tidak. Ketika Mikel Merino diplot sebagai penyerang saat Gyokeres absen, gelandang Spanyol itu justru menunjukkan pergerakan cerdas di kotak penalti dan mencetak gol dari situasi serupa melawan Slavia Praha, Chelsea, dan Brentford.

Fakta lain yang tak bisa diabaikan adalah, dari 39 gol Gyokeres di liga bersama Sporting musim lalu, tidak satu pun tercipta lewat sundulan. Dia memang bukan striker dengan rekam jejak dominan di udara atau piawai bertarung di ruang sempit.

Namun, sebagai penyerang berlabel satu di antara yang paling mematikan di Eropa, Arsenal jelas berharap lebih.

Masalah Gyokeres tidak berhenti saat tanpa bola. Dalam penguasaan bola, dia juga kesulitan menghadapi kerasnya bek tengah Premier League.

Dari 33 striker yang bermain minimal 500 menit musim ini, Viktor Gyokeres berada di posisi paling bawah dalam rasio kehilangan bola. Artinya, dia kehilangan penguasaan bola lebih sering dibanding striker lain, dengan angka mencapai 42,7 persen.

Kesalahan tersebut nyaris berbuah fatal saat Arsenal menjamu Aston Villa. Gyokeres kehilangan bola di area sendiri, memicu serangan balik yang seharusnya bisa berujung gol Ollie Watkins.

Dia juga mencatatkan rasio duel sukses hanya 33,6 persen, termasuk yang terburuk di liga. Hanya tiga striker Premier League yang memiliki catatan lebih rendah.

 


Perbedaan Kualitas Liga

Striker Arsenal Viktor Gyokeres merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid di matchday 3 league phase Liga Champions 2025/26 di Emirates Stadium, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Perbedaan kualitas liga antara Portugal dengan Inggris jelas berpengaruh. Di Portugal, Gyokeres mencetak 97 gol dari 102 laga bersama Sporting dan sukses melewati lawan dalam 46 persen percobaan dribel. Di Inggris, angka itu anjlok drastis, yakni hanya 19 persen dribel yang berhasil.

Tentu ada konteks yang perlu dipahami. Arsenal kerap menghadapi blok rendah karena dominasi penguasaan bola, membuat Gyokeres bermain di ruang sempit. Selain itu, gaya Arsenal yang membangun serangan lewat lini tengah membuat Gyokeres sering dikepung lawan.

Namun, kombinasi faktor tersebut membuat kontribusinya semakin minim. Saat melawan Liverpool, dia hanya mencatat delapan sentuhan. Itu menjadi laga ketujuh musim ini di Premier League di mana Gyokeres gagal melepaskan satu pun tembakan.

Yang paling mengkhawatirkan, grafiknya justru menurun. Dalam lima starter pertamanya di Premier League, dia mencetak dua gol dari open play dan rata-rata menyentuh bola 20 kali per laga. Dalam lima starter terakhir, nol gol dari open play dan rata-rata hanya 15 sentuhan.

 


Belum Satu Frekuensi

Sebagian pembelaan menyebut pemain Arsenal belum sepenuhnya membantu adaptasi Viktor Gyokeres. Ada beberapa momen di mana dia meminta umpan progresif lebih cepat, tetapi rekan-rekannya memilih opsi aman.

Contohnya saat melawan Liverpool, ketika Martin Zubimendi menolak umpan berisiko ke arah Gyokeres dan memilih mengalirkannya ke Saka.

Situasi semacam ini memperkuat kesan Viktor Gyokeres belum satu frekuensi dengan para kreator Arsenal. Dia mencari satu jenis umpan, sementara rekan setimnya mengirim yang lain.

Argumen tandingan menyebut Gyokeres tetap berguna dengan menarik bek tengah lawan dan membuka ruang bagi pemain lain. Namun, Arsenal tidak menginvestasikan 64 juta poundsterling hanya untuk umpan bayangan.

Dengan Gabriel Jesus dan Merino siap bermain, serta Kai Havertz yang semakin dekat kembali dari cedera lutut, posisi Gyokeres di tim utama Tim Meriam London kini tidak lagi aman. Di tribune Stadion Emirates, suara-suara sumbang dari suporter mulai terdengar semakin keras.

Sumber: The Telegraph


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait