Guadalajara Dihantam Gelombang Kekerasan, Presiden FIFA Pede Piala Dunia 2026 di Meksiko Tetap Aman

Satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Guadalajara, tengah dihantam gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 25 Februari 2026, 18:45 WIB
Seorang wanita berjalan melewati jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko pada 10 September 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - Satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Guadalajara, tengah dihantam gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba. Meski begitu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, yakin perhelatan turnamen akbar itu di Meksiko akan tetap aman.

Dalam pernyataannya kepada AFP di Barranquilla, Kolombia, Selasa (24/02/2026) waktu setempat, Infantino menilai perhelatan Piala Dunia 2026 di Meksiko bakal berlangsung meriah.

Advertisement

"Sangat lega, semuanya baik-baik saja. Ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler," ucap Infantino. Pernyataan dari Gianni Infantino muncul dua hari setelah bentrokan besar pecah di sejumlah wilayah Meksiko.

Kerusuhan tersebut dipicu operasi militer yang menewaskan Nemesio "El Mencho" Oseguera, pemimpin kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Aksi balasan kelompok kriminal itu menyebar cepat, termasuk di Guadalajara, satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026.

Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, bersama Amerika Serikat dan Kanada. Adapun pertandingan di Guadalajara bakal digelar di Estadio Akron

 


Gelombang Kekerasan Guncang Jalisco

Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)

Operasi penangkapan gembong narkoba Nemesio Oseguera di sebuah peternakan dekat Guadalajara, berujung bentrokan sengit antara aparat keamanan dan anggota kartel. Sedikitnya 74 orang tewas dalam rangkaian operasi dan bentrokan tersebut.

Pemerintah Meksiko menyebut hanya satu korban yang merupakan warga sipil. Namun situasi di lapangan jauh dari kata tenang.

Anggota kartel memblokir jalan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko, membakar kendaraan dan tempat usaha, serta memicu kepanikan warga dan wisatawan.

"Rasanya seperti berada di zona perang," kata Javier Perez (41), seorang insinyur, kepada AFP di area parkir sebuah toko di Puerto Vallarta, Jalisco, yang dipenuhi mobil hangus terbakar.

Gambar kekacauan itu tersebar ke seluruh dunia kurang dari empat bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026. FIFA sempat menolak berkomentar pada Senin sebelumnya, sebelum akhirnya Infantino buka suara.

 


Pemerintah Jamin Keamanan Suporter

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan pidato saat peringatan Hari Bendera di Mexico City pada 24 Februari 2026. Sheinbaum memberikan jaminan penuh atas keamanan para penggemar sepak bola pada pertandingan Piala Dunia di kota Guadalajara yang dilanda kekerasan. (Yuri Cortez/AFP)

Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memastikan tidak ada ancaman bagi suporter yang akan datang ke Piala Dunia. Dia menyebut situasi keamanan "berangsur kembali normal" dan menegaskan tidak ada risiko bagi para penggemar sepak bola.

Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, dijadwalkan menggelar empat laga fase grup. Kota tersebut juga akan menjadi tuan rumah laga besar antara Uruguay versus Spanyol, satu di antara pertandingan paling dinanti pada fase grup.

Selain itu, Guadalajara bersama Monterrey akan menggelar turnamen playoff pada akhir Maret untuk menentukan dua tiket terakhir ke putaran final Piala Dunia.

 


2 Kota Lain Tak Terdampak

Sementara itu, Mexico City dan Monterrey, dua kota tuan rumah lainnya, tidak terdampak kerusuhan terbaru.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, bahkan menepis kemungkinan Guadalajara dicoret dari daftar tuan rumah. Lemus menegaskan tidak ada alasan untuk perubahan jadwal.

Sorotan kini tertuju pada negara bagian Queretaro, yang akan menggelar laga uji coba antara Meksiko melawan Islandia. Sebelumnya, pertandingan divisi utama di wilayah tersebut sempat ditangguhkan akibat situasi keamanan.

Berita Terkait