Chelsea Amankan 3 Poin Liga Champions di Stamford Bridge, Liam Rosenior: Kami Terus Menggedor untuk Menang

Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya harus bersabar menghadapi pertahanan disiplin yang diterapkan Pafos

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Januari 2026, 08:30 WIB
Pemain Chelsea merayakan gol ke gawang Pafos dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Chelsea menjaga peluang lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions setelah meraih kemenangan 1-0 atas Pafos di Stamford Bridge, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat The Blues masuk ke laga terakhir fase liga di posisi delapan besar, dengan nasib sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.

Gol kemenangan Chelsea baru tercipta pada menit-menit akhir melalui sundulan Moises Caicedo, tepat ketika pertandingan mulai mengarah pada hasil imbang yang bisa merugikan.

Advertisement

Kemenangan ini membuat Chelsea hampir pasti lolos jika mampu menundukkan Napoli, klub yang kini dilatih mantan manajer mereka, Antonio Conte, pada laga penentuan pekan depan.

Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya harus bersabar menghadapi pertahanan disiplin yang diterapkan Pafos.

Chelsea sebenarnya sempat mencetak gol di babak pertama lewat Enzo Fernández, tapi gol tersebut dianulir wasit karena dianggap melakukan dorongan terhadap pemain bertahan lawan.

“Kami harus terus menggedor pintu,” kata Rosenior.

“Anda tentu ingin mencetak gol lebih cepat untuk membuka permainan. Keputusan terhadap Enzo itu sangat keras. Di Premier League, itu mungkin dianggap gol. Terkadang Anda harus terus berjalan, terus mengetuk pintu, tetapi juga harus memastikan pintu belakang tetap tertutup,” lanjutnya.

Rosenior menambahkan secara keseluruhan ada hal positif dan negatif dari performa timnya.

“Ada hal-hal yang membuat saya senang, ada juga yang perlu diperbaiki. Tetapi bahasa tubuh para pemain sangat bagus, mereka terus berjuang. Saya sangat senang untuk Moises karena ia mencetak gol dan kami mendapatkan hasil yang pantas kami raih," ujarnya.

 
 
 

Tantangan Berat Menanti di Markas Napoli

Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Meski kemenangan ini krusial, posisi klasemen yang sangat ketat membuat Chelsea belum sepenuhnya aman. Dengan banyak klub berada di angka poin yang sama, The Blues masih bisa tersingkir meski menang tipis di Naples, tergantung hasil tim lain.

Namun Rosenior berharap situasi sulit Napoli, yang berada di luar 24 besar dan terancam tersingkir, bisa jadi keuntungan bagi timnya.

“Saya rasa klub ini tidak pernah gentar menghadapi pertandingan apa pun,” ujar Rosenior.

“Ini akan menjadi laga yang sulit. Antonio adalah pelatih yang luar biasa. Mereka harus menang, dan itu sedikit mengubah dinamika pertandingan,” lanjutnya.


Pujian untuk Caicedo dan Perlawanan Gigih Pafos

Premier League Liga Inggris yang resmi dimulai sejak musim 1992/1993 selalu dipenuhi para pemain dari berbagai negara, tak terkecuali mereka yang berasal dari Amerika Selatan. Tak cuma Brasil, Argentina atau pun Kolombia, Ekuador pun tercatat menjadi negara pengekspor para pemainnya untuk berlaga di Premier League. Meski tak sebanyak tiga negara di atas, hingga kini Ekuador tercatat pernah mengirim 5 pemainnya untuk mencicipi ketatnya persaingan di Premier League. Berikut daftar kelimanya. (chelseafc.com)

Chelsea sempat berada di situasi genting hingga menit ke-76 sebelum akhirnya memecah kebuntuan.

Berawal dari sepak pojok, Wesley Fofana menyambut bola dan Caicedo dengan sigap menyundulnya masuk ke gawang, memicu kelegaan besar di Stamford Bridge.

“Moises adalah pemain yang luar biasa, gelandang kelas dunia,” puji Rosenior.

“Kami selalu berbahaya dalam situasi bola mati. Dia pemain top. Ketika melawan blok rendah, pemain pivot bisa naik lebih tinggi. Dia sudah mencetak beberapa gol dari luar kotak musim ini dan semoga bisa terus berkontribusi,” lanjutnya.

Sementara itu, pelatih Pafos, Albert Celades, tetap bangga dengan anak asuhnya meski kekalahan ini hampir memastikan eliminasi mereka.

“Kami memiliki beberapa pemain yang bermain di posisi yang tidak biasa bagi mereka. Namun, saya sangat bangga. Mereka menunjukkan mentalitas yang besar," ujar Celades.

“Sangat sulit bagi tim seperti Pafos bermain di sini melawan Chelsea. Bertahan hampir 80 menit tanpa kebobolan adalah pekerjaan defensif yang luar biasa,” lanjutnya.

Chelsea kini menatap laga hidup-mati di markas Napoli dengan kepercayaan diri, mengetahui satu kemenangan lagi bisa membawa mereka langsung ke fase gugur Liga Champions.


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait