Bola.com, Jakarta - Maarten Paes melakoni laga keduanya bersama Ajax Amsterdam di persaingan Eredivisie 2025/2026, saat menyambangi markas PEC Zwolle, Minggu (1/3/2026) malam.
Kiper Timnas Indonesia berusia 27 tahun ini kembali dipercaya mengawal gawang Ajax saat menantang tuan rumah PEC Zwolle pada pekan ke-25.
Ajax harus puas berbagi angka 0-0 dengan Zwolle di MAC³PARK Stadion. Maarten Paes tampil apik di pertandingan dengan membukukan clean sheet alias tak kebobolan.
Sepanjang 90 menit di bawah mistar gawang, Paes mencatat dua penyelamatan krusial, dua kali diving save, dua kali saves in the box, 11 kali recoveries, dan sekali sapuan. Oleh Fotmob ia diganjar rating 7,8 dan menjadi yang tertinggi di timnya.
Sedikit Tegang
Laga di markas Zwolle tadi malam merupakan penampilan keduanya sejak digaet Ajax dari FC Dallas awal bulan Februari kemarin. Sebelumnya, Paes melakoni debut ketika Ajax ditahan imbang NEC Nijmegen 1-1 (22/2/2026).
Penampilan Maarten Paes dalam dua penampilannya bersama Ajax, mendapat pengamatan dari pemerhati sepak bola Belanda. Kali ini datang dari analis ESPN Nederland, Kees Kwakman. Ia mengamati situasi penjaga gawang Ajax dengan rasa tak percaya.
Kwakman menilai Paes masih gugup, terutama saat menjalani debut melawan NEC pekan lalu. Disusul aksinya melawan Zwolle yang sempat melakukan blunder, untungnya tidak menjadi gol.
"Paes menjadi penjaga gawang Ajax di pertandingan pertamanya, dan tentu ada ketegangan di sana. Itu adalah pertandingan yang sulit melawan NEC, di mana dia sering berada di bawah tekanan," tutur Maarten Paes dikutip dari laman Voetbal Primeur.
Pengaruh Absen Lama
Sebelum bergabung dengan Ajax, Maarten Paes sempat mengalami periode tanpa laga klub sejak Juli 2025 akibat cedera hamstring dan berakhirnya kontrak di FC Dallas musim lalu.
Maarten Paes sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya menepi selama 6-8 minggu pada Agustus 2025. Pertandingan terakhirnya bersama FC Dallas tercatat pada 26 Juli 2025.
Pertandingan kompetitifnya menjelang akhir tahun lalu adalah memperkuat Timnas Indonesia di dua laga menentukan babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Paes selalu dimainkan meski Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, yang membuat langkah skuad Garuda terhenti.
"Dia sudah lama tidak bermain sebagai penjaga gawang, jadi bisa dimengerti jika semuanya tidak berjalan lancar. Selain itu, dia tidak melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hal menyelamatkan bola," tandas Kees Kwakman.
Ambisi Tampil di Liga Champions
Hasil imbang kontra NEC dan Zwolle, membuat Ajax naik satu peringkat ke posisi tiga dengan nilai 44. Ajax cukup beruntung sebab dua pesaingnya menelan kekalahan yakni Feyenoord dan NEC Nijmegen.
PSV Eindhoven bertengger sendirian di pucuk klasemen dengan nilai 65 dan di ambang meraih gelar juara untuk ketiga musim beruntun. Feyenoord berada di urutan kedua dengan nilai 48. Artinya ada jarak empat angka yang harus diperjuangkan Ajax untuk mengambil alih posisi runner-up.
Belanda hanya punya dua jatah Liga Champions, membuat persaingan dalam memperebutkan tiket Liga Champions justru paling menyita perhatian. Dengan kompetisi masih menyisakan 9 pertandingan, sangat mungkin bagi ketiga tim itu finis di posisi kedua.
"Sangat realistis (lolos ke Liga Champions). Jika Anda melihat lini tengah kami, kami sangat muda. Pertumbuhan itu bukanlah garis lurus," terang Paes kepada ESPN Nederland via Voetbal Primeur beberapa waktu lalu.
"Jika kita terus berupaya untuk meningkatkan area yang perlu diperbaiki, ada begitu banyak potensi di sana. Itulah mengapa saya memiliki firasat baik bahwa jika kita bisa melangkah maju, kita memiliki peluang bagus untuk langsung lolos ke Liga Champions," tandasnya.
Sumber: Voetbal Primeur