Janice Tjen Terhenti di Semifinal Ganda Merida Open

Perjalanan petenis Indonesia, Janice Tjen, di ajang Merida Open akhirnya terhenti pada babak semifinal sektor ganda.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 28 Februari 2026, 16:15 WIB
Janice Tjen harus mengakui keunggulan petenis Republik Ceko, Karolina Pliskova. Tampak dalam foto, petenis Indonesia, Janice Tjen melakukan pukulan forehand untuk mengembalikan bola ke Karolina Pliskova dari Republik Ceko selama pertandingan babak kedua tunggal putri turnamen tenis Australian Open 2026, di Melbourne, Kamis (22/1/2026). (AP Photo/Dar Yasin)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan petenis Indonesia, Janice Tjen, di ajang Merida Open akhirnya terhenti pada babak semifinal sektor ganda. Bersama partner asal Polandia, Katarzyna Piter, Janice harus mengakui keunggulan pasangan unggulan kedua, Cristina Bucșa dan Jiang Xinyu.

Pertandingan yang berlangsung Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB itu berjalan cukup ketat sejak awal. Janice/Piter sempat memberikan tekanan serius pada set pertama, namun akhirnya kalah dalam duel berdurasi satu jam 24 menit dengan skor 5-7, 2-6.

Advertisement

Hasil ini membuat langkah Janice di turnamen level WTA 500 tersebut benar-benar berakhir. Sebelumnya, ia juga sudah tersingkir di sektor tunggal setelah kalah dari petenis Kolombia, Camila Osorio, pada babak pertama.

Meski gagal melaju ke final, performa Janice dan Piter tetap menunjukkan daya saing yang cukup baik. Mereka mampu menekan pasangan unggulan kedua dalam beberapa fase pertandingan, terutama pada set pertama yang berlangsung ketat hingga kedudukan imbang.

 


Set Pertama Berjalan Ketat

Kalah dari petenis No.2 dunia Iga Swiatek, langkah tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, di Qatar Total Energies Open 2026 terhenti di babak kedua. Tampak dalam foto, petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen memukul bola balasan saat melawan Iga Swiatek (Polandia) pada babak kedua turnamen Qatar Open di Doha, 10 Februari 2026. (Karim JAAFAR/AFP)

Sejak gim awal, kedua pasangan langsung saling menekan. Statistik pertandingan menunjukkan Bucsa/Jiang memiliki persentase servis pertama masuk sebesar 68,4 persen.

Namun, Janice/Piter justru mampu lebih efektif dalam memaksimalkan poin dari servis pertama yang mereka menangi, juga mencapai angka 68,4 persen. Selain itu, pasangan Indonesia/Polandia tersebut sempat unggul dalam perolehan poin dari pengembalian servis pertama lawan.

Meski begitu, Bucsa/Jiang tampil lebih tenang pada momen krusial. Saat kedudukan 5-5, mereka berhasil memanfaatkan dua dari tiga peluang break point yang didapat untuk mengunci set pembuka.

 


Momentum Berubah di Set Kedua

Meski sempat menyulitkan, Janice Tjen gagal mengimbangi permainan agresif Iga Swiatek dan dipaksa menyerah 0-6, 3-6. Tampak dalam foto, petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen memukul bola balasan saat melawan Iga Swiatek (Polandia) pada babak kedua turnamen Qatar Open di Doha, 10 Februari 2026. (Karim JAAFAR/AFP)

Memasuki set kedua, Bucsa/Jiang langsung mencoba menjaga ritme permainan. Mereka membuka set dengan merebut gim pertama, tetapi Janice/Piter segera merespons dengan menyamakan kedudukan pada gim kedua.

Janice/Piter sempat menunjukkan kekuatan servis yang cukup solid dengan persentase servis pertama masuk mencapai 81 persen. Akan tetapi, keunggulan itu tidak cukup untuk meredam tekanan dari lawan yang tampil lebih konsisten dalam pengembalian bola.

Setelah itu, Bucsa/Jiang berhasil merebut tiga gim beruntun hingga unggul 4-1. Janice/Piter sempat memperkecil ketertinggalan dengan mengambil satu gim, tetapi pasangan unggulan kedua tetap mampu menjaga kontrol permainan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan.

 


Hasil yang Tetap Positif bagi Janice/Piter

Walaupun gagal mencapai final, hasil di Merida ini tetap lebih baik dibandingkan pertemuan terakhir Janice dan Piter sebagai pasangan. Sebelumnya, mereka harus tersingkir pada babak pertama Australian Open 2026.

Kerja sama keduanya sebenarnya sudah menghasilkan prestasi cukup menjanjikan. Janice dan Piter tercatat pernah meraih dua gelar bersama, yakni pada turnamen WTA 250 Guangzhou tahun lalu serta WTA 250 Hobart pada Januari.

Dengan performa yang terus berkembang, peluang keduanya untuk kembali bersaing di turnamen-turnamen berikutnya masih terbuka lebar.

Berita Terkait