Yamaha Siapkan Masa Depan, Toprak Razgatlioglu Jadi Kunci Proyek Jangka Panjang

Yamaha akhirnya memastikan salah satu transfer paling menyita perhatian di bursa pembalap MotoGP.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 23 Januari 2026, 06:45 WIB
Toprak Razgatlioglu kembali hadir di Indonesia dengan status sebagai pebalap MotoGP setelah meninggalkan Superbike. Dia kini membela tim Prima Pramac Yamaha dan bakal membalap di MotoGP 2026 dengan status rookie. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Yamaha akhirnya memastikan salah satu transfer paling menyita perhatian di bursa pembalap MotoGP. Pabrikan asal Jepang itu resmi merekrut Toprak Razgatlioglu untuk musim 2026, sebuah langkah yang dinilai sarat makna, baik bagi tim maupun sang pembalap.

Toprak Razgatlioglu, juara dunia World Superbike tiga kali, akan menjalani debut MotoGP bersama tim satelit Pramac Yamaha. Kesepakatan tersebut mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan pembalap asal Turki itu, yang selama beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan kelas utama balap motor dunia.

Advertisement

Kepindahan ini terasa istimewa karena Yamaha dan Razgatlioglu sejatinya memiliki sejarah panjang. Pada 2023, saat masih berlaga di World Superbike, Toprak sempat menjalani tes MotoGP bersama Yamaha di Jerez. Namun, peluang promosi kala itu tidak pernah benar-benar terwujud.

Kini, setelah melalui berbagai dinamika dan perubahan besar di tubuh Yamaha, jalan Razgatlioglu menuju MotoGP akhirnya terbuka. Bagi manajemen Yamaha, transfer ini bukan sekadar soal teknis, tetapi juga penyelesaian dari cerita yang sempat tertunda.

 


Yamaha Nilai Waktu Razgatlioglu Sudah Tepat

Pembalap rookie Prima Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu, menghadiri acara Meet and Greet di SMK Negeri 39 Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bos Yamaha MotoGP, Paolo Pavesio, menilai kedatangan Toprak Razgatlioglu pada 2026 sebagai momen yang tepat. Ia menekankan kematangan usia dan pengalaman Razgatlioglu sebagai faktor kunci untuk menghadapi kerasnya persaingan MotoGP.

“Datang ke MotoGP di usianya sekarang, dengan kematangan secara sportif, akan memungkinkannya menghadapi tekanan,” ujar Pavesio kepada media Italia, GPOne.

“Dia meraih tiga gelar juara dunia World Superbike di tengah tantangan yang tidak mudah. Bagi saya, itu poin utama yang perlu digarisbawahi,” lanjutnya.

Pavesio juga menegaskan Razgatlioglu memahami kompleksitas tantangan di MotoGP, termasuk target realistis Yamaha pada musim debutnya.

“Saya tahu dia memahami betul kompleksitas tantangan ini, sama seperti dia menyadari target realistis untuk 2026, yang fokusnya adalah membangun fondasi menuju 2027,” tuturnya.

 


Lingkaran yang Akhirnya Tertutup

Pembalap rookie Prima Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu, terpukau dengan sambutan luar biasa dari siswa SMK Negeri 39 Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut Pavesio, kehadiran Razgatlioglu di MotoGP bersama Yamaha seharusnya sudah terjadi sejak lama. Ia menyebut proses ini sebagai penutupan sebuah lingkaran yang sempat tertunda.

“MotoGP memiliki pembalap-pembalap terkuat di dunia, dan dia termasuk di dalam kategori itu, seratus persen,” kata Pavesio.

“Menurut saya, ini memang seharusnya terjadi. Secara pribadi, saya senang bisa mewujudkannya bersama Yamaha, karena ada sebuah lingkaran yang perlu ditutup,” lanjutnya.

Pavesio juga mengungkapkan kepuasan karena keputusan ini sejalan dengan pandangan Razgatlioglu dan manajernya, Kenan Sofuoglu.

“Saya juga senang karena baik dia maupun Kenan Sofuoglu merasakan hal yang sama. Saya pikir ini adalah keputusan yang tepat,” ucapnya.

 


Momentum Baru di Era Pascalin Jarvis

Mereka antusias melihat sosok juara dunia tiga kali World Superbike itu. Tampak dalam foto, pembalap rookie Prima Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu menandatangani baliho Meet & Greet SMK Negeri 39 di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Paolo Pavesio kini menempati posisi strategis yang sebelumnya diisi Lin Jarvis. Sosok Jarvis dikenal sebagai arsitek kejayaan Yamaha pada era Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, serta gelar juara dunia Fabio Quartararo pada 2021.

Sebelum mundur pada 2024, Jarvis sempat mengamankan kontrak jangka panjang Quartararo dan mencari mitra tim satelit baru. Namun, kegagalan Yamaha menyediakan motor kompetitif untuk membawa Quartararo kembali bersaing di jalur juara menjadi catatan pahit bagi manajemen saat ini.

Di tengah situasi tersebut, merekrut Razgatlioglu bisa menjadi kemenangan besar bagi Pavesio. Hubungan keduanya sudah terjalin sejak di World Superbike, termasuk saat Yamaha meraih gelar juara dunia pada 2021 bersama Razgatlioglu.

 


Harapan Besar Menuju Regulasi 2027

Kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP juga dinilai tepat waktu karena perubahan besar akan terjadi pada 2027, termasuk penggunaan ban Pirelli. Faktor ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Razgatlioglu, yang sudah sangat berpengalaman dengan ban tersebut di World Superbike.

Kombinasi pengalaman Razgatlioglu, peralihan Yamaha ke mesin V4, serta regulasi baru MotoGP 2027 membuka peluang besar bagi pembalap asal Turki itu untuk bersaing di papan atas.

Bagi Yamaha, menjadi pabrikan yang membawa Razgatlioglu ke MotoGP sudah merupakan sebuah pencapaian besar. Jika kelak berbuah prestasi, langkah ini berpotensi langsung mengukuhkan warisan Paolo Pavesio sebagai nahkoda baru Yamaha di kancah MotoGP.

Sumber: Crash

Berita Terkait