7 Klub Liga Inggris dengan Lonjakan Kehadiran Suporter Tertinggi Sejak 2016: Liverpool hingga West Ham Melejit

Sejak musim 2015/2016, inilah tujuh klub Liga Inggris dengan peningkatan rata-rata kehadiran penonton tertinggi di stadion.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 27 Februari 2026, 10:45 WIB
Suporter Liverpool memberikan dukungan saat melawan Wolverhampton pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (12/5). Liverpool menang 2-0 atas Wolves. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Inggris tak hanya berkembang dari sisi kualitas permainan, tetapi juga jumlah penonton di stadion. Dalam satu dekade terakhir, sejumlah klub Liga Inggris, baik yang berlaga di Premier League maupun Championship, mencatat lonjakan signifikan dalam rata-rata kehadiran suporter.

Faktor pendorongnya beragam. Mulai dari promosi ke kasta tertinggi, renovasi dan pindah stadion, hingga strategi tiket yang lebih ramah suporter.

Advertisement

Lonjakan jumlah penonton menunjukkan modernisasi stadion dan prestasi di lapangan berjalan beriringan. Namun, bagi sebagian suporter, identitas dan sejarah tetap menjadi elemen penting yang tak bisa diganti hanya dengan bangunan megah.

Sepak bola Inggris terus berkembang. Stadion makin besar, penonton makin banyak, tetapi emosi dan kenangan masa lalu tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan ini.

Sejak musim 2015/2016, inilah tujuh klub Liga Inggris dengan peningkatan rata-rata kehadiran penonton tertinggi di stadion.

 


Nottingham Forest (+10.767 penonton)

Bek Arsenal, Noni Madueke, mengirimkan umpan silang melewati gelandang Nottingham Forest, Nicolás Domínguez, dalam pertandingan Liga Inggris antara Nottingham Forest dan Arsenal di The City Ground, Nottingham, Inggris bagian tengah, pada 17 Januari 2026. (AFP/Justin Talis)

Perjalanan Forest dalam 10 tahun terakhir layak diacungi jempol. Dari tim yang sempat tenggelam di Championship, mereka kini kembali mencicipi atmosfer kompetisi Eropa.

Sejak promosi ke Premier League, lonjakan penonton di City Ground terasa signifikan. Dukungan yang sebelumnya sudah solid kini makin membesar seiring kebangkitan performa tim.

 


Everton (+13.894 penonton)

Manchester United sempat dibuat frustrasi oleh Everton yang menerapkan skema bertahan rapat di 15 menit pertama. Tampak dalam foto, gelandang Everton asal Inggris, James Garner (kiri), melepaskan tembakan melewati gelandang Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes, selama pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Perpindahan dari Goodison Park ke Hill Dickinson Stadium menjadi titik balik bagi Everton dari sisi komersial dan jumlah suporter.

Rata-rata penonton melonjak hampir 14 ribu orang. Meski stadion baru tampak megah, The Toffees sempat mengalami masa adaptasi dengan hanya meraih empat kemenangan dari 14 laga awal di kandang anyar.

 


Leeds United (+14.268)

Kiper Leeds United asal Inggris bernomor punggung 26, Karl Darlow (C), dan rekan-rekan setimnya bereaksi atas kekalahan mereka di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Arsenal di Elland Road, Leeds, Inggris utara pada 31 Januari 2026. Arsenal memenangkan pertandingan dengan skor 4-0. (Oli SCARFF/AFP)

Leeds menunjukkan transformasi nyata dalam satu dekade. Pada musim 2015/2016, mereka masih berkutat di papan tengah Championship dengan rata-rata 22 ribu penonton.

Kini, Elland Road selalu penuh saat Leeds bersaing di Premier League, dengan rata-rata kenaikan jumlah penonton yang mencapai 14 ribu orang. Bahkan, ada rencana ekspansi kapasitas stadion dari 37.645 kursi menjadi sekitar 53 ribu tempat duduk.

 


Liverpool (+16.483)

Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, menyumbangkan satu gol saat timnya menang 2-0 atas Real Madrid pada laga kelima league phase Liga Champions musim ini di Stadion Anfield, Kamis (28/11/2024) dini hari WIB. (Peter Byrne/PA via AP)

Renovasi bertahap di Anfield membawa dampak besar. Rata-rata penonton Liverpool meningkat lebih dari 16 ribu orang dibandingkan satu dekade lalu.

Tingginya permintaan tiket membuat manajemen mempertimbangkan ekspansi lanjutan, menandakan daya tarik The Reds belum surut.

 


Coventry City (+17.484)

Gelandang Manchester United, Alejandro Garnacho melepaskan tendangan yang berusaha diblok dua pemain Coventry City pada laga semifinal Piala FA 2023/2024 di Wembley Stadium, London, Minggu (21/4/2024). (AP Photo/Alastair Grant)

Coventry menjadi kisah menarik. Tanpa pindah stadion permanen, mereka justru mencatat kenaikan penonton terbesar dalam daftar ini.

Pada musim 2015/2016, Coventry masih bermain di League One dan dihantui ketidakpastian finansial. Bahkan sempat "mengungsi" ke Birmingham dan Northampton akibat konflik kepemilikan stadion.

Kini, mereka stabil di Championship dengan rata-rata 30.054 penonton, tertinggi di kasta kedua. Peluang kembali ke Premier League terbuka lebar.

 


Tottenham Hotspur (+25.136)

Pelatih kepala Tottenham, Igor Tudor, kedua dari kanan, berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Arsenal di London, Minggu, 22 Februari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Perombakan besar dari White Hart Lane menjadi Tottenham Hotspur Stadium membawa lonjakan besar bagi Spurs.

Jumlah penonton meningkat lebih dari 25 ribu orang per laga. Meski demikian, persentase kemenangan kandang di Premier League sedikit menurun dari 55 persen di stadion lama menjadi 53 persen di markas baru.

 


West Ham United (+27.543)

Striker Manchester United, Benjamin Sesko (kiri), saat mencetak gol ke gawang West Ham United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, di London Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. (Ian Kington / AFP)

West Ham menjadi klub dengan peningkatan terbesar dalam satu dekade terakhir. Kepindahan dari Upton Park ke London Stadium membuat rata-rata penonton naik lebih dari 27 ribu orang.

Meski kapasitas jauh lebih besar, sebagian fans The Hammers masih merindukan atmosfer intim dan penuh sejarah di Upton Park. Stadion baru memang modern, tetapi pesona klasiknya tak sepenuhnya tergantikan.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait