Bola.com, Jakarta - Kemenangan penting diraih Lille OSC saat menyingkirkan Red Star Belgrade pada play-off babak 16 besar UEFA Europa League. Les Dogues memastikan tiket ke fase berikutnya setelah menang 2-0 pada leg kedua dan unggul agregat 2-1.
Pertandingan yang digelar Jumat (27/2/2026) dini hari WIB itu menjadi momentum kebangkitan Lille. Setelah menghadapi tekanan pada leg pertama, tim asal Prancis tersebut mampu tampil lebih agresif dan efektif di kandang lawan.
Pelatih Lille, Bruno Genesio, menilai timnya belajar banyak dari pertemuan sebelumnya. Ia menegaskan perubahan pendekatan taktik dan mentalitas menjadi faktor utama keberhasilan timnya membalikkan keadaan.
Hasil ini juga menepis berbagai keraguan yang sempat mengiringi perjalanan Lille di kompetisi Eropa musim ini. Genesio mengaku timnya sempat diremehkan, namun justru mampu menjawabnya di lapangan.
Lille Memperbaiki Kesalahan dari Leg Pertama
Genesio menegaskan bahwa timnya melakukan evaluasi besar setelah laga sebelumnya. Menurutnya, Lille berhasil memperbaiki kekurangan yang sempat terlihat pada pertemuan pertama.
"Ada beberapa hal yang terjadi dalam pertandingan ini. Kami mampu memperbaiki semua yang tidak berjalan secara taktis pada leg pertama. Kami juga bermain jauh lebih agresif dan lebih berkomitmen dalam setiap duel. Itu yang membuat perbedaan," ujar Genesio.
Ia juga menyoroti gol cepat yang dicetak timnya sebagai momen penting yang mengubah jalannya pertandingan.
"Memang benar bahwa mencetak gol sejak awal memberi kami kekuatan tambahan. Kami tahu bahwa ketika bisa membuka skor lebih dulu, itu sangat penting dalam pertandingan seperti ini. Setelah itu, kami mampu mendominasi babak pertama."
Namun, Genesio mengakui situasi sempat berubah setelah lawan melakukan penyesuaian pada babak kedua.
"Perubahan yang mereka lakukan saat jeda memberi kami beberapa masalah. Kami sempat tertekan, tetapi kami mampu bertahan dan tetap tenang. Kami terus berjuang hingga akhirnya mendapatkan hasil yang pantas."
Peran Penting Kiper dan Evaluasi Mentalitas
Selain aspek taktik, Genesio juga memberikan apresiasi kepada penjaga gawang lawan yang tampil gemilang pada leg pertama.
"Kami harus berterima kasih kepada Berke karena dia membuat kami tetap hidup pada leg pertama. Dia melakukan dua penyelamatan yang sangat menentukan. Penting juga untuk menyoroti hal itu."
Genesio mengungkapkan bahwa setelah laga pertama, staf pelatih menunjukkan banyak cuplikan pertandingan kepada para pemain untuk memperbaiki sikap tim di lapangan.
"Setelah leg pertama, kami memperlihatkan banyak gambar kepada para pemain tentang kurangnya komitmen yang kami tunjukkan, juga agresivitas yang ditampilkan Red Star. Kami benar-benar kalah dalam aspek itu. Sangat penting untuk mengubah mentalitas tersebut. Di kompetisi Eropa, itu hal yang mutlak."
Lille Bungkam Keraguan, Siap Hadapi Lawan Berikutnya
Menurut Genesio, tidak banyak pihak yang percaya Lille bisa mencapai undian babak 16 besar. Bahkan, ada kritik keras yang sempat diarahkan kepada timnya.
"Sebelum pertandingan, sedikit sekali orang yang membayangkan kami akan berada di undian berikutnya. Banyak yang sudah mengubur kami, bahkan mengatakan kami adalah aib bagi sepak bola Prancis. Jadi kami senang bisa berada di undian ini."
Di babak selanjutnya, Lille berpotensi menghadapi lawan berat, termasuk sesama klub Prancis atau tim dari Inggris.
"Kami akan menghadapi tim yang nanti ditentukan, apakah itu Olympique Lyonnais yang sudah kami hadapi tiga kali musim ini, atau Aston Villa."
Genesio juga tidak lupa memberikan penghormatan kepada lawan yang dinilainya tampil baik sepanjang dua leg pertandingan.
"Saya juga ingin memberi penghormatan kepada Red Star yang memainkan dua pertandingan berkualitas, serta sportivitas pelatih mereka yang sangat luar biasa terhadap saya dan tim kami."