Bola.com, Jakarta - Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, kembali menjadi sorotan setelah muncul kontroversi terkait unggahan media sosial bek mudanya, Dean Huijsen. Insiden ini memicu kemarahan dari komunitas penggemar di China dan Asia karena dianggap mengandung unsur rasisme.
Real Madrid akhirnya mengambil langkah cepat dengan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya di China. Permintaan maaf tersebut dipublikasikan melalui akun resmi klub di platform Weibo, yang merupakan salah satu media sosial terbesar di negara tersebut.
Kontroversi ini mencuat setelah Huijsen membagikan ulang sebuah meme yang dianggap menyinggung masyarakat China. Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras di dunia maya, terutama dari penggemar Asia yang merasa tersinggung dengan konten tersebut.
Menariknya, hingga kini Huijsen sendiri belum memberikan klarifikasi secara langsung melalui akun media sosial pribadinya. Situasi itu membuat tanggapan dari klub menjadi sorotan utama dalam meredam polemik yang terus berkembang.
Real Madrid Sampaikan Permintaan Maaf di Weibo
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Weibo, Real Madrid menyampaikan permohonan maaf atas nama Huijsen kepada para penggemar di China. Klub menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya di China. Sebelumnya saya membagikan ulang konten yang mengandung pesan ofensif tanpa sengaja. Hal itu sepenuhnya tidak disengaja, dan saya menyesal jika hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.”
Meski demikian, hingga saat ini Real Madrid belum mengunggah permintaan maaf serupa di kanal media sosial resmi lainnya. Huijsen juga belum menyinggung isu tersebut di akun pribadinya, yang membuat perbincangan di kalangan fans masih terus berlanjut.
Ini bukan kali pertama citra Real Madrid terganggu di China dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, klub juga sempat menghadapi kontroversi setelah adanya kasus penyamaran penggemar yang menimbulkan polemik hingga pihak klub mendapat perhatian dari kedutaan besar China.
Berbarengan dengan Isu Rasisme Lain di Liga Champions
Waktu munculnya kontroversi ini dinilai kurang ideal bagi Real Madrid. Pasalnya, klub sedang berada di tengah sorotan global terkait isu rasisme setelah pertandingan melawan Benfica di Liga Champions.
Dalam laga tersebut, protokol anti-rasisme sempat diaktifkan setelah dugaan penghinaan rasial terhadap bintang Madrid, Vinicius Junior. Insiden itu melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituduh melontarkan komentar rasis di lapangan.
Badan sepak bola Eropa, UEFA, bahkan telah menjatuhkan skorsing sementara kepada Prestianni untuk leg kedua pertandingan tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Jika nantinya terbukti bersalah, pemain muda asal Argentina itu berpotensi menerima hukuman minimal larangan bermain selama 10 pertandingan. Hingga kini, proses investigasi UEFA masih berlangsung dan belum ada keputusan final yang diumumkan.
Kombinasi dua isu ini membuat Real Madrid berada dalam sorotan tajam. Di satu sisi mereka vokal menentang rasisme di sepak bola, namun di sisi lain justru muncul kontroversi internal yang turut memicu kritik dari publik internasional.