Mengulas 5 Kiper yang Masuk Nominasi Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards, Siapa Paling Istimewa?

Sejumlah penjaga gawang ternama sukses mencatatkan namanya dalam nominasi Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 26 Februari 2026, 18:15 WIB
Emil Audero (kiri) dan Maarten Paes (kanan) terlihat sedang bercengkrama saat sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

Bola.com, Jakarta - Sejumlah penjaga gawang ternama sukses mencatatkan namanya dalam nominasi Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards. Para kiper ini memang memiliki capaian dan prestasi yang mentereng.

Penilaian PSSI Awards ini mencakup seluruh aktivitas, pencapaian, performa, serta kontribusi yang ditorehkan para penjaga gawang Indonesia yang masuk nominasi dalam rentang Agustus 2024 hingga November 2025.

Advertisement

Menariknya, tidak hanya kiper-kiper lokal saja yang terpilih dalam nominasi kali ini. Sebab, ada dua penjaga gawang keturunan yang juga masuk dalam nominasi Men’s Goalkeeper of The Year PSSI Awards tersebut.

Lantas, bagaimana catatan performa dari masing-masing penjaga gawang yang masuk dalam nominasi ini? Siapa yang layak memperoleh penghargaan sebagai Men’s Goalkeeper of The Year tersebut? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Emil Audero

Emil Audero, kiper Cremonese di Liga Italia Serie A 2025/2026. (Dok. X @USCremonese)

Penjaga gawang terbaru di Timnas Indonesia, Emil Audero, langsung berhasil mengukir namanya dalam nominasi penghargaan ini. Sebab, Audero sebetulnya baru mendapatkan statusnya sebagai WNI pada 10 Maret 2025.

Namun, sejak saat itu, kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini telah memberikan kesan yang positif terhadap para fans dan suporter Timnas Indonesia. Dia mengukir debut ketika menghadapi China pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Sejak saat itu, Audero telah bermain sebanyak empat kali bersama skuad Garuda. Dari semua penampilan yang berdurasi 160 menit tersebut, kiper berusia 28 tahun ini mengukir delapan kali saves, tiga cleansheet.

Sementara itu, di level klub, Audero telah mencatatkan 32 penampilan dengan durasi 2.880 menit untuk dua klub, baik itu Palermo maupun Cremonese, dengan total 95 penyelamatan, tujuh cleansheet.

 


Maarten Paes

Maarten Paes menjalani debut bersama Ajax Amsterdam saat menjamu NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (Instagram Maarten Paes)

Selanjutnya, penjaga gawang keturunan lainnya yang juga sukses mengukir kesan luar biasa bersama Timnas Indonesia ialah Maarten Paes. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, ini punya performa yang impresif.

Di level klub, Maarten Paes setidaknya mampu mengukir 58 kali penampilan bersama klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas. Dia sukses menghasilkan 194 penyelamatan dan mengukir sembilan kali cleansheet. 

Sementara itu, rekornya untuk Timnas Indonesia juga cukup istimewa. Sebab, Paes berhasil mengukir 10 kali penampilan bersama skuad Merah Putih dan tidak pernah tergantikan di masa kepemimpinan Shin Tae-yong.

Kiprah Maarten Paes selama bersama skuad Garuda memang punya cerita yang panjang. Dia turut membantu perjuangan Timnas Indonesia ketika menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

 


Ernando Ari

Ernando Ari ketika Persebaya Surabaya bertanding melawan PSIM Yogyakarta pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Kiper lokal pertama yang masuk dalam nominasi kali ini ialah Ernando Ari Sutaryadi. Penjaga gawang andalan Persebaya Surabaya ini mengukir prestasi yang cukup membanggakan bersama Persebaya Surabaya.

Dari segi performa, kiper berusia 23 tahun tersebut bisa mencatatkan 34 kali penampilan dengan durasi mencapai 3.040 menit, dengan kontribusi mencapai 125 penyelamatan dan 12 kali nirbobol. 

Musim lalu, Ernando turut membawa Persebaya finis di peringkat keempat klasemen BRI Super League 2024/2025, serta menjadi bagian dari skuad Garuda di putaran ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

 


Nadeo Argawinata

Aksi kiper Borneo FC Samarinda, Nadeo Argawinata saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Segiri, Samarinda, dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 (18/10/2025). (Dok. Borneo FC Samarinda(

Selain Ernando, ada juga Nadeo Argawinata yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia di nominasi ini. Penjaga gawang Borneo FC itu memiliki catatan yang cukup membanggakan bersama Pesut Etam.

Nadeo setidaknya bermain sebanyak 40 kali bersama Borneo FC, baik di ajang BRI Super League maupun ASEAN Club Championship. Hasilnya, kiper berusia 28 tahun ini mengukir 119 saves dan 18 kali cleansheet.

Sama seperti Ernando, NAdeo memang sudah kesulitan untuk menembus posisi kiper Timnas Indonesia meskipun selalu mendapatkan panggilan. Dia tetap dibawa ketika menghadapi putaran ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

 


Teja Paku Alam

Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, berhasil mengukir clean sheet sekaligus membawa timnya menang 1-0 atas Persija Jakarta pada laga pekan ke-17 BRI Super League musim ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Penjaga gawang terakhir yang masuk dalam nominasi ini justru bukan datang dari barisan kiper Timnas Indonesia. Namun, performanya di bawah mistar gawang sangat luar biasa. Ya, siapa lagi kalau bukan Teja Paku Alam.

Kiper andalan Persib Bandung itu mengukir performa yang fantastis. Teja setidaknya mengukir 22 kali penampilan dengan kontribusi 54 penyelamatan dan sembilan cleansheet. Dibandingkan dua kiper lainnya, dia punya catatan yang jauh lebih oke di level klub.

Sebab, lelaki berusia 31 tahun ini ikut merasakan gelar juara BRI Liga 1 2024/2025, hingga membawa skuad Pangeran Biru lolos dari fase grup AFC Champions League Two (ACL2) 2025/2026, meski harus kandas di 16 besar.   

Berita Terkait