Bola.com, Jakarta - Michael Carrick menegaskan bahwa peluang untuk merusak reputasi salah satu kandidat manajer permanen Manchester United (MU) pada musim 2026/2027 bukanlah motivasi tambahan jelang laga melawan Crystal Palace di Old Trafford, Minggu 1 Maret pukul 21.00 WIB.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, disebut-sebut sebagai kandidat kuat Manajer MU untuk musim depan. Namun musim Palace terbilang sulit.
Sejauh ini Palace sudah tersingkir dari FA Cup oleh Macclesfield, performa naik-turun di Premier League, serta kritik terbuka Glasner terhadap dewan klub.
Sementara itu, Michael Carrick justru menjadi favorit untuk jabatan permanen sebagai Manajer MU setelah mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam pertandingan sebagai pelatih interim.
Bahkan, setelah kekalahan mengejutkan Aston Villa dari Wolverhampton Wanderers, MU berpeluang naik ke posisi ketiga klasemen, untuk pertama kalinya sejak akhir musim 2022/2023, jika mampu mengalahkan Palace.
Bukan Carrick Vs Glasner
Meski begitu, Michael Carrick menolak mengaitkan laga ini dengan persaingan pribadi dengan Glasner untuk menjadi manajer permanen MU. "Hal itu tidak terlintas di pikiran saya sampai Anda menyebutkannya," ujar Michael Carrick.
"Itu sama sekali tidak membuat perbedaan. Saya sangat menghormati Crystal Palace dan Oliver, baik sebagai tim maupun dalam peran yang mereka jalankan. Ini hanya pertandingan berikutnya bagi kami," tambahnya.
Saat kedua tim bertemu pada 30 November, Palace berada di atas MU di klasemen. Dalam kemenangan 2-1 yang diraih MU kala itu, Matthijs de Ligt tampil berpengaruh, namun bek asal Belanda itu belum bermain lagi karena cedera punggung.
Rekannya di lini belakang, Lisandro Martinez, juga absen saat menang atas Everton karena masalah betis yang disebut Carrick sebagai cedera kecil dan tidak akan membuatnya menepi lama.
Kesempatan MU untuk Masuk Zona Liga Champions
Dengan Chelsea yang akan menghadapi Arsenal dan Aston Villa dalam dua laga berikutnya, ini menjadi kesempatan bagi MU untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions, sesuatu yang terasa mustahil ketika Ruben Amorim dipecat pada Januari lalu.
"Kami berada di posisi yang cukup baik. Kami merasa sedang bergerak maju. Fokus kami hanya pada apa yang ada di depan mata dan mencoba mencapai posisi yang sedikit lebih tinggi di klasemen. Itu saja yang saya pikirkan saat ini," kata Carrick.
Sumber: BBC